My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Apa nona sudah sadar?


__ADS_3

Hati yang senang saat melihat istrinya tertidur memindahkan duduknya dan perlahan memposisikan istrinya untuk tidur dengan baik. Mata lelaki itu terus saja menatap istrinya yang tengah tertidur dengan bibir yang tersenyum lebar.


"aiisss, Tuan sepertinya benar benar mencintai nona." ucap penjaga saat melihat Jasson yang terus tersenyum menatap Tiyara.


Paginya.


Jasson ataupun Tiyara masih belum bangun, Posisi Tiyara yang tidur normal layaknya orang sakit dan Jasson berada di posisi tidur awal menunjaga istrinya tersebut. Keduanya masih nyenyak dan nyaman berada di alam mimpi hingga akhirnya Dery masuk ke dalam ruangan dan terlihat keduanya masih tertidur.


"Mereka belum bangun juga?." tanya Dery saat melihat keduanya yang masih tertidur nyenyak.


"Tuan dan Nona tadi melanjutkan tidur sekitar jam 3 subuh tuan." ucap penjaga yang benar benar mengawasi keduanya.


Dery tidak menjawabnya dan mendekat kepada Tiyara dan meletakkan tangannya di dahi Tiyara dan ternyata suhu tubuh wanita itu sudah turun.


Cklekkk


Pintu terbuka dan Dokter pun masuk ke dalam ruangan tersebut. "Ah dokter Jasson masih tertidur?." tanya Dokter senior kepada Dery.


"Iya dok." jawab Dery.


"Apa nona sudah sadar?." tanya Dokter keada Dery.


"Nona sudah sadar namun kembali tidur tadi subuh dok." jawab Dery. Jasson perlahan kembali membuka matanya saat mendengar sedikit keributan.


"Tuan anda kembali tidur saja." ucap Dery saat Jasson terbangun.


"Apa Tiyara bangun lagi? Dia baru saja tidur." ucap Jasson tanpa sadar jika ada dokter senior di dekatnya.


"Tidak dok, Nona tidak bangun lagi, Saya hanya memastikan jika nona benar benar baik baik saja." jawab dokter senior sehingga Jasson menyadari kehdirannya.


"Dokter." Jasson langsung berdiri dan memberi hormat kepada dokter senior.


"Kembalilah tidur, Kau memerlukan istirahat dan istrimu ini sudah baik baik saja dan bisa di ajak pulang." ucap dokter senior dan berpamitan untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Istriku sudah bisa di bawa pulang kan?." tanya Jasson dengan mata mengantuk.


"Sudah bisa" jawab Dokter dengan senyumnya.

__ADS_1


"Baik terima kasih banyak, Aku akan membawanya pulang." ucap Jasson mengucapkan terima kasih kepada dokter dengan berusaha menghilangkan kantuk nya.


"Em." Tiyara membuka perlahan matanya dan langsung menatap banyak orang di sekeliling nya.


"Jasson." rengek Tiyara saat melihat keramaian di hadapannya yang baru saja bangun dari tidur.


Jasson dan yang lainnya langsung menoleh ke arahnya. "Jasson, Hikssss." Tiyara sontak langsung menangis saat tidak mendengarkan sautan dari suaminya.


"Iya, Aku disini." saut Jasson yang langsung menghampiri istrinya tersebut. Tiyara menoleh ke arahnya dan langsung memeluk pinggang suaminya itu dengan mata yang masih berbinar.


"Hikssss, Menakutkan sekali, Kau jangan kemana mana." ucap Tiyara dengan menenggelamkan kepalanya di perut suaminya.


"Shhhh, Shhh tidak usah menangis, Ini dokter senior, Dia mengatakan bahwa kau sudah boleh pulang dan kau sudah sembuh." ucap Jasson yang mencoba menenangkan istrinya itu.


"Yasudah ayo kita pulang." ajak Tiyara yang langsung melepaskan infus yang masih melekat di tangannya dan berdiri dari duduknya dan mengajak Jasson untuk pergi dari sana.


"S-saya permisi dok." pamit Jasson saat istrinya yang hanya diam dengan kaki yang terus saja melangkah.


Saat keluar mata wanita itu menatap sekeliling. Matanya langsung terpejam mencoba menghilangkan sedikit ketakutan yang ada pada diri nya dan menggelebgkan kepala agar sadar akan apa yang ada di hadapannya bukan bayang bayang yang menyakiti batin nya.


"Jasson." Tiyara kembali merengek membalikkan tubuhnya dan Jasson langsung menghampiri istrinya tersebut dan memeluknya.


"Tidak, Mari kita pulang." ajak Jasson. Tiyara tidak menjawabnya dan hanya mengikuti kaki Jasson yang mengajaknya melangkah pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Sopir dan mobil yang sudah di siapkan di lobi membuat keduanya masuk ke dalam mobil dan mobil langsung melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman Jasson.


"Yatuhan banyak kejadian di masa lalu nya yang aku lewati." guman Jasson dengan mengusap kepala istrinya tersebut sedangkan Tiyara yang merasakan nyaman akan usapan dari tangan suaminya perlahan kembali memejam kan mata nya untuk kembali tidur sebab masih mengantuk.


Sesampai di rumah, Jasson langsung menggendong istrinya masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamarnya terlebih dahulu. Lelaki itu membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang dengan cukup perlahan dan lelaki itu kembali mematung menatap lekat wajah istrinya tersebut.


Pikiran nya mulai melayang dan kembali mengingat pembunuhan di masa lalu yang belum ia temui pelaku nya. "Aku hampir melupakannya." Jasson langsung bersnjak dari ranjang dan menuju ke halaman kamar nya tersebut.


Jasson langsung menelpon orang suruhannya. "Halo." ucap Jasson saat telpon sudah terhubung.


"Halo tuan." jawabnya dari sebrang.


"Bagaimana perkembangan pencarian? Apa mendapatkan informasi terbaru?." tanya Jasson dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Tuan saya mohon jangan menyakiti anak saya lagi. Ah." teriak Rere saat memohon kepada Ferdi agar berhenti mengutus orang untuk menyakiti Jasson ataupun Tiyara.


"Berani nya kau memohon seperti itu kepada ku? Apa kau tidak ingat dengan apa yang sudah di lakukan suami mu kepada anak dan istriku?."


Brakkkk


Ferdi menghempaskan tubuh Rere ke dinding sedangkan Rere dia hanya menangis saja. "Apa kau tidak mengingatnya?" tanya Ferdi dengan menarik kencang rambut Rere.


"Itu bukan keinginan mereka dan mereka ingin......"


Brakkkk


"Berhenti mencoba membela suami mu, Dia bersalah atas hal ini, Dia sudah membunuh anak dan istriku dan itu akan aku balaskan kepada keturunannya." teriak Ferdi.


"Hah, Hah." Tiyara terbangun dengan nafas yang ter engah engah dan tubuh yang di penuhi oleh keringat.


Jasson yang tengah bersantai di sore itu langsung menatap kepada nya. "Apa yang terjadi?." tanya Jasson dengan wajah bingungnya menatap istrinyanyang tiba tiba terbangun itu.


"Kau baik baik saja? Apa ada yang terluka?." tanya Tiyara yang langsung hawatir akan suaminya tersebut.


"Em, Aku baik baik saja, Memang nya kenapa? Kau bermimpi buruk ya?." tanya Jasson dengan wajah bingungnya.


"Kenapa aku tiba tiba memimpikan bibi Rere?." guman Tiyara dengan wajah bingungnya.


"Apa yang terjadi kepada bibi?. "


"Apa dia baik baik saja?."


"Di mana dia sekarang?."


"Aku benar benar menghawatirkan nya."


"Apa mimpi tadi petunjuk?."


"Petunjuk yang mengatakan bahwa bibi sedang tidak baik baik saja dan pelaku yang selalu mencoba menyakitiku itu sebenar nya di utus menyakiti Jasson?."


Pikiran aneh itu terlintas jelas di benak nya, Pikiran nya kembali di buat kemana mana saat mendapatkan mimpi tersebut sehingga Jasson menghampirinya dan mengusap dahi yang di penuhi keringat itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Apa yang kau mimpikan?." tanya Jasson dengan wajah penasaran sambil tangannya mengusap wajah istrinya tersebut.


__ADS_2