My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Apa yang terjadi?


__ADS_3

Pikiran aneh itu terlintas jelas di benak nya, Pikiran nya kembali di buat ke mana mana saat mendapatkan mimpi tersebut sehingga Jasson menghampiri nya dan mengusap dahi yang di penuhi keringat itu.


"Apa yang terjadi? Apa yang kau mimpi kan?." tanya Jasson dengan wajah penasaran sambil tangan nya mengusap wajah istri nya tersebut.


"Tidak ada, Aku hanya bermimpi buruk." jawab Tiyara dengan mata yang membelalak dan menatap keluar jendela kamar.


"Em? Sudah ingin malam?." tanya Tiyara dengan wajah kaget nya, Tidak percaya jika hari sudah ingin malam.


"Em." jawab Jasson yang sedikit ragu.


"Haiiisss kenapa tidak membangunkan ku tadi, Aku ada sedikit urusan." ucap Tiyara yang langsung bergegas meninggal kan kamar.


"Semua urusan mu sudah di urus oleh Dery, Dia bilang jika kau bangun tolong sampaikan hal ini sebab semua nya benar benar sudah di urus oleh nya kata nya." balas Jasson saat istri nya yang benar benar terburu buru.


"Kenapa tidak memberitahu ku lebih awal jika sudah di handle semua nya oleh Dery." ketus Tiyara dengan wajah kesal nya.


"Kau tidak bertanya." jawab Jasson santai dan kembali membaca buku nya.


"Cih, Sudah benar benar pintar kau menjawab perkataan orang." umpat Tiyara dengan kesal nya dan turun dari ranjang. Kaki nya mengenakan sendal yang ada dan berjalan keluar dari kamar itu.


"Mau kemana kau?." tanya Jasson yang langsung menutup buku nya dan menghampiri istri nya tersebut.


"Kembali ke kamar ku lah, Kemana lagi." jawab Tiyara dengan kaki yang terus melangkah keluar.


"Ta....."

__ADS_1


"Haisss Sudah lah." Jasson membiarkan nya dan Tiyara masuk ke dalam kamar nya.


Wanita itu langsung melepaskan pakaian yang melekat di tubuh nya, Di hadapan kaca besar dia membelakangi kaca tersebut dan melihat keadaan punggung nya. "Untung Jasson tidak melihat nya kemarin malam, Jika dia melihat nya pasti dia akan jijik terhadap ku." ucap Tiyara dengan wajah sedih nya saat melihat punggung nya memiliki banyak bekas luka.


"Aku tidak ingin Jasson mencampak kan ku, Aku benar benar mencintai nya tuhan." sambung nya dengan mengambil baju handuk nya dan mengenakan baju handuk tersebut.


Jasson yang mengikuti istri nya bisa melihat punggung istri nya yang di penuhi bekas luka itu. "Kenapa punggung nya seperti itu?." guman Jason dengan wajah bingung nya.


Tok.. tok.. tok


"Masuk." teriak Tiyara saat mendengar ketukan dari luar. Jasson yang mengetuk pintu langsung masuk ke dalam kamar istrinya tersebut.


"Jasson? " ucap Tiyara saat melihat suami nya yang datang kepada nya.


"Ah tidak, Silah kan masuk suami ku." jawab Tiyara dengan senyum nya menatap suami nya itu. Jasson tidak menjawab nya dan berjalan mendekat kepada istri nya.


Dia berdiri di samping istri nya yang tengah memandang pemandangan sekitar rumah dari jendela kamar. "Pantas saja kau menyukai kamar ini, Ternyata pemandangan nya sebagus ini." ucap Tiyara dengan senyum nya.


"Em, Aku menyukai warna hijau yang ada di sini." balas Jasson dengan tersenyum menatap istri nya.


"Kenapa tidak menyukai ku saja? Aku lebih patut untuk di sukai." goda Tiyara. Jasson yang masih tersenyum menatap ke arah nya, Seketika senyum di wajah wanita itu mulai memudar dan kembali menatap ke depan.


"Aku hanya bergurau, Jika kau tidak ingin menyukai ku juga tidak apa apa." sambung Tiyara saat Jasson yang hanya diam saja.


Jasson hanya ttersenyum dan terus tersenyum. "Mungkin saja mood nya sedang bagus makanya menebar senyum terus terusan." guman Tiyara yang memaklumi nya.

__ADS_1


Tinggg.


Ponsel berbunyi sehingga membuat Tiyara dan Jasson menoleh ke arah ponsel yang berbunyi itu. "Ponselmu." ucap Jasson.


Tiyara mengangguk kan kepala nya dan mengambil ponsek nya tersebut dan melihat isi pesan yang masuk itu. Mata wanita itu langsung membulat saat membuka pesan sedangkan Jasson dia nampak penasaran akan apa pesan masuk ke dalam ponsel istrinya sehingga membuat istri nya mematung.


"Ini benar bibi, Akhir nya aku menemukan bibi." guman Tiyara dengan hati senang dan bibir tersenyum namun senyuman nya luntur saat melihat bibi nya itu di paksa oleh beberapa orang.


"Pesan dari siapa?." tanya Jasson penasaran.


"Ah aku lupa jika Jasson masih disini." guman Tiyara dan langsung mematikan ponselnya tersebut.


"Ah, Tidak apa apa, Pesan dari Dery." jawab Tiyara dengan senyum nya dan kembali berjalan mendekat ke dekat suaminya.


"Memang apa isi pesan itu? Kau nampak begitu senang." ucap Jasson.


"Dery memenangkan proyek yang ia usahakan, Proyek besar bersama PT. xxxxx akhirnya ia dapatkan." jawab Tiyara dengan senyum nya.


"Wah, PT. xxxx bukan nya perusahaan yang terkenal di bidang nya dan setau ku PT itu termasuk ke dalam kategori PT terbaik di negara ini." ucap Jasson.


"Em, Maka nya aku kaget sekaligus senang saat mendnegar nya, Dia memang baik dalam memimpin, Apa kau mau mencoba mengendali kan perusahaan?." tanya Tiyara dengan senyum nya.


"Tidak usah, Lebih baik aku berpokus kepada pasien pasien ku saja." jawab Jasson dengan senyum nya.


"Tapi tidak masalah bukan jika kau menambah pengalaman dengab bekerja di kantor ataupun memimpin kantor?." tanya Tiyara.

__ADS_1


__ADS_2