My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Ada apa?


__ADS_3

Jasson membuka pintu kamarnya tersebut dan terlihat wanitanya tengah berdiri tepat didepannya dengan tersenyum lebar. "Ah ternyata sudah selesai, Aku pikir belum." ucap Tiyara dengan senyumnya saat melihat suaminya tersebut menggunakan baju yang berbeda dari sebelumnya.


"Ada apa?." tanya Jasson dengan wajah datarnya.


"Aku tadikan sudah bilang akan kembali lagi nanti kebawah setelah mengganti baju." jawab Tiyara dengan senyum yang mengembang menatap suaminya tersebut.


Jasson tidak menjawabnya dan hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dan keluar dari kamarnya dan menutup pintu kamar tersebut.


Drittt


Ponsel Jasson berbunyi menandakan ada yang menghubunginya membuat Jasson langsung mengambil ponselnya yang berada disakunya tersebut dan terlihat itu adalah panggilan dari rumah sakit. "Siapa?." tanya Tiyara yang mencoba melihat siapa yang menelpon.


"Dari rumah sakit." jawab Jasson dan langsung mengangkat telpon tersebut.


"Halo." ucap Jasson saat telpon terangkat.


"Maaf dokter mengganggu, Dirumah sakit ada pasien yang harus dioperasi namun dokter bedah semuanya tidak ada, Semuanya sedang berada diluar negri saat ini dan anda satu satunya harapan kami untuk datang, Apakah anda juga tidak sedang dirumah?." ucap suster dari sebrang.


"Baiklah aku akan segera datang kerumah sakit." balas Jasson yang langsung mematikan ponselnya.


"Aku harus kerumah sakit sekarang, Kau tunggu dirumah jangan kemana mana, Diluar dingin." ucap Jasson yang kembali masuk kedalam kamar tanpa mengunci pintu kamar hingga Tiyara bisa masuk kedalamnya.


Jasson mengenakan kembali jaket tebal miliknya dan juga sepatu dan setelah itu keluar dengan tas yang berisikan alat medis ditangan. "Hati hati ya suamiku tercinta." ucap Tiyara memberikan satu kecupan didahi lelakinya tersebut.


Jasson tidak menjawabnya karna hawatir dia langsung berlalu keluar dari rumah dan mengeluarkan mobilnya dengan menggunakan jalan biasa yang tidak tertimbun oleh salju membuatnya bisa sedikit menaikkan kecepatan mobilnya untuk menuju kerumah sakit.


"Mumpung Jasson keluar, Aku juga akan keluar." ucap Tiyara yang langsung keluar dengan menggunakan baju yang ia kenakan tadi dan langsung masuk kedalam mobil.


"Bagaimanapun caranya aku harus segera menemukan siapa pembunuh ayah dan paman." ucap Tiyara yang langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman tersebut dan menuju kelokasi kejadian waktu itu.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bisa Jasson berpikiran seperti itu? Dia menginginkan aku mati." ucap Tiyara dengan tatapan yang masih pokus kedepan.


Jasson sampai dirumah sakit, Dengan tergesa gesa dia langsung masuk kedalam dan langsung disambut oleh dokter Syeri. "Semuanya sudah disiapkan?." tanya Jasson dengan wajah datarnya.


"Sudah dokter." jawab suster. Jasson tidak menjawabnya lagi dan langsung masuk kedalam ruangan operasi dengan beberapa perawat tapi tidak dengan Syeri karna itu bukan tugasnya.


Mobil mewah itu berhenti tepat didepan gendung yang sudah tua dan hancur itu. Tiyara langsung turun dari mobilnya dan menatap sekeliling bekas gedung itu. "Semenjak kejadian itu tempat ini tidak ada yang mencoba memperbaikinya, Selain sedikit horor tempat ini juga terpencil." ucap Tiyara dan melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung tersebut.


"Banyak pembunuhan yang terjadi disini, Namun sepertinya gedung ini benar benar didesain untuk tempat pembunuhan." ucap Tiyara dengan melihat banyaknya bekas tempat minyak dan korek.


Gukk..Gukkk..


"Ada anjing didaerah ini?." guman Tiyara dan mencari darimana asal suara anjing itu.


"Benar benar ada anjing, Kenapa kau bisa disini?." tanya Tiyara dengan mengusap kepala anjing itu.


"Mungkin anjing liar." guman Tiyara dengan senyum.


Anjing itu kembali berguguk kepada Tiyara dan berlalu dari sana berharap Tiyara mengikutinya namun Tiyara sama sekali tidak memperdulikannya dan malah berjalan bersebrangan dengan anjing itu sehingga anjing itu kembali kebelakang mendekat kearah Tiyara lagi dan berguguk lagi.


"Kau mau aku mengikutimu?." tanya Tiyara dengan mengusap kepala anjing itu.


Operasi berjalan lancar, Jasson langsung keluar dari ruangan operasi dan membuka maskernya. "Operasi berjalan lancar, Pasien selamat." ucap Jasson.


"Dokter terima kasih banyak dokter, Terima kasih." ucap orang tua pasien.


Tiyara berjalan mengikuti anjing tersebut hingga sampai diluar gendung itu. "Eh kalian?." ucap Tiyara saat melihat beberapa pengawalnya yang berada disana.


"Nona." sapa pengawal dengan memberi hormat.

__ADS_1


"Apa yang sedang kalian lakukan disini? Ini anjing kalian yang membawanya?." tanya Tiyara dengan mengusap kepala anjing tersebut.


"Iya nona, Kami yang membawa anjingnya." jawab pengawal tersebut.


"Ah baik, Sudah berapa kali kalian kemari mencari bukti apakah....."


"Kami menemukan ini nona, Hari ini disini." potong pemgawal dengan memberikan sehelai kain yang ditemukan disana.


Tiyara menerimanya dan mengambil kain tersebut. "Ini...."


"Kemungkinan besar itu adalah robekan baju pelaku saat tuan Watsons menariknya agar tidak kabur namun bajunya yang robek." jawab pengawal saat melihat Tiyara yang nampak penasaran.


Tiyara menatap lekat robekan baju tersebut yang tidak pernah dilihat olehnya. "Simpan ini ditempat bukti yang lain." ucap Tiyara dengan memberikan kembali robekan kain tersebut kepada pengawal.


"Baik nona." jawab pengawal dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


"Dery dimana?, Apa dia yang menyuruh kalian kemari?." tanya Tiyara yang tidak menemukan Dery.


"Iya tuan Dery yang menyuruh kami kemari, Dia sedang ada rapat penting diperusahaan." jawab pengawal tersebut.


"Katakan kepadanya besok aku akan kekantor, Aku akan pergi, Aku juga tidak menemukan apapun didalam, Karna sudah keluar jadi malas untuk masuk kembali, Kalian lanjutkan saja pencarian barang bukti atau jejak." ucap Tiyara dengan berjalan kearah mobilnya dan masuk kedalamnya.


"Hati hatilah kalian, Aku akan pergi." ucap Tiyara dengan senyumnya dan langsung menyalakan mesin mobil dan langsung berlalu dari sana.


"Tuan Dery sudah menemukan siapa yang membunuh tuan Watsons dan juga tuan Drean, Namun dia belum mengatakan apapun kepada kita ataupun nona." ucap pengawal.


"Iya, Mungkin ada yang disembunyikan olehnya." jawab pengawal lain.


"Sudah satu bulan tidak kerumah sakit dan hanya mengawasi lewat komputer saja." ucap Tiyara dan berbelok masuk kedalam pekarangan rumah sakit.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobilnya Tiyara langsung turun dari mobil tersebut dan berjalan menelusuri lorong rumah sakit untuk keruangan suaminya. "Jasson." teriak Tiyara saat melihat suaminya yang baru saja hendak masuk kedalam ruangannya bersama dengan Syeri mengikutinya dari belakang.


Jasson dan juga Syeri langsung menoleh kebelakang dan terlihat Tiyara berjalan cepat kearah suaminya tersebut. "Cih wanita itu mencoba menggoda suamiku?, Jangan harap karna dicerita hidupku tidak ada ******." umpat Tiyara yang langsung menggapai lengan kekar tersebut.


__ADS_2