My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Zhara


__ADS_3

“Jelas saja kami akan datang nona, Tapi kemungkinan agak sedikit terlambat.” Jawab Feiy dengan senyumnya sedangkan Dery hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakannya.


“Tidak apa apa yang penting kalian datang.” Balas Tiyara dengan senyumnya menatap mereka.


“Aku akan segera menemukanmu.” Guman Jasson dengan mengusap walpaper ponselnya tersebut.


Jasson menyandarkan tubuhnya disandaran kursi dan menatap keluar pesawat dengan bibir yang tersenyum lebar. “Tunggu aku menjemputmu kembali.” Gumannya dengan senyum senang menatap keluar jendela.


“Ayah.” Suara anak kecil memanggilnya bisa didengar cukup jelas olehnya sehingga dirinya menoleh kepada suara tersebut.


“Qiao.” Sampa balik Jasson yang bertemu dengan Quenza dan Qiao dipesawat yang sama.


“Jadi juga kau ke amerika?.” Tanya Quenza dengan wajah mengejeknya.


“Em, Tidak baik selalu menolak undangan.” Jawab Jasson dengan senyumnya dan menggendong Qiao dan mendudukkan anak itu diatas pahanya.


“Cih selama dua tahun aku bertemu dengannya dia tidak pernah tersenyum senang seperti ini, Pasti bibi sudah menghasutnya agar dia ke amerika.” Guman Quenza dengan senyumnya dan mendudukkan tubuhnya dihadapan Jasson sebab bangkunya berhadapan.


“Apa yang kau siapkan saat kau sudah menemukan Tiyara?.” Tanya Quenza dengan memainkan tablet miliknya.

__ADS_1


“Kau tidak perlu tau itu.” Balas Jasson dengan wajah datarnya dan hanya berfokus kepada Qiao yang tengah menonton diatas pahanya.


“Cih.” Umpat Quenza kesal.


Dua hari berikutnya.


“Huh.” Tiyara membuang nafas panjang dan berdiri menggunakan tongkat dihadapan cermin. Bibirnya perlahan membentuk sebuah senyuman senang.


“Hey apa lagi yang kau tunggu, Ayo.” Ajak Yasmin teman sekelas nya yang benar benar mau berteman dengannya dan membantunya.


“Naik, Biar aku membantumu.” Ucap Yasmin kembali dengan senyumnya. Tiyara mengiyakannya dan duduk diatas kursi roda meskipun dia sudah biasa menggunakan tongkat namun setiap bersama Yasmin dia tidak diperbolehkan menggunakan tongkat dan hanya dibolehkan menggunakan kursi roda saja.


“Mami dan papimu mana?.” Tanya Tiyara yang tidak menemukan kedua orang tua Yasmin.


“Mereka menggunakan mobil lain dan sudah berangkat terlebih dahulu.” Jawab Yasmin dengan senyumnya. Tiyara hanya menganggukkan kepalanya dan mobilpun melaju dengan kecepatan sedang menuju ke universitas keduanya.


“Yatuhan sudah dua hari aku di amerika namun aku masih tidak menemukan istriku.” Guman Jasson yang terlihat sedikit prustasi sebab belum menemukan Tiyara.


“Tuan hari ini ada undangan dari universitas xxxx, anda akan pergi bukan?.” Tanya Derwin yang ikut bersamanya.

__ADS_1


“Em.” Jawab Jasson dan meninggalkan ruang santai dan menuju kekamarnya. Lelaki itu memilih untuk mandi terlebih dahulu dan setelah itu bersiap hingga selesai dia berangkat bersama dengan Derwin menuju ke kampus yang dimaksud.


“Istriku dimana tuhan?.” Gumannya dengan kepala yang menengadah menatap langit langit mobilnya.


“Tunggu dulu, Kau jangan macam macam.” Ucap Yasmin saat Tiyara hendak turun.


“Iya.” Jawabnya dengan senyumnya. Yasmin langsung mendorong kursi roda menuju kedekat pintu Zhara dan membantunya naik keatasnya.


Jasson dan Derwin baru sampai dengan mobil yang terhenti sejenak sebab menunggu mobil didepan. “Nona.” Guman Derwin dengan mata yang membulat saat melihat wanita yang mirip dengan Tiyara dihadapan mereka.


“Zhara.” Sapa Frengky saat Zhara dan Yasmin sampai. Nama Tiyara sudah berubah menjadi Zhang Yara dengan panggilan Zhara, Dia memiliki beberapa teman dan yang memang selalu berada disampingnya adalah Yasmin dan Frengky.


“Lama sekali kalian sampai.” Ucap Frengky dengan senyumnya.


“Bukan urusanmu Frengky yang jelas kami sampai saat acara belum dimulai.” Pelotot Yasmin menatapnya.


“Sudahlah, Kalian berdua ini ayo masuk.” Ajak Zhara dengan mendorong sendiri kursi rodanya namun langsung diambil alih oleh Frengky.


“Wah siapa itu? Tampan sekali?.” Anak anak yang ada didepan ruangan nampak sedikit gaduh saat seseorang turun dari mobil begitupun dengan Yasmin yang kakinya berhenti.

__ADS_1


“Siapa yang mereka maksud?.” Tanya Yasmin dan menoleh kebelakang.


__ADS_2