My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Tenanglah


__ADS_3

Tiyara melepaskan pelukannya dari Dery dan mengambil tongkatnya dan menuju kedekat pintu. Dia melihat kamera yang terhubung dengan kamarnya dan terlihat para penjaga menyeret lelaki yang sangat ia cintai. “Aku bukannya tidak ingin kembali, Hanya saja aku tidak dibutuhkan lagi.” Guman Tiyara dengan tangan menyeka air mata yang sempat menetes.


“Beraninya kalian.” Teriak Jasson dengan wajah yang berkeringat dan kesalnya.


“Tuan tenanglah.” Pengawalnya datang mencoba mendinginkan hatinya namun Jasson yang tidak terima terus mencoba menerobos sehingga membuat para pengawalnya membawa paksa dirinya dan memasukkanny kedalam mobil.


“Maaf tuan, Dengan anda marah marah seperti tadi itu tidak baik untuk anda maupun nona, Lebih baik anda mencari cara dan waktu lain untuk mencoba membujuk nona.” Ucap pengawal dengan sopannya.


Jasson menatap tajam pengawal tersebut hingga akhirnya dia menarik nafas perlahan dan membuangnya sehingga membuat dirinya tenang. “Ambil kamar yang ada didekat kamar Tiyara untukku.” Ucap Jasson dengan menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya setelah itu dia menatap keluar jendela.


“Baik tuan, Hal ini akan saya serahkan kepada tuan Derwin.” Balas Pengawal dengan menyalakan mesin mobil.


“Jangan kemana mana, Aku akan tetap disini, Jika kau ingin pergi bawalah mobil yang aku bawa tadi.” Ucap Jasson dengan wajah datarnya kepada pengawal.


“Baiklah tuan, Saya akan menemani anda disini.” Balas pengawal dengan tidak tega meninggalkan Jasson sendiri.

__ADS_1


Jasson mengeluarkan ponselnya dan membuka untuk pengiriman pesan kepada Tiyara. “Aku tidak akan memaksamu lagi, Tapi aku mohon jaga dirimu dan minum obat agar kau segera sembuh.” Jasson mengirimkan pesan tersebut kepada Tiyara.


Ting


Ponsel bebunyi sehingga membuat Tiyara yang baru saja selesai meminum obat meraih ponselnya tersebut dan ternyata itu adalah pesan dari Jasson.


Ting


Ponsel kembali menerima pesan. “Hey apa kau sudah kembali? Papa dan mama ku menghawatirkanmu.” Isi pesan dari Yasmin.


“Baik aku akan kesnaa.” Balas Yasmin pula.


“Zhara sudah diapartemennya ma, Pa, Yasmin boleh kesana?.” Tanya Yasmin.


“Dia sudah kembali?.” Tanya ibu Yasmin dengan wajah terlihat senang.

__ADS_1


“Iya.” Jawab Yasmin dengan senyumnya.


“Syukurlah, Pergilah main kesana, Nanti saat papamu selesai kami akan menyusul kesana.” Ucap mama Yasmin dengan senyumnya.


“Yasudah aku pergi terlebih dahulu.” Pamit Yasmin dan meninggalkan kediamannya dan masuk kedalam mobil dan melaju menuju keapartemen Tiyara.


Tok tok tok


Derwin mengetuk kaca mobil dan langsung dibuka oleh Jasson. “Semuanya sudah diurus tuan, Kamar anda berada tepat dihadapan kamar nona.” Ucap Derwin dengan menyodorkan kartu kamar kepada Jasson.


Jasson langsung turun dan menerima kartu tersebut dengan dirinya yang sudah rapi dan tidak berpenampilan seperti tadi. “Terima kasih.” Ucap Jasson dengan wajah datarnya dan berjalan masuk kembali menuju ke apartemen.


Penampilan yang berbeda dan cara berjalan yang tegas membuat para pengawal dan pelayan memberi hormat kepadanya dengan semuanya yang tau siapa dirinya. Derwin mengikuti dari belakang dan mereka bertiga masuk kedalam lift. Derwin memencet lantai yang ingin mereka tuju dengan Jasson yang terus saja memasang wajah datarnya.


“Sebentar, Tunggu.” Terdengar teriakan dari luar dan tangan yang menahan lift agar tidak bergerak. Derwin, Pengawal dan juga Jasson menatap orang itu dengan wajah datar dan bingung mereka namun Jasson dia menatap wanita itu dengan tatapan tajam seperti kesal.

__ADS_1


__ADS_2