My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Memutuskan untuk ke Amerika


__ADS_3

“Jasson.” Roky menghadap kearahnya.


“Kau memang bersih, Suci dan tidak bermain kotor, Kau tidak mengetahui trik orang orang sepertinya menghilangkan jejak dirinya seutuhnya sampai tidak ditemukan oleh siapapun.” Ucap Roky dengan wajah datrnya.


“Bagaimana bisa kau mengatakan itu hal kotor?.” Tanya Jasson dengan wajah datarnya.


“Aku tidak mengatakan hal itu kotor, Hanya saja kau tidak mengetahui hal tersebut itu sebabnya kau stuck disini dan masih belum menemukan Tiyara.” Jawab Roky.


“Aku akan segera menemukannya, Kau tidak usah berbicara seperti itu.” Balas Jasson dengan kesalnya.


“Dery, Dia masih memiliki kekuasaan R.A grup, Saham atas namanya juga cukup banyak sehingga tidak menutup kemungkinan bukan jika dia yang menghilangkan seluruh jejak Tiyara?.” Tanya Roky.


Jasson diam dan hanya menatap lelaki itu. Roky tersenyum dan memegang bahu lelaki itu. “Pergilah menghadiri acara itu, Jikapun bukan untukmu kau seharusnya tidak memburukkan nama Tiyara.” Ucap Roky dan langsung meninggalkan Jasson.

__ADS_1


“Anak bodoh ini, Apa dia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Roky sampai terus kekeh tidak ingin pergi?.” Umpat Rere yang kesal akan Jasson yang tidak mau pergi itu.


Malam harinya.


Jasson pulang kerumah Tiyara dengan ibunya yang berada dirumahnya bersama Quenza dan Qiao. Jasson masuk dengan disambut beberapa pelayan dan menaiki anak tangga. Dia mengeluarkan kunci ruangan pribadi milik Tiyara dan membuka pintu ruangan tersebut. “Huh.” Lelaki itu menatap kembali sekeliling ruangan tersebut dengan bibirnya yang langsung tersenyum lebar.


“Jikapun ini semua tidak ada aku pasti akan tetap sangat mencintaimu.” Ucap Jasson dengan senyumnya menatap barang barang disana yang mungkin adalah ungkapan cintanya kepada Jasson.


Jasson mengeluarkan buku yang belum sempat ia baca dari kotak yang terkunci itu dan membacanya perlahan. “Memang salahku yang memikirkan balas dendam tanpa tau kebenaran.” Guman Jasson yang mengetahui apapun tentang Tiyara dari buku itu.


“Urus penerbangan ke amerika malam ini.” Ucap Jasson yang langsung mematikan telpon tersebut.


“Cepat uruslah, Sebelum dia berangkat aku akan kesana dan tinggal disana lagi.” Ucap Rere eengan senyumnya kepada Derwin saat bisa mendengar perkataan putranya barusan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Rere datang dan melihat putranya membawa koper kecil. “Aku baru saja ingin pulang kerumah untuk berpamitan kepada mama.” Ucap Jasson saat melihat ibunya yang datang kepadanya.


“Mau kemana?.” Tanya Rere berpura pura tidak tau.


“Aku ada urusan di amerika, Mungkin seminggu aku akan kembali, Jika mama merasa bosan dan kesepian susul aku atau tidak pergilah jalan jalan kemanapun kau mau dan kau Derwin harus menemani Mama.” Ucap Jasson langsung dengan memeluk ibunya tersebut.


“Baik tuan, Penerbangan akan dilakukan jam delapan nanti.” Ucap Derwin. Jasson melihat jam yang melingkar ditangannya dan hampir jam delapan.


“Yasudah ma aku berangkat.” Pamit Jasson dan langsung naik kedalam mobil yang sudah disediakan.


“Dua hari lagi aku akan wisuda, Apa kalian akan datang?.” Tanya Tiyara dengan senyum yang mengembang menatap Feiy dan Dery dari layar ponselnya.


“Jelas saja kami akan datang nona, Tapi kemungkinan agak sedikit terlambat.” Jawab Feiy dengan senyumnya sedangkan Dery hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakannya.

__ADS_1


“Tidak apa apa yang penting kalian datang.” Balas Tiyara dengan senyumnya menatap mereka.


“Aku akan segera menemukanmu.” Guman Jasson dengan mengusap walpaper ponselnya tersebut.


__ADS_2