My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Mau apa kau?


__ADS_3

“Hah? Yang benar saja sakit dadamu kambuh?.” Tanya Yasmin yang tidak percaya akan penjelasan singkat itu.


“Hanya sedikit sakit, Namun sudah diberikan obat oleh dokter.” Jawab Zhara dengan senyumnya.


“Zhara kau masih bisa tersenyum santai seperti ini disaat jantungmu kambuh, Bagaimana bisa ini terjadi, siapa yang berani menyekapmu?.” Ketus Yasmin yang terlihat kesal.


“Tidak apa apa, Aku sudah baik baik saja.” Balas Tiyara dengan senyumnya yang mencoba meredakan emosi Yasmin.


“Bagaimana bisa kau berbicara baik baik saja saat kau hampir sekarat.” Ketus Yasmin kembali dengan kesalnya sambil mengangkat ponselnya.


“Mau apa kau?.” Tanya Tiyara dengan wajah bingungnya.


“Jelas saja ingin menghubungi dokter agar dia kemari dan memeriksamu.” Balas Yasmin dengan mengangkat ponselnya ketelinga namun Tiyara langsung menghentikannya.


“Tidak usah, Aku baru saja kembali dari rumah sakit, Jika tidak percaya tanya saja kepada paman.” Ucap Tiyara dengan merampas ponsel Yasmin dan mematikan telpon yang baru saja terhubung itu.

__ADS_1


“Benar itu paman? Zhara tidak mengancammu lagi kan?.” Tanya Yasmin kepada Dery yang hanya memperhatikan mereka.


“Benar nona Yasmin, Nona Zhara baru saja kembali dari rumah sakit dan dokter memberikan obat kepada nona Zhara agar nona Zhara bisa meminumnya dan mengurangi sakit dan menyembuhkan luka didada nona Zhara.” Jelas Dery singkat dengan senyumnya namun Yasmin tidak semudah itu percaya kepada Dery dan juga Zhara dan menatap tajam kepada Zhara.


“Mana obatnya?.” Tanya Yasmin dengan tangan yang menengadah meminta obat yang dimaksud.


Dery memberikannya. “Ini nona.” Ucap Dery dengan menyodorkan obat yang diminta oleh Yasmin.


Yasmin mengambil kembali ponselnya dari Zhara dan memotret obat tersebut dan mengirimkan gambar itu kepada dokter yang memang dikhususkan oleh keluarganya untuk merawat Tiyara. “Awas saja jika kau bohong.” Ucap Yasmin dengan wajah sedikit kesalnya dan meletakkan obat itu disamping ranjang.


“Kenapa mereka tidak terlihat ciri ciri ingin keluar.” Ucap Jasson yang mengintip dari kamera yang terhubung didalam kamarnya untuk melihat keluar.


“Mungkin saja nona sedang istirahat tuan.” Jawab Derwin.


“Em, Benar juga, Mungkin saja dia kan memang harus banyak istirahat.” Balas Jasson yang sedikit tenang mendengar jawaban tersebut dan kembali membaringkan tubuhnya diatas sofa yang ada diruang tamu didalam apartemen tersebut.

__ADS_1


Jasson menatap langit langit kamarnya dan bibirnya langsung membentuk sebuah senyuman. “Tiyara terlihat masih mengingatku kan?.” Tanya Jasson kepada Derwin namun Derwin tidak merespon.


“Sepertinya memang dia masih mengingatku, Hanya saja mungkin dia masih belum memaafkanku makanya jadi seperti ini, Aku yakin jika dia masih sangat mencintaiku.” Sambung Jasson dengan percaya dirinya sedangkan Derwin hanya tersenyum lebar menanggapi perkataannya.


“Oh iya, Kau jangan memberitahu mama terlebih dahulu tentang aku yang sudah menemukan Tiyara dan juga aku akan menetap disini hingga Tiyara mau kembali ke beijing bersamaku.” Ucap Jasson dengan senyum percaya dirinya.


“Maaf tuan, Namun nyonya terlebih dahulu menemukan nona dari anda.” Guman Derwin dengan senyum dan kepala yang memgangguk menanggapi ucapan Jasson.


“Lapar sekali.” Ucap Tiyara dengan memegang perutnya.


“Kau ingin makan apa? Biar aku yang masak untukmu.” Ucap Yasmin dengan senyumnya.


“Maaf nona, Tapi…….”


Ding…dong

__ADS_1


Bel berbunyi sehingga membuat ucapan Dery terpotong dan semuanya menatap kepintu. “Saya lihat terlebih dahulu nona siapa yang datang, Permisi.” Pamit Dery sopan dan meninggalkan Tiyara dan Yasmin didalam kamar tersebut.


__ADS_2