My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Cuma Kenapa?


__ADS_3

Jasson membuka mulutnya sehingga membuat Tiyara kebingungan. "Aa." Jasson berharap agar istrinya menyuapinya makan dan Tiyara yang sadar langsung menyuapi suaminya tersebut.


Jasson tersenyum dan di balas senyuman pula oleh Tiyara meskipun wanita itu masih terlihat kebingungan akan tingkah suaminya hari ini namun dia tidak mempertanyakan hal tersebut kepada nya dan hanya membiarkan nya saja.


"Besok kau masuk kerja?." tanya Tiyara sambil tangannya menyuapi suaminya.


"Iya, Cuma......" Jasson menatap pergerakan tangan istrinya dan terlihat tangan wanita itu seperti baik baik saja.


"Cuma kenapa?." tanya Tiyara dengan wajjah bingungnya.


"Bahu mu masih sakit?." tanya Jasson dengan menatap lekat wajah wanita itu.


Tiyara menggoyangkan lengannya dan dia sudah tidak merasakan sakit sama sekali. "Tidak, Sepertinya sudah baik baik saja." jawab Tiyara dengan senyumnya.


"Boleh aku memeriksa nya?." tanya Jasson.


"Boleh." jawab Tiyara dengan senyumnya dan dengan senang hati mengizinkan suaminya memeriksa bahunya yang baru saja sembuh.


Jasson mendekatkan kursinya ke dekat kursi istrinya, Dia menyingkap sedikit baju istrinya yang menutupi bahu itu dan melihat luka istrinya masih seperti kemarin dan hanya kering sedikit. "Bagaimana? Sudah baik baik saja kan?." tanya Tiyara.


"Luka mu masih lembab, Setelah makan ikuti aku untuk mengganti perbannya." ucap Jasson yang kembali duduk seperti semula.

__ADS_1


"Em, Bantu aku menghabiskan makanan ini." ucap Tiyara dengan senyumnya dan kembali menyuapi suaminya agar menghabiskan makanan yang cukup banyak itu bersama.


Setelah selesai makan.


Tiyara berjalan keluar dari rumah sehingga membuat Jasson menghentikan langkah kakinya dan menatap istrinya yang hendak keluar rumah. "Mau kemana kau?." tanya Jasson menghentikan langkah kaki wanita itu.


"Berkeliling diluar sebentar, Kau mau ikut?." tanya Tiyara dengan menatap lelakinya tersebut.


"Aku kan tadi bilang jika selesai makan ikut denganku, Perban di bahumu harus di ganti." balas Jasson dengan wajah datarnya dan meraih tangan istrinya tersebut.


"Tapi aku ingin berkeliling." rengek Tiyara dengan menghentikan langkah kakinya.


"Perbanmu harus di ganti dulu, Jangan membantah." jawab Jasson dengan wajah datar dan nada suara yang sedikit meninggi sehingga hal tersebut membuat Tiyara memasang wajah masamnya dan tidak mengeluarkan suara apapun.


"Duduk." pinta Jasson dan Tiyara mengikuti ucapan lelaki itu dan mendudukkan tubuhnya diatas ranjang. Jasson tidak sadar akan wajah masam istrinya yang di tampakkan tadi dan mengambil obat yang ada di dalam ruang obat dan perban yang di perlukannya dan setelah itu baru dia kembali mendekat kepada istrinya.


Jasson mendudukkan tubuhnya diatas ranjang dihadapan istrinya sedangkan Tiyara masih saja memasang wajah kesalnya. Jasson membuka baju bagian bahu istrinya dan duduk di belakang istrinya.


Jasson melepaskan perban yang lama dan membersihkan luka itu dan memasangkan obat. "Apa tidak perih?." tanya Jasson dengan wajah takutnya, Takut istrinya kesakitan.


"Tidak." jawab Tiyara yang masih saja kesal dengan nada suara yang tidak enak di dengar.

__ADS_1


Jasson tidak mengeluarkan suaranya lagi dan kembali berpokus mengobati luka istrinya, Hingga merasa obat sudah cukup kering dia baru mengenakan perban dibagian luka itu."Tidak usah marah lagi, Nanti setelah mengobati luka mu baru kita berjalan keluar." ucap Jasson semsambil mengenakan perban di bagian luka istrinya.


Tiyara yang awalnya kesal seketika langsung tersenyum, Moodnya kembali baik dan menatap suaminya. "Benar? Kau tidak berbohong kan?." tanya Tiyara dengan wajah girangnya dan hendak membalikkan tubuhnya.


"Hey jangan bergerak." ucap Jasson dengan wajah datarnya dan membalikkan kepala istrinya kembali seperti awal.


"Baik aku tidak akan banyak gerak, Ingat ya Jasson, Kau sudah berjanji kepadaku." ucap Tiyara dengan wajah senangnya. Jasson hanya diam dan tersenyum saja akan suara senang istrinya yang mengajaknya untuk pergi.


"Sudah." ucap Jasson dengan senyumnya. Tiyara langsung membalikkan tubuhnya dan mencium wajah suaminya tersebut.


"Terima kasih banyak, Ayo kita keliling diluar." ajak Tiyara dengan wajah senangnya. Jasson yang sudah biasa mendapatkan ciuman tiba tiba hanya diam dan membalas senyuman dari istrinya itu.


Jasson mengangkat tangannya dan mengusap kepala wanita itu. "Yasudah ayo." terima Jasson dengan senyumnya. Tiyara menganggukkan kepalanya dan langsung berdiri dengan tangannya yang menggenggam tangan Jasson.


"Ayok." ajak Tiyara kembali dengan wajah senangnya. Jasson menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan istrinya dan mengikuti langkah kaki istrinya yang mengajaknya pergi keluar dari rumah.


Dengan Hati yang senang Tiyara berjalan mendahului Jasson dan menikmati malam yang cukup indah di sana, Meskipun di kawasan sana hanya di penuhi oleh tumbuhan saja namun para tumbuhan itu terlihat indah dengan lampu lampu yang menghiasi mereka.


"Kau yang merombaknya ya?." tanya Tiyara menatap suaminya tersebut.


"Em." Jasson mengiyakan pertanyaan wanita itu sedangkan Tiyara kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Suasana indah sangat menenangkan hati sehingga Tiyara sangat menikmati suasana malam disana. "Aku benar benar sudah tidak menemukan suasana seperti ini dimana pun, Dan sekarang aku tinggal di daerahnya dan bersama orang yang aku cintai." guman Tiyara dengan wajah senangnya.


__ADS_2