
Keesokan harinya.
Jasson membukakan perlahan matanya dan dia langsung menemukan istrinya yang berada didekapannya dengan bagian bahu yang terbuka. "Apa...." Jasson mengingat apa yang terjadi tadi malam dan ternyata dia dan istrinya sudah melakukan hubungan suami istri tadi malam.
"Ah ****, Apakah dia akan..."
"Em." Tiyara menggeliat dan menggerakkan bagian kakinya.
"Ah." teriak wanita itu saat bagian pangkal pahanya yang terasa sakit.
"Sudah aku duga." guman Jasson saat mendengar teriakan tersebut.
"Jangan banyak bergerak, Kembalilah tidur." bisik Jasson dengan menenggelamkan kepala wanitanya didada bidangnya tersebut.
Tiyara terdiam dan mengingat apa yang terjadi tadi malam. "A-apa?, A-aku memberikan mahkotaku kepada...." Tiyara mendongakkan kepalanya dan terlihat dihadapannya adalah suaminya
"Ah syukurlah, Aku memberikannya kepada orang yang tepat." bisiknya dan melingkarkan tangannya dipinggang suaminya tersebut.
"Apa kau berpikir aku orang yang tepat untukmu memberikan mahkotamu itu?." tanya Jasson dengan wajah bingungnya namun sedikit sedih saat malam pertamanya malah dilakukan karna wanitanya diberikan obat.
"Iya, Kau suamiku dan aku mencintaimu, Aku juga menjaganya hingga tadi malam karnamu." jawab Tiyara dengan senyumnya.
"Apakah ini pertama kalinya untukmu?." tanya Tiyara.
"Em." jawab Jasson.
"Eh kenapa berbicara seperti ini." ucap Jasson yang sadar jika dia berbicara sudah kemana mana.
"Hem, Menggemaskan sekali." ucap Tiyara dengan diiringi oleh tawa saat mendengar ucapan tersebut.
Satu jam berlalu.
"Kau masih tidak ingin bangun?." tanya Jasson akan istrinya yang masih berada dipelukannya.
"Aku sedang tidak mengenakan apa apa makanya belum bangun." jawab Tiyara dengan wajah sedikit kesalnya. Jasson tidak menjawabnya dan menatap kekanan dan kekiri mencari paperbag yang ia ambil tadi malam.
"Ini pakaian untukmu." ucap Jasson dengan menyodorkan paperbag tersebut kepada Tiyara.
__ADS_1
"Kapan kau membelinya?." tanya Tiyara dengan menerima pakaian tersebut.
"Sopir membelinya bersamaan dengan obatmu." jawab Jasson dengan wajah datarnya.
"Baik." balas Tiyara dan berdiri dari duduknya. Dia menarik baju handuk yang ada disana dan langsung mengenakannya dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Hah, Sedikit ada rasa aneh." ucap Tiyara dengan kedua tangan yang memegang wajahnya.
"Ini pertama kalinya untukku, Sakit sekali." guman Tiyara dengan sedikit menundukkan tubuhnya akibat masih saja terasa sakit.
"Bukankah dia tadi kesakitan?." guman Jasson yang langsung mengenakan handuk dan berjalan kekamar mandi.
"Kau tidak apa apa didalam?." teriak Jasson dari luar.
"Tidak, Aku baik baik saja." jawab Tiyara dengan sesegera mungkin membersihkan tubuhnya dan mengenakan pakaiannya dan setelah itu langsung keluar.
Wajah yang kesakitan sangat bisa dilihat oleh Jasson. "Pangkal pahamu masih sakit?." tanya Jasson yang sedikit ragu. Tiyara langsung menundukkan kepalanya, Wajahnya memerah dan sedikit hangat saat mendengar pertanyaan tersebut.
"T-tidak, I-ini tidak apa apa." jawab Tiyara dengan kepala yang masih menunduk.
"Tidak mungkin tidak apa apa, Didunia medis wanita yang baru pertama kali melakukannya akan merasakan sakit karna...."
"Haiiisss Jasson ini semuanya di hubungkan dengan medis." ucap Tiyara dengan wajah sebalnya.
Tiyara menatap kedepan, Menatap kaca yang menampakkan dirinya, Bibirnya langsung mengembang membentuk sebuah senyuman saat mengingat aa yang sudah ia lakukan tadi malam. "Aku bahagia." ucap Tiyara dengan senyum senangnya.
"Meskipun Jasson belum mencintaiku, Aku sudah sangat mencintainya dan memberikan seluruh hidupku kepad suamiku itu." sambungnta dengan tersenyum lebar.
Setelah cukup lama di dalam kamar mandi akhirnya Tiyara keluar dan Jasson langsung menghampirinya. "Apakah baik baik saja? Kenapa lama sekali?." tanya Jasson dengan wajah hawatirnya.
"Aku baik baik saja sayang, Kau tidak usah hawatir." jawab Tiyara dengan senyum lebarnya.
Jasson menatap lekat wajah yang tersenyum lebar itu. "Kau benar benar tidak apa apa?." tanya Jasson kembali memastikannya.
"Iya aku tidak apa apa." jawab Tiyara dan menjinjitkan kakinya, Wanita itu langsung memberikan ciuman di bibir suaminya tersebut.
"Aku benar benar tidak apa apa, Kau mandi saja aku akan mengenakan baju dan setelah itu kita cari makan." ucap Tiyara dengan senyum sambil memegang kedua tangan suaminya sedangkan Jasson hanya menatap hawatir akan istrinya tersebut.
__ADS_1
Tiyara melepaskan tangannya dan melangkahkan kakinya meninggalkan Jasson. "Aiiss, Aku lupa jika tidak memiliki baju." guman Tiyara yng ingat jika dia tidak memiliki baju dihotel itu.
Jasson mengambil paper bag yang berisikan baju milik istrinya yang sudah di antarkan oleh penjaga. "Ini baju untukmu." ucap Jasson dengan menyodorkan paper bag tersebut.
Tiyara menerimanya dengan senang hati. "Terima kasih banyak suamiku." ucap Tiyara dengan senyumnya. Jasson tidak merespon dan masih menatap istrinya itu dengan tatapan kosong.
"Hem? Mau melihatku ganti baju?." tanya Tiyara saat suaminya yang hanya diam saja. Jasson masih diam saja dan Tiyara yang tidak melihat Jasson merespon langsung melepaskan baju handuknya dengan tubuh yang membelakangi Jasson.
Jasson yang sadar langsung membuang pandangnya sehingga Tiyara menoleh ke belakang menatap suaminya itu. "Kenapa membuang pandangan mu? Bukankah ingin melihatnya lagi." tanya Tiyara.
"Aku akan mandi." ucap Jasson dan langsung meninggalkan Tiyara dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Astaga aku melupakan bekas ini, Apakah dia melihatnya?." guman Tiyara dengan menyentuh bekas luka di punggungnya itu.
"Apakah ini menjijikkan?." gumannya kembali yaang hawatir jika Jasson jijik akan bekas lukanya itu.
"Hah." Jasson berdiri dibawa shower dan memejamkan matanya.
"Ya tuhan, Aku sudah memberikan semuanya kepada wanita asing itu." guman Jasson dengan tangan yang langsung menggepal.
"Hah." Jasson kembali membuang nafas panjangnya.
Driitttt
Ponsel berbunyi sehingga Tiyara langsung meboleh ke arah ponsel dan langsung mengangkat telpon itu. "Halo." ucap Tiyara saat telponnya sudah terangkat.
"Nona, Apakah nona baik baik saja? Saya melihat berita tadi malam yang mengatakan anda dibawa lelaki asing per......."
"Apa katamu?." potong Tiyara dengan wajah datar dan kesalnya.
Tiyara langsung menyalakan televisi dan terlihat berita tentang dirinya sudah beredar. "Apa nona tidak melihat berita yang ada di televisi?." tanya Dery daru sebrang telpon.
"Beraninya mereka menampakkan wajah Jasson." ucap Tiyara geram saat wajah suaminya terpampang jelas.
"Tutup seluruh kantor entertaiment yang menayangkan berita ini dan bawakan penguntit yang mengambil gambar dan vidio ini kepadaku, Masalah klarifikasi nanti itu urusanku, Jika aku ingin melakukan klarifikasi akan aku hubungi jika tidak kau tidak usah menanyakan apapun." ucap Tiyara kesal dan langsung mematikan telponnya sedangkan Jasson yang sudah mendengarkan perkataan istrinya barusan hanya diam dan menyaksikan berita yang ada di televisi.
"Beraninya mereka mengekspos wajah suamiku, Akan kupatahkan tangan kalian yang....."
__ADS_1
"Jasson." ucap Tiyara saat sadar ada suaminya yang sudah mematung di depan kamar mandi dan langsung mematikan televisi yang masih menyala itu.
"Kau sudah selesai?." tanya Tiyara dengan mendekat dan tersenyum melihatnya.