My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Berdebar


__ADS_3

"Kau...."


"Aku tidak sopan?, Apakah ada istri yang mengizinkan wanita yang menyukai suaminya berdekatan dengan suaminya hah?." potong Tiyara dengan melototkan matanya dan kembali memakan makanannya.


Jasson membuang nafas panjang dan ikut melahap makanannya dari pada harus berdebat lebih baik dia makan daripada waktu makan siangnya habis.


Dritttt..


"Cih menganggu saja." umpat Tiyara dan mengambil ponselnya yang ada didalam saku coat nya dan melihat siapa yang menghubunginya dan ternyata itu adalah nomor pengawal.


"Ada apa?, Kau menganggu makan siangku bersama suamiku." ketus Tiyara dengan wajah kesalnya sehingga membuat Jasson menatap kearahnya.


"Maaf nona, Kami ingin melaporkan kepada anda bahwa wanita yang mencuri diperusahaan bulan lalu melarikan diri."


Brakkk...


"Apa yang kau katakan?." teriak Tiyara dengan memukul meja restoran tersebut dan berdiri dari duduknya sehingga membuat seluruh orang yang ada direstoran tersebut menoleh kearahnya begitupun Syeri dan juga Yihan.


"Kenapa berteriak?." tanya Jasson yang tidak memperdulikan sekitarnya. Menganggap orang sekelilingnya adalah patung membuatnya tidak memperdulikan mereka.


"Ah **** aku lupa jika sedang ditempat umum." umpat Tiyara dan kembali duduk dengan ponsel yang ada ditelinganya.


"Maaf, Maaf." ucap Tiyara kepada orang orang yang melihatnya dengan senyumnya dan itu didengar oleh pengawal.


"Kenapa berteriak?, Apa yang terjadi?, Siapa yang menelpon sehingga kau nampak emosi?." tanya Jasson dengan membersihkan tangan istrinya yang terkena makanan itu menggunakan tisyu.


"Cih." umpat Syeri dengan menggenggam garpu yang ada ditangannya akibat kesal melihat Jasson yang perhatian kepada Tiyara.


Tiyara terdiam dia menatap lekat suaminya yang tengah membersihkan tangannya tersebut. Wajah yang nampak kesal langsung tersenyum senang saat mendapatkan perhatian kecil itu sehingga membuatnya menurunkan ponsel dari telinganya dan langsung mematikan telpon yang masih terhubung itu. "Kenapa hanya diam?." tanya Jasson dengan mendongakkan kepalanya menatap istrinya.


Wajah yang tersenyum manis dan sangat terlihat cantik membuat lelaki itu ikut terdiam.


Deggg..


"Astaga apa yang terjadi?." guman Jasson dengn memegang dadanya akibat jantungnya yang berdekat kencang.


"Tidak terjadi apa apa." jawab Tiyara dengan senyum yang mengembang menatap suaminya tersebut. Jasson melepaskan tangannya dan mengalihkan pandangnya dari wanita itu.

__ADS_1


"Habiskan makananmu, Sebentar lagi jam makan siangku habis." ucap Jasson dengan wajah datarnya namun memerah.


"Em. Wajahmu memerah?." tanya Tiyara dengan senyum menggodanya akan sedikit terlihat wajah suaminya yang memerah itu.


"M-mana ada?." balas Jasson dengan memegang kedua wajahnya.


"Sudahlah kembali makan makananmu itu." ketus Jasson dengan wajah kesalnya.


"Baiklah sayangku." jawab Tiyara dengan senyum yang mengembang dan kembali memakan makanannya tersebut.


Setelah selesai makan Tiyara memanggil pelayan dan pelayan datang. "Notanya." ucap Tiyara dengan senyumnya.


Pelayan menyodorkan nota makanan yang dipesan oleh Tiyara dan Jasson. Jasson mengambilnya dan melihat berapa yang harus dibayar. "Ini." ucap Tiyara dengan menyodorkan blackcard miliknya kepada pelayan.


"Siapa yang mengizinkanmu membayarnya?." tanya Jasson dengan wajah datarnya dan mengeluarkan kartu miliknya pula.


"Ini." ucap Jasson dengan memasang wajah datarnya sambil menyodorkan kartu kredit miliknya dan memundurkan tangan istrinya yang memegang kartu lain itu.


"Baik silahkan ditunggu sebentar tuan." ucap pelayan dengan sopannya dan langsung berlalu menggesek kartu tersebut.


"Kenapa membayarnya?." tanya Tiyara.


"Ini tuan kartu anda." ucap pelayan dengan sopannya sambil menyodorkan kartu kepada Jasson. Jasson tidak menjawabnya dan menerimanya dengan wajah datarnya saja.


"Mungkin itu adalah kartu milik lelaki ini." guman pelayan dengan senyumnya dan mengambil tempat nota tadi dan langsung berlalu dari sana.


Tiyara terus saja menggandeng tangan suaminya tersebut tanpa melepaskannya sedangkan Jasson sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut dan membiarkannya saja meskipun banyak mata yang melongo memperhatikan tersebut namun keduanya tidak memperdulikannya. "Langsung pulang?." tanya Tiyara dengan menghentikan kakinya didepan ruangan Jasson.


"Sebentar aku lihat dulu apakah masih ada pasien atau tidak." jawab Jasson dan mengeluarkan ponselnya dan melihat masih ada beberapa pasien yang harus diperiksanya siang ini.


"Masih ada empat atau lima pasien yang harus aku rawat, Mau menunggu disini?." tanya Jasson yang menghilangkan wajah datarnya menjadi wajah biasa saja.


"Jelas saja iya, Aku tidak mau lagi kau dilirik oleh wanita lain." jawab Tiyara padahal dia memiliki urusan penting.


"Benarkah?, Kau tadi menelpon seperti nampak emosi." ucap Jasson yang ingat tentang masalah di restoran tadi.


"Kapan?." tanya Tiyara.

__ADS_1


"Tadi waktu direstoran, Jika kau memang memiliki urusan pergi saja, Aku disini juga ingin bekerja bukan mencari wanita." ucap Jasson dengan masih saja memasang wajah biasa namun tidak datar.


"Kau...."


"Tidak usah takut, Aku tidak akan berbohong." potong Jasson saat melihat istrinya yang nampak tidak percaya kepadanya.


"Baiklah aku mempercayaimu, Tapi ingat aku pergi karna urusan perusahaan bukan......"


"Iya, Sudah sana cepatlah pergi nanti bosmu akan marah." potong Jasson kembali.


"Baik, Ingat pesanku jangan main mata dengan wanita lain, Berani kau awas saja." ucap Tiyara dengan mengacungkan tinjunya kepada Jasson.


"Tidak akan cepatlah pergi nanti terlambat." balas Jasson yang kembali mendorong tubuh kecil itu agar menjauh darinya.


"Sebentar."


Cupp..


Tiyara memberikan satu ciuman dibibir suaminya tersebut dengan kaki yang awalnya menjinjit namun kembali turun saat sudah selesai. "Ingatlah satu hal, Istrimu sangat mencintaimu." bisik Tiyara dengan senyumnya dan langsung berlalu dari sana dengan hati senangnya.


"Dia cukup lancang mengambil ciuman pertama dan keduaku." guman Jasson dengan senyumnya dan tangan yang memegang bibirnya itu.


"Cih, Dokter Jasson yang tidak pernah itu tersenyum saat mendapatkan ciuman dari wanita ****** itu?." guman Syeri yang tidak percaya dengan wajah kesalnya.


"Halo." ucap Jasson dengan ponsel yang ada ditelinga.


"Halo tuan." Roky asisten pribadinya, Orang kepercayaannya sekaligus pengacara dan detektif baginya.


"Kau cari identitas asli Tiyara Watsons." ucap Jasson dengan wajah datar nya.


"Namanya cukup familiar, Siapa wanita itu tuan?." tanya Roky saat merasa nama tersebut tidak asing di telinga nya dan dengan berani menanyakan siapa wanita yang di katakan oleh Jasson itu.


"Dia adalah istriku dan aku mau kau mencarikan identitas aslinya dengan secepat mungkin kau beritahu aku, Ingat aku menyuruhmu mencari identitasnya bukan mengikutinya." jawab Jasson dengan wajah datarnya dan langsung mematikan telpon tersebut.


"Hah?, Tuan Jasson sudah memiliki istri?, Kapan dia menikah?, Aku tidak pernah tau jika dia itu juga berminat dengan wanita." guman Roky yang nampak bingung.


"Mari kita lihat bagaimana bentuk wanita itu, Apakah cantik atau....."

__ADS_1


"Hah?." mata Roky membulat saat melihat komputer yang baru saja mencarikan nama Tiyara.


__ADS_2