My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Nona Zhang Yara


__ADS_3

“Yasudah sayang, Nanti kami akan menjemputmu untuk merayakan hal ini.” Balas papi Yasmin. Zhara hanya tersenyum dan langsung meninggalkan tempat itu dan keluar dari ruangan tersebut.


“Jika aku kehilangannya lagi aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.” Ucap Jasson dengan wajah tidak menyerah untuk mencari istrinya dan kembali berkeliling untuk mencarinya.


Zhara saat ini sudah berada di liar ruangan dan melihat begitu banyak manusia disana. Dia menatap sekeliling namun dia tidak menemukan orangnya. “Hem sudah aku duga tidak akan ada yang datang.” Ucapnya dengan senyum sedihnya.


“Tidak apa apa, Derykan dia sibuk mungkin akan terlambat atau tidak sempat.” Sambungnya yang mencoba berfikir baik.


“Jika Jasson dan bibi Rere ada disini pasti sangat menyenangkan.” Ucapnya kembali yang sama sekali tidak melupakan siapapun.


“Ibu dan ayah pasti bangka kepadaku jika aku menunjukkan ini semua kepadanya.” Ucapnya dengan senyum sambil menatap ijazahnya.


“Nona Zhang Yara.” Terdengar nafas yang naik turun dengan cepat memanggil namanya sehingga membuat pemilik nama menoleh kearah suara.

__ADS_1


“Akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama.” Wajah lelaki yang memanggilnya itu tersenyum lebar menatapnya namun tidak dengannya yang hanya diam tertegun menatapnya.


“Aku tidak senang mimpikan?.” Tanya Zhara dengan memukul wajahnya sendiri.


“Tidak usah menyakiti dirimu sendiri, Kau sama sekali tidak sedang bermimpi.” Ucap Jasson dengan memegang tangan wanita itu sehingga membuat Zhara mendongakkan kepalanya menatap kepadanya.


Bibir lelaki dihadapannya terus saja tersenyum lebar namun tidak dengannya yang langsung menyadari apa yang tengah terjadi. “Maaf tuan, Tolong lepaskan saya.” Ucap Zhara dengan melepaskan tangannya dari Jasson dan menundukkan kepalanya.


“Tuan? Aku Jasson suamimu.” Balas Jasson dengan wajah yang sedikit kecewa akan istri yang selama ini ia cari tidak mengenalinya.


“Tiyara ini aku Jasson, Aku suamimu, Ayo ikut pulang bersamaku, Mama dan yang lainnya menunggumu dirumah.” Ajak Jasson dengan mengikuti kemana kursi roda wanita itu pergi.


“Nama saya bukan Tiyara, Maaf tuan mungkin anda salah orang.” Ucap Zhara dengan sopannya dan menghentikan taxi yang melintas dihadapannya.

__ADS_1


“Hanya dengan kau mengganti namamu bukan berarti aku tidak mengenaliku, Jangan tinggalkan.” Ucap Jasson yang mencoba menghentikan wanita itu agar tidak meninggalkannya lagi.


“Tuan mohon sopanlah, Saya tidak memiliki waktu untuk meladeni anda.” Ucap Zhara yang mencoba melepaskan diri.


“Pak maaf, Dia adalah istri saya, Anda boleh tinggalkan kami.” Ucap Jasson dengan memberikan uang kepada sopir taxi. Zhara langsung merampasnya dan memberikan kembali uang tersebut kepada Jasson.


“Aku bukan istrimu, Apa kau tidak ingat bahwa kita sudah bercerai.” Teriak Zhara dengan melototkan matanya kesal kepada Jasson.


Jasson terdiam dan membeku saat mendengar bentakan tersebut. “Ayo pak.” Ucap Zhara yang langsung masuk kedalam taxi dan sopir pun langsung masuk kedalam mobil tersebut.


“Tiyara jangan tinggalkan aku lagi.” Teriak Jasson yang langsung mengejarnya. Zhara hanya menatap dari kaca mobil. Hatinya cukup sakit melihat hal tersebut namun dia mencoba acuh dan berfokus kedepan.


“Tuan ayo masuk.” Ucap Derwin dengan mobil yang terhenti dihadapan Jasson. Jasson langsung masuk dan mengambil alih kemudi dan langsung melaju dengan kecepatan cukup tinggi mengejar taxi yang dinaiki oleh istrinya tersebut.

__ADS_1


“Aku bahagia melihatnya terlihat baik baik saja, Namun jika untuk kembali mungkin aku tidak bisa.” Guman Tiyara dengan mata yang menatap keluar jendela.


__ADS_2