
“Aku meminta anda untuk mengurus nona, Bukan dia.” Celoteh Dery.
“Sebagai dokter utama bagi pasien memang saya, Namun untuk merawat akan saya serahkan kepada dokter Jasson.” Jawab dokter.
“Baik dok, Terima kasih sudah mempercayai hal ini kepada saya.” Ucap Jasson yang benar benar berterima kasih kepada dokter itu namun tidak dengan Dery yang tidak terima dengan keputusan dokter.
“Kau tidak bisa seenaknya memberi perintah kepada lelaki ini, Bagaimana jika dia akan lebih menyakiti nona? Bagaimana jika dia……..”
“Saya mempercayainya, Jika terjadi apa apa kepada pasien saya yang akan bertanggung jawab.” Potong dokter dengan wajah datarnya sedangkan Jasson dia hanya diam sebab dia merasa wajar jika Dery menghawatirkan hal tersebut.
“Saya permisi.” Pamit Jasson dengan sopan dan keluar meninggalkan ruangan tersebut, Dery terlihat kesal akan dokter namun dokter tidak memperdulikannya dan kembali dengan pekerjaannya.
Dery yang tidak diperhatikan memilih untuk meninggalkan ruangan tersebut dan diperhatikan oleh dokter. “Meskipun aku tidak tau apa yang terjadi, Tapi aku mempercayakan hal ini dengan Jasson, Selain wanita itu adalah orang yang ia cintai, Jasson sangat handal dalam mengurus hal ini dan tidak mungkin jika dia akan menyakiti pasien.” Guman dokter dengan wajah bingung.
Jasson yang sudah mengenakan seragamnya menatap tubuhnya dihadapan cermin. Matanya menatap tangannya dan tangannya seketika terangkat, Dia ingat kejadian kemarin. “Hah, Tenang Jasson, Tenang.” Gumannya yang hampir tidak terkendali sebab menyesali semuanya.
“Menyesali semuanya tidak ada gunanya, Lebih baik kau sekarang fokus untuk menyembuhkan dan merawat Tiyara.” Sambungnya dengan wajah yang terlihat kembali tenang.
Jasson keluar dari ruangannya dan menuju keruangan tempat Tiyara diletakkan. Lelaki itu menatap dari jendela dan terlihat wanitanya masih tidak sadarkan diri dengan alat bantu pernafasan dan kaki yang terjuntai menggunakan pengikat. “Jasson.” Rere kembali datang saat dirinya sudah tenang dan diizinkan keluar dengan didampingi suster.
Jasson menoleh ke arah suara dan kembali melihat ibunya. “Ternyata yang dikatakannya memang benar, Dia benar benar kembali menemukan aku dan mama.” Guman Jasson dengan tersenyum dan mata yang berbinar menatap ibunya tersebut.
“Kau benar benar sudah besar saat ini.” Ucap Rere yang berjalan mendekat dan memeluk putranya tersebut. Jasson membalas pelukan dari ibunya tersebut dan Rerepun melepaskan pelukannya saat tidak mendapatkan jawaban apapun dari anaknya.
__ADS_1
Rere memegang kedua wajah anaknya tersebut dan menatap lekat lelaki itu. “Begitu bersedih sehingga tidak menjawab perkataan mama?.” Ucap Rere dengan wajah bingungnya menatap putranya tersebut.
“Ma,”
“Iya sayang.”
“A-aku……..”
“Tuan dan nona Tiyara sudah menikah nyonya mungkin itu sebab nya tuan terlihat cukup sedih.” Ucap Dery saat emosi nya sudah terkendali dan melihat Jasson yang hendak mengatakan kejadian sebenarnya.
Jasson menatap kepada Dery begitupun dengan Roky yang masih ada disana. “Bukankah lelaki ini tadi sangat emosi? Kenapa melindungi Jasson pula?” Guman Roky dengan wajah bingungnya.
“Benarkah?, kau dan Tiyara benar benar sudah menikah?” Tanya Rere dengan wajah senangnya.
“Iya ma.” Jawab Jasson yang mencoba tersenyum.
“Sudah satu tahun lebih” jawab Jasson dengan menatap istrinya yang masih terbaring lemah didalam ruangan itu.
Rere bisa tau raut wajah putranya tersebut meskipun sudah sangat lama berpisah dia mengerti dan peka akan raut wajah lelaki dihadapannya saat ini. “Kau menggunakan baju ini…….?”
“Tuan ditugaskan oleh dokter untuk merawat dan menjaga nona dengan profesinya yang memang dibidang spesialis jantung.” Potong Dery kembali sehingga membuat Roky bertambah kebingungan.
Jasson kembali termenung dengan mata yang memperhatikan istrinya didalam. Rere tau jika anaknya sangat sedih saat ini. “Bukan waktunya untuk banyak bertanya tentang kehidupan lalu, Saat semuanya reda Jasson ataupun Tiyara pasti akan menceritakannya sendiri.” Ucap Rere dengan senyumnya dan menatap Tiyara sebab dia sudah tau kenapa Tiyara dari para penjaganya.
__ADS_1
“Nyonya mari kita kembali keruangan anda.” Ucap suster saat sudah waktunya Rere berkeliaran.
“Mama akan kembali keruangan terlebih dahulu.” Ucap Rere sehingga Jasson menoleh kepadanya. Jasson menganggukkan kepalanya dan memeluk ibunya setelah itu Rere langsung meninggalkan putranya tersebut.
“Bukan berniat ingin mengacuhkan mu ma, Cuma aku benar benar tidak bisa berhenti memikirkan dan memperhatikan Tiyara, Aku minta maaf.” Guman Jasson dengan menatap kepergian ibunya tersebut.
Saat Rere menjauh Dery langsung mendekat kepada Jasson. “Kesehatan ibumu begitu buruk, Jantungnya kurang stabil namun bisa sembuh dalam waktu dekat makanya aku tidak mengatakan semuanya kepadanya, Meskipun kau benar benar bersalah nyawanya sama saja dengan nyawa nyonya Zhang, Mereka berteman baik dan nyonya Zhang selalu berusaha agar Nyonya Rere baik baik saja begitupun yang aku lakukan saat ini.” Bisik Dery dengan wajah datarnya dan langsung meninggalkan Jasson sendiri.
Jasson diam sejenak hingga akhirnya dia mencoba tenang dan fokus kepada perawatan dan masuk kedalam ruang ganti dan masuk kedalam ruangan Tiyara dengan menggunakan baju untuk penjenguk. Roky, Dery dan lainnya hanya memperhatikan dari luar. Jasson membungkukkan sedikit tubuhnya setelah melihat semua alat yang ada didekat istrinya baik baik saja.
“Kau akan baik baik saja, Kau pasti akan bangun segera, Aku benar benar minta maaf atas keadaanmu saat ini, Aku tau jika menyesali semuanya saat ini tidak ada gunanya namun aku berjanji kepadamu bahwa aku akan merawatmu dan menjagamu dengan baik untuk kedepannya, Cepatlah sadar dan temui semua orang yang menunggumu, Kau wanita kuat kau benar benar kuat.” Guman Jasson dengan memberikan kecupan didahi istrinya hingga air matanya hendak menetes namun ia tahan dan segera menjauh.
“Maafkan aku, Aku tidak bermaksud untuk menangis.” Ucap Jasson dengan menghapus air matanya yang hampir menetes didahi istrinya itu.
“Aku akan menjagamu dan tidak akan meninggalkanmu, Aku akan berada diruang sebelah, Aku tidak bisa menunggu dan menjagamu disini namun kau masih tetap berada dalam pengawasanku yang berada disebelah, Saat satu jam sekali aku akan kemari.” Bisik Jasson kembali dengan senyumnya kepada wanita yang tidak sadarkan diri itu.
Satu minggu kemudian.
Jasson sama sekali tidak pernah pulang kerumah dengan Rere yang tinggal dirumah Tiyara dan Dery yang bolak balik pulang rumah begitupun dengan para pengawal yang bergantian dan Roky yang sudah jarang kesana sebab pekerjaannya.
“Halo istri cantikku, Aku datang lagi.” Sapa Jasson kepada istrinya yang masih belum bangun seminggu ini.
“Apa kau masih belum ingin bangun? Apa kau tidak lihat semua orang diluar begitu menunggumu untuk bangun?” Tanya Jasson dengan senyumnya.
__ADS_1
Roky yang baru datang menatap Jasson yang tengah mengobrol dengan Tiyara, Meskipun tidak 24 jam berada dirumah sakit dia selalu menjenguk dan Jasson selalu mengajak Tiyara untuk berbicara. “Sungguh sangat rerlihat bukan jika Jasson benar benar mencintai ibu Tiyara, Bukan saat ini cintanya tumbuh namun sudah sangat lama lelaki itu mencintai Tiyara.” Ucap Roky dengan senyumnya sehingga membuat Dery dan bi Feiy menoleh kepadanya.
“Perlakuan Jasson dan tidurnya Tiyara seperti dongeng cinderella ya.” Ucap Roky kembali dengan tersenyum lebar menatap Nur dan Dery secara bergantian.