My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Gegabah


__ADS_3

Shyunhggg


Wanita itu meloncat turun sehingga membuat penjaga yang sadar menoleh dan menyinari daerah sana namun dia tidak menemukan apapun. Tiyara yang merasa sudah aman berjalan dengan kaki yang berusaha untuk tidak mengeluarkan suara dan mendekat kearah jalan masuk satu satunya kepekarsngan rumah tersebut.


Tiyara meletakkan tangannya ditembok itu dan mengintip diaera sana dan terlihat ada satu penjaga yang sedang berjaga. "Haiisss." guman Tiyara dengan kesalnya dan mencari cara untuk mengalihkan perhatian penjaga.


"Astaga aku terlalu gegabah." guman Tiyara saat hendak melemparkan benda yang ada ditangannya ke tempat sebrang.


Tiyara turun dari tembok dan berjalan normal kembali menuju ke mobilnya. "Aku tidak berfikir panjang, Aku kan bisa mengataas namakan kantor untuk datang ke rumahnya." umpat Tiyara dengan mengakui kebodohannya tersebut.


"Hem, Tenang Tenang." ucapnya mencoba tenang.


"Mari kita tunggu pagi dan datang dengan posisi CEO." ucap Tiyara dengan menunggu didalam mobil menunggu pagi datang.


Paginya.


Tiyara langsung mengganti bajunya saat jam sudah jam sembilan pagi, Dia menghubungi Dery dengan mengirimkan pesan kepadanya.


"Kau sekarang ke perusahaan xxxxx dan katakan jika ingin bertemu dengan pak Ferdi untuk membahas masalah proyek yang diajukan, Jika pak Ferdi tidak ada katakan kepada asistennya bahwa kita akan langsung kerumah sebab proyek tersebut akan di opor kecabang Amerika."


Isi dari pesan yang dikirimkan Tiyara kepada Dery. Dery membacanya dan langsung melaksanakan perintah dari nonanya tersebut dan untungnya laptop selalu ada didalam mobil pribadinya itu sehingga dia nudah melakukan misinya dengan mengatas namakan pekerjaan.


"Selamar datang di perusahan xxxx." ucap penjaga.


"Apa pak Ferdi ada didalam? Kami dari R.A grup sudah mengonfirmasi melalui E-mail tentang pengajuan proyek yang kalian ajukan kepada perusahaan kami, Namun kalian tidak merespon dengan cepat sehingga saya perwakilan dari perusahaan menyempatkan diri untuk bertemu pak Ferdi untuk membahas hal ini." jelas Dery dengan senyum ramahnya.


"Tapi pak Ferdi nya belum datang pak, Mungkin sebentar lagi dia baru akan datang." jawab asistennya.

__ADS_1


"Maaf, Namun ibu Tiyara sudah dalam perjalanan kemari dan hendak mendiskusikan hal ini dengan pak Ferdi, Jika pak Ferdi tidak ada mungkin anda bisa menginfokan kepadanya bahwa ibu Tiyara akan langsung ke alamatnya sebab jam sepuluh nanti ibu Tiyara akan lepas landas menuju ke Amerika." jelas Dery kembali.


"Sebentar akan saya hubungi pak Ferdi terlebih dahulu." ucap asistennya dan langsung menghubungi Ferdi.


"Halo." ucap Ferdi dari sebrang telpon.


"Halo pak, Diperusahaan ada orang dari R.A grup yang ingin membahas tentang proposal yang kita ajukan dan ibu Tiyara selaku pemilik sedang dalam perjalanan kemari dan jam sepuluh nanti akan lepas landas ke Amerika, Beliau mengatakan tidak sempat untuk menunggu anda dan jika boleh dan diizinkan utusan dari R.A grup akan menghubungi ibu Tiyara dan memberikan alamat anda kepadanya untuk dia langsung menemui anda." jelas asisten dengan cukup jelas.


Ferdi diam sejenak memikirkan perkataan dari sebrang telpon. "R.A grup termasuk perusahaan terbaik dalam negri, Apalagi ini pemiliknya langsung yang akan membahasnya bersamaku, Dan apa mungkin dia ingin kekuar negri setelah mengurus proyekku untuk di opor kesana?." guman Ferdi dengan wajah bingungnya.


"Ibu Tiyatmra menghubungi dan mengatakan bahwa jika dia tertarik dengan proposal yang kalian ajukan dia akan mengopor proyek ini ke Amerika." ucap Dery dengan melihat ponselnya dan itu bisa di dengar oleh Ferdi.


"Baik, Biarkan beliau kemari dan berikan alamat rumahku kepadanya." jawab Ferdi dengan nada senang dan langsung mematikan telpon.


Tiyara tersenyum mendengarnya dan asisten memberikan alaamt Ferdi kepada Dery. "Hah dasar." ucap Tiyara dengan senyum smriknya saat dia bisa mendengarkan seluruh percakapan dari sebrang hanya dari earphone yang digunakannya.


"Ah, Aku lupa mengabari Jasson." ucap Tihara dan langsung mengirimkan pesn kepada suaminya tersebut.


"Sayang, Aku pergi ke kantor lebih awal, Maaf tidak menubggu bangun terlebih dahulu dan maaf tidak mengirimu pesan lebih awal sebab pekerjaan kantor begitu banyak." isi pesan dari Tiyara.


Jasson tampak kesal dan langsung menelpon istrinya tersebut. "Bagaimana kau pergi tergesa gesa tanpa memberitahuku dan pergi sepagi itu." ucap Jasson saat telpon sudah terangkat.


Tiyara menjauhkan ponselnya dari telinganya saat suaminya tersebut mengomel. "Jawab ucapan ku." sambung Jasson kembali yang masih kesal.


"Sayang, Aku tidak berniat tidak minta izin terhadapmu tadi pagi, Kau masih sangat mengantuk makanya aku langsung pergi tanpa meminta izin kepadamu." jawab Tiyara.


Jasson membuang nafas panjangnya saat mendengarkan nada memelas tersebut. "Lain kali kau jangan berbuat seperti ini lagi, Kau belum terlalu sembuh dan sudah ingin pergi tanpa meminum obat dan memeriksa suhu tubuh dahulu." balas Jasson yang hatinya sudah mendingin saat mendengar jawaban dari istrinya tersebut.

__ADS_1


"Baik sayang, Akan aku ikuti perintah dari suamiku tercinta ini." jawab Tiyara dengan senyumnya.


"Oh iya, Dalam waktu dekat kau jangan terlalu sering kemana mana, Sebab aku ingin memberikanmu surprise." ucap Tiyara dengan nada senangnya.


"Surprise apa?." tanya Jasson dengan nada penasarannya.


"Ada deh, Jika aku beritahu sekarang sudah tidak surprise namanya." jawab Tiyara.


"Yasudah aku akan kembali bekerja, Sampai jumpa suamiku, Muaaacchhh." ucapnya dengan tersenyum lenar dan mematikan telpon tersebut.


"Nona, Seperti yang saya cek barusan dirumah sakit, Jadwal tuan terlihat padat, Banyak pasien yang sudah mendaftarkan untuk di operasi dengannya." isi pesan dari pengawal.


"Okee, Jika aku tidak keluar kau katakan kepada Jasson bahwa aku mendadak mendapat panggilan ke luar negri dan kau tau bagaimana bukan caranya?." balas Tiyara.


"Baik nona, Saya tau dan akan saya laksanakan namun semoga anda bisa keluar dengan selamat, Beberapa orang akan di utus untuk memastikan keadaan anda disana." balas pengawal.


"Okey terima kasih kakak." balas Tiyara dengan emoji seneyumnya dan meletakkan ponselnya didalam mobil dengan perekam yang ada didadanya.


"Hem, Sudah cukup lama menunggu, Mari kita masuk." ucap Tiyara dengan senyumnya dan turun dari mobilnya, Dia berjalan menuju kepekarangan rumah Ferdi dan dilihat oleh para penjaga yang memang sudah menunggunya.


"Ah bu Tiyara anda sudah sampai? Dimana mobil anda? Apa anda jalan kaki kemari?." tanya Ferdi dengan senyum ramahnya.


"Jikapun saya berjalan kaki itu bukan urusan anda, Saya menemui anda langsun untuk......"


"Ah ibu, Mari masuk terlebih dahulu baru membahas lebih detail semuanya." potong Ferdi dengan senyumnya mempersilahkan Tiyara masuk kedalam rumahnya.


Tiyara tidak menjawabnya dan masuk kedalam rumah tersebut dengan disambut oleh para apelayan. Tiyara memperhatikan seluruh pelayan teraebut untuk mencari Rere. "Bibi." gumannya saat bisa mengenali wanita yang tengah menundukkan tubuh itu.

__ADS_1


Tiyara tidak ingin berhenti dan terus melangkahkan kakinya hingga menuju keruang utama untuk membahas pekerjaan dengan Ferdi.


__ADS_2