
Jasson tersenyum lebar dan mencium pucuk kepala wanita itu setelah itu mengangkatnya menuju keranjang dan menidurkannya disana. “Aku sangat bahagia hari ini, Aku harap besok dan seterusnya akan tetap seperti ini, Kau selalu berada disampingku dan menemaniku sampai kapanpun.” Bisiknya dengan nada rendah.
“Aku sangat sangat mengharapkan hal itu.” Sambungnya kembali dengan mata yang perlahan terpejam.
Siang harinya.
Tiyara menggeliat perlahan sehingga Jasson bisa merasakannya dan membuka perlahan matanya tersebut. Tiyara belum bangun namun Jasson sudah bangun hingga dia menatap lekat wanita yang tengah tertidur dipelukannya tersebut sehingga bibirnya kembali membentuk sebuah senyuman senang.
“Ini benar benar nyata, Bukan mimpi.” Gumannya yang mencium pucuk kepala istrinya tersebut dan terus saja mengusap kepalanya.
Tiyara yang merasakan sedikit ketidak nyamanan perlahan membuka matanya dan langsung menatap kedepan namun dia menemukan tubuh seseorang sehingga membuat dirinya menoleh keatas. Awalnya dia tidak sadar akan kehadiran lelaki itu sehingga dia kembali menoleh keatas saat merasa janggal.
__ADS_1
Matanya langsung membulat dan tubuhnya langsung menjauh dari lelaki itu. “Bagaimana kau ada disini?.” Teriak Tiyara dengan kesalnya saat Jasson berada diranjang yang sama dengannya.
Jasson mendekat dan menghadapkan wajah istrinya tersebut kepadanya dengan tangannya yang memegang lembut dagu wanita tersebut. “Kenapa tidak bisa? Ini adalah kamar kita, Kau istriku dan aku suamimu.” Ucap Jasson dengan senyumnya dan mencoba mencium bibir wanita itu namun Tiyara langsung menghindar dan menepis tangan lelaki itu.
Ding Dong
Bel berbunyi membuat keduanya menoleh keluar dan Jasson kembali menatapnya. “Akan aku lihat siapa yang datang.” Ucap Jasson dengan mengusap kepala wanita itu dan mengenakan bajunya dan keluar dari kamar menuju pintu utama.
“Em.” Jawab Jasson dengan wajah datarnya.
“Mohon tanda tangan disini tuan.” Ucap kurir dengan memberikan kertas untuk ditandatangani oleh Jasson. Jasson menandatanganinya tanpa mengeluarkan suara dan kurir berterima kasih dengan memberikan barang tersebut kepada Jasson.
__ADS_1
“Kenapa begitu lama?.” Tanya Tiyara saat Jasson belum juga masuk kembali.
Cklekkk
Pintu kembali terbuka dan masuklah Jasson dengan barang yang terlihat cukup besar. Jasson menoleh kedalam kamar dan terlihat wanitanya tengah memperhatikannya hingga dia berjalan kembali menuju kekamar dengan membawa barang yang baru saja sampai itu. “Derwin terlihat sibuk hari ini, Tidak apa kan jika aku ganti dengan kursi roda yang baru?.” Tanya Jasson dengan senyumnya namun tidak di ubris oleh Tiyara.
Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan tersenyum dan mungkin akan selalu tersenyum. Jasson membuka barang tersebut dengan Tiyara yang benar benar terlihat memperhatikannya hingga Barang sudah terbuka Jasson membenarkan kursi roda tersebut.
Setelah dia selesai membenahnya dia menaiki kursi roda tersebut dan memainkan dengan cukup baik kursi roda otimatis itu. “Wah.” Terdengar suara kagum dari mulut istrinya sehingga membuatnya tersenyum.
“Aku mau coba.” Ucap Tiyara dengan senyum senangnya saat asyik melihat Jasson memainkan kursi tersebut dengan kedua tangannya yang terangkat meminta agar Jasson menggendongnya.
__ADS_1
Jasson tersenyum senang melihat tingkah yang sudah lama tidak ia lihat dan diapun memilih untuk berdiri dan menggendong wanita itu dan meletakkannya keatas kursi roda tersebut.