My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Siapa dia?


__ADS_3

“Baik nona, Mari kita kekasir dan mengurus semuanya.” Ajak pelayan yang kembali membantu Tiyara untuk mendorong kursi roda tersebut.


Setelah sampai dikasir Tiyara memberikan kartu identitasnya dan memberikan uang sewa kepada kasir. “Loh ibu Tiyara?.” Suara itu terdengar memanggilnya sehingga membuatnya menoleh kearah suara tersebut.


“Benar ibu Tiyara, Apa kabar bu? Sudah lama sekali tidak berkunjung kemari.” Ucap lelaki berbaju rapi yang kemungkinan besar manager atau pemilik apartemen tersebut.


“Hah? Siapa dia? Bagaimana bos tau dengannya?.” Guman pelayan yang mengacuhkannya tadi.


“Maaf tapi saya bukan Tiyara.” Ucap Tiyara dengan menelan ludahnya dan memberikan kartu identitasnya kepada kasir.


“Atas nama Zhang Yara ya nona, Ini kunci apartemennya.” Ucap Kasir dengan senyumnya meskipun dia tidak enak dengan bos.


“Terima kasih.” Jawab Tiyara dengan senyumnya dan kembali mendorong kursi rodanya menjauh. Bos berlari menghampirinya dan memegang kursi roda tersebut.


“Saya bantu.” Ucap bos dengan senyumnya.

__ADS_1


“Tidak usah.” Balas Tiyara dengan kembali mendorong kursi rodanya namun tidak bisa hingga dibantu oleh bos dan keduanya masuk kedalam lift.


“Bagaimana bisa kau mengenaliku?, Bukankah berita sudah beredar jika aku sudah tidak ada?.” Tanya Tiyara dengan wajah datarnya dan menatap cctv.


“Ah benar bukan bahwa anda ibu Tiyara, Kenapa anda tidak mengakuinya tadi?.” Tanya bos dengan wajah bingungnya.


“Bukan urusan anda, Bagaimana bisa kau yakin bahwa aku adalah Tiyara?.” Tanya Tiyara tanpa menatap kepadanya sebab dia tau bahwa cctv tidak dapat mendengar pembicaraannya.


“Saya tidak yakin akan berita kematian anda dan saya juga tidak terima akan berita itu oleh sebab itu saya mengutuskan beberapa orang untuk memastikan apakah anda benar benar sudah tiada atau tidak dan untungnya mereka menemui jejak anda yang berada dirumah sakit xxxxx dan saat itu anda mengalami koma yang cukup lama dan hingga tujuh bulan, Taxi yang mengantar anda tadi suruhan saya, Meskipun saya tidak terlalu dekat dengan anda namun jasa anda sangat berarti bagi saya, Jika bukan karna anda mungkin saya sudah menjadi gelandangan dan anak saya sudah tidak terselamatkan.” Jelas bos singkat.


“Iya saya tau, Cukup sulit bagi saya menemukan identitas anda sampai waktu itu saya melihat pak Dery dan pak Dery menuju kerumah sakit dimana anda dirawat dan orang suruhan saya mengikutinya, Saya minta maaf tentang hal itu, Namun saya berjanji kepada anda akan merahasiakan identitas anda.” Jawab Bos dengan sopannya.


“Aku akan memegang ucapanmu, Identitasku tidak boleh diketahui oleh orang lain sekalipun dia adalah Dery, Tidak ada yang mengikutiku kemari dan tidak ada jejak yang tertinggal dimanapun kecuali foto, Namaku kembali seperti nama lahirku jadi aku benar benar berharap kau menepati ucapanmu.” Sambung Tiyara pula dengan menatap lelaki itu.


“Baik bu, Saya akan menepati janji saya dan apartemen yang anda sewa itu akan menjadi milik anda beberapa saat setelah ini.” Jawab bos pula.

__ADS_1


“Tidak usah, Aku akan membayar tiap bulannya.” Jawab Tiyara dan mendorong kembali kursi rodanya keluar.


“Saya bantu bu.” Ucap bos dengan sopannya.


“Ubah panggilanmu, Panggil atas dasar aku adalah tamu disini.” Ucap Tiyara dengan wajah datarnya.


“Baik.” Jawab bos dan mendorong kursi roda Tiyara menuju kekamarnya.


“Terima kasih banyak, Karyawanmu yang menggunakan hils sekitar 10cm meter tadi terlihat tidak sopan, Aku tidak mengetahui namanya yang jelas ciri cirinya dia menggunakan lipstik merah merona dan rambut yang tidak diikat.” Ucap Tiyara.


“Dan untuk karyawan yang melayaniku tadi tolong berikan ini kepadanya, Bilang saja darimu.” Sambungnya dengan memberikan uang kepada bos dan masuk kedalam ruangannya.


“Aku tidak menyangka bu Tiyara akan menjadi seperti ini, Bagaimana bisa ada orang yang membencinya dengan karakternya yang memiliki hati sangat baik?.” Guman bos dengan wajah tidak percayanya.


“Akhirnya kau bangun sayang.” Ucap Rere yng langsung tersenyum senang sebab putranya yang sudah bangun itu.

__ADS_1


“Apa Tiyara sudah ditemukan ma?.” Tanya Jasson terlebih dahulu tanpa memperdulikan apapun termasuk dirinya sendiri.


__ADS_2