
“Buat surat perjanjian dan minta dia tanda tangan agar dia tidak dapat lari kemanapun.” Ucap Jasson lagi yang mengetahui seberapa nekatnya wanita itu.
“Baik tuan.” Jawab Derwin mengiyakan perkataan Jasson.
“Pak, Bagaimana jika saya tidak diterima disini?.” Tanya Tiyara yang terlihat tidak yakin akan interview dan respons para pengujinya hari ini.
“Seperti yang kau ceritakan tentang interview tadi kemungkinan akan lulus untuk bekerja disini, Namun kita tunggu saja ya panggilan dari kantor ini.” Jawab pendampingnya dengan tersenyum lebar.
“Baiklah pak.” Balas Tiyara pula yang nampak sedikit gugup.
“Yasudah sepertinya saya akan kembali ke universitas, Kau tidak apa apa kan jika sendiri disini?.” Tanya orang itu.
“Iya pak tidak apa apa, Ini saya juga akan pulang.” Jawab Tiyara dengan senyumnya. Pendampingnya hanya menjawab dengan tersenyum dan meninggalkan Tiyara sendiri.
Tiyara berjalan meninggalkan lantai tersebut hingga sampai dibawah dirinya dihentikan saat ada seseorang memanggilnya.
“Ibu Zhang Yara?.” Seseorang memanggilnya saat hendak keluar meninggalkan perusahaan tersebut.
“Iya saya sendiri.” Jawab Tiyara dengan wajah bingungnya.
“Ini kontrak kerja yang sudah disepakati oleh CEO untuk anda dan anda hanya perlu tanda tangan disini dan besok anda sudah boleh bekerja.” Ucap orang itu dengan senyumnya.
“Secepat itu?.” Tanya Tiyara dengan wajah kagetnya.
“Iya bu.” Jawab orang tersebut.
__ADS_1
“Silahkan.” Ucap orang itu kembali dengan menyodorkan kontrak kerja.
“Masuk terlebih dahulu boleh bu.” Ucap orang itu lagi dengan sopan saat Tiyara membaca kontrak tersebut.
“Tidak buruk menjadi manager keuangan selama dua bulan setelah itu menjadi asisten CEO.” Guman Tiyara dan langsung menandatangani kontrak kerja tersebut.
“Tidak usah, Sudah saya tanda tangani.” Ucap Tiyara dengan senyumnya menyodorkan kembali kontrak kerja tersebut kepada orang tadi.
“Baik bu, Besok saat anda masuk anda boleh langsung kesana dan meminta kartu kerja anda.” Ucap orang itu dengan menunjuk ketempat yang seharusnya.
“Baik, Terima kasih.” Jawab Tiyara dengan senyumnya.
“Sama sama, Jika begitu saya permisi.” Pamit orang tersebut dan dianggukkan dengan sopan oleh Tiyara. Dengan hati yang gembira Tiyara mendorong kembali kursi rodanya dengan wajah yang cerianya.
“Akhirnya aku mendapat pekerjaan.” Ucapnya dengan senyum senang sehingga membuat Jasson yang memperhatikannya melalui cctv kantor ikut tersenyum.
“Kau adalah milikku sekarang dan untuk selamanya.” Guman Jasson dengan senyumnya sedangkan orang tadi langsung pamit mengundurkan diri.
“Halo.” Ucap Tiyara yang baru saja menaiki taxi.
“Kau dimana?.” Terdengar suara Yasmin disebrang telpon.
“Aku dalam perjalanan pulang, Aku……”
“Memangnya kau dari mana Zhara, Kau ini berkeluyuran terus.” Potong Yasmin pula.
__ADS_1
“Aku dari perusahaan xxxx, Kan aku interview hari ini.” Jawab Tiyara pula.
“Ah iya, Aku melupakannya.”
“Jadi bagaimana hasil interview tadi?.” Tanya Yasmin.
“Hem, Aku langsung diterima dengan posisi manager keungan selama dua bulan setelah itu menjadi asisten CEO.” Jelas Tiyara singkat.
“Ay semudah itu.” Balas Yasmin dengan wajah dan nafa bicaranya yang tidak percaya.
“Iya itu isi kontranya tadi, Besok aku mengambil kontrak itu beserta masuk kerja, Memangnya kenapa?.” Tanya Tiyara dengan menjelaskan sedikit.
“Tidak apa apa, Hanya saja setauku perusahaan tersebut cukup susah untuk ditembus masuk kedalamnya sebagai karyawan apa lagi manager, Apa hidupmu seberuntung itu Zhara atau memang karna prestasimu yang luar biasa.” Jelas Yasmin tanpa menyembunyikan isi pikirannya.
“Aku juga tidak tau, Tadi aku didampingi oleh asisten rektor kampus kita untuk interview, Namun saat ada orang datang memberikan kontrak kepadaku beliau sudah pergi.” Balas Tiyara.
“Hem, Yang memberikan kontak itu kepadamu siapa?.” Tanya Yasmin.
“Aku tidak tau, Tapi kalau tidak salah aku lihat tadi di name card nya tertulis asisten, Aku tidak baca asisten apa.” Jawab Tiyara dengan nada polosnya.
“Nona sudah sampai.” Ucap sopir taxi.
“Ah baik.” Balas Tiyara dengan senyumnya. sopir taxi turun dan membantu menurunkan kursi roda Tiyara.
“Yasudah aku matikan dahulu, Aku baru saja sampai di apartemen.” Ucap Tiyara.
__ADS_1
“Oke, Baiklah.” Jawab Yasmin dan telpon pun berakhir.
“Kenapa sayang?.” Tanya Mama Yasmin saat melihat Yasmin yang hanya diam seperti kebingungan.