
“Nona, Ini baju untuk anda, Anda bisa mengganti baju anda didalam kamar mandi saja, Saya akan menjaga didepan.” Ucap Zack dengan memberikan paperbag berisikan baju kepada Tiyara.
“Baiklah, Terima kasih banyak.” Jawab Tiyara dan mengganti pakaiannya.
“Jahitannya terbuka.” Guman Tiyara saat melihat kakinya yang mengeluarkan darah.
“Nona, Apa bagian tubuh anda ada yang sakit? Apa ada yang terluka?.” Tanya Zack.
Dahi Tiyara mengerut dengan kebingungan. “T-tidak ada.” Jawab Tiyara berbohong dan membiarkan luka dikakinya itu.
“Ah aku terlalu berlebihan.” Guman Zack dan kembali berdiri tegak sedangkan Tiyara terus saja menatapnya dengan tatapan bingung.
“Maaf bu, Saya sedikit hawatir dengan anda sebab tadi anda terjatuh.” Ucap Zack dengan kepala yang masih menunduk.
“I-iya tidak apa apa.” Jawab Tiyara yang masih cukup kebingungan.
Malam harinya.
__ADS_1
“Sial sakit sekali kakiku.” Ucap Tiyara yang berada didalam lift. Jasson yang berada disampingnya menatap kearahnya dan melihat Tiyara yang tengah melihat lihat kaki.
Mata lelaki itu membulat dan langsung menunduk. “Kenapa ini? Bagaimana bisa kakimu menjadi seperti ini.” Ucap Jasson dengan nada khawatirnya sambil melihat kaki wanita itu sehingga membuat dahi Tiyara mengerut kebingungan.
“Maaf tuan, anda siapa?.” Tanya Tiyara dengan wjaah bingungnya sehingga Jasson sadar akan identitas dan tempat tinggalnya yang tidak diketahui oleh Tiyara.
“Sa-saya tetangga anda.” Jawab Jasson dengan dirinya yang sudah berdiri dan langsung ditatap tajam oleh Tiyara.
“Ah anda tuan, Oh iya kemarin kita lupa berkenalan, Perkenalkan saya Zhang Yara.” Ucap Tiyara dengan menjulurkan tangannya ingin bersalaman dengan senyum ramahnya.
Ting
“Ah nona Zhang, Baik kita keluar terlebih dahulu dan mengobati lukamu ya nona.” Ucap Jasson dengan senyumnya yang masih ditatap tajam oleh Tiyara.
Jasson mendorong kursi roda wanita itu dan membawanya menuju kedepan apartemen mereka. “Jika dia masuk dia akan mengetahui bahwa aku Jasson.” guman jasson.
“Sebentar ya nona saya ambilkan kotak obat agar mengobati luka Anda.” Ucap Jasson.
__ADS_1
“Eh tidak usah, Di dalam apartemenku juga sudah ada semuanya, Aku bisa mengobatinya sendiri.” Jawab Tiyara dengan senyumnya.
“Jangan, Lebih baik jika di bantu.” Balas Jasson yang langsung masuk kedalam apartemennya dan mengambil kotak obat dengan cepat agar Tiyara tidak menunggu lama.
“Izinkan saya mengobati kaki anda nona.” Ucap Jasson dengan sopannya dan dianggukkan oleh Tiyara. Jasson berlutut dihadapannya dan melepaskan sepatu yang dikenakan wanita itu dan meletakkan kaki wanita itu diatas pahanya.
Lelaki itu mengobati dengan perlahan kaki yang terluka itu dwngan Tiyara yang menahan sakit tanpa mengeluarkan suara apapun. “Awas saja wanita itu, Akan aku beri pelajaran, Berani beraninya dia menyakiti wanitaku sampai lukanya terbuka lagi.” Guman Jasson dengan kesalnya dan menutup luka itu menggunakan plaster.
Jasson mengembalikan kaki itu ketempat semula dan Tiyara melihat kakinya sudah diobati dan langsung tersenyum. “Terima kasih banyak ya.” Ucap Tiyara dengan senyumnya.
“Sama sama nona, Ini sudah wajar dilakukan oleh tetangga yaitu membantu satu sama lain.” Balas Jasson pula.
“Tidak usah memanggilku nona, Panggil saja Zhara.” Ucap Tiyara dengan senyumnya.
“Baik Zhara.” Jawab Jasson.
“Suaramu sangat tidak asing ditelingaku, namamu siapa?.” Tanya Tiyara dengan wajah bingung dan bertanya tanya sebab memang merasa samgat tidak asing akan suara lelaki dihadapannya saat ini.
__ADS_1
“Nama saya……”