
Tiyara sama sekali tidak sadar jika itu adalah lelakinya dan terus saja mengusapkan kepalanya kedada itu hingga akhirnya dia kembali tertidur dipelukan lelakinya itu.
Jasson menatap lekat wajah wanita yang saat ini tidur didalam pelukannya. Perasaan yang aneh ia rasakan saat ini hingga tangannya langsung memegang kepala wanitanya tersebut dan mengusap lembut kepala itu dengan meletakkannya didadanya dan memejamkan matanya perlahan untuk istirahat.
Wanita yang belum tidur itu tersenyum saat suaminya membalas pelukannya dan mempererat lingkaran tangannya pula ditubuh lelakinya itu. "Entah hatimu yang terlalu mudah menerima orang baru atau memang kau tidak pernah diperlakukan seperti ini aku tidak tau dan tidak peduli, Yang jelas aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku dan melindungimu selalu" guman Tiyara dengan senyum yang mengembang bahagia dan menyusul lelakinya kealam mimpi.
Keesokan paginya.
Kruyuukk~
Tiyara mengerjapkan matanya saat perutnya berbunyi. "Ah **** berat sekali" umpatnya dengan nada masih perlahan merasakan ada sesuatu yang menindih bahunya.
Matanya langsung menoleh ke bahunya namun matanya terlebih dahulu menatap ada suaminya dihadapannya. "Ah iya aku baru ingat jika tidur bersama suamiku malam ini" gumannya yang langsung tersenyum lebar saat mengetahui yang membuat bahunya terasa berat adalah lengan kekar lelakinya.
Kruyuukkk~
Perut yang lapar dan tidak bisa ditahan membuat Tiyara tersadar akan kenapa dia bangun. Dia memindahkan perlahan lengan kekar itu dari tubuhnya hingga terlepas dan tidak membangunkan Jasson sama sekali. "Sayang aku kebawah sebentar ya mencari makan karna kau...."
Kruyuukkk~
Tiyara langsung memegang perutnya yang masih kembali berbunyi. "****" umpatnya dan langsung berlari keluar dari kamar tersebut dan menuruni anak tangga kebawah.
Tiyara menuruni anak tangga dengan sangat perlahan saat perutnya terasa malah sakit. "Perlahan" ucap Tiyara dengan kaki yang perlahan turun namun pasti hingga akhirnya dia memang turun dan berada dibawah saat ini.
"Nona" sapa satpam saat melihat Tiyara berada dibawah.
"Pak satpam?" ucap Tiyara yang sedikit kaget melihat satpam berada dihadapannya saat ini.
"Saya dari dapur menyeduh teh" ucap satpam saat melihat Tiyara yang kebingungan.
"Dimana dapur pak?" tanya Tiyara.
"Disana nona" jawab satpam dengan menunjuk kearah dapur.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap Tiyara dengan senyumnya dan langsung berlalu dari sana masuk kedapur mencari makanan. Tempat yang terlebih dahulu ia lihat adalah kulkas namun hanya ada makanan mentah saja didalamnya.
Tiyara berpindah kelemari dapur sana dan membukanya mau bagian atas ataupun bawah namun dia masih saja tidak menemukan makanan hingga akhirnya dia menatap kearah meja makan yang dibatasi oleh beton untuk memasak dan tersenyum lebar melihatnya. Tiyara langsung berjalan kearah meja makan itu dan mengambil roti dan slai strowberi yang ada diatas sana.
"Masih bagus bukan ini?" tanya Tiyara saat mencium bau aneh dari slai yang ia buka.
"Ah terserah, Paling jika memang tidak bagus lagi hanya sakit perut" ucapnya dan mengoleskan slai tersebut keroti dan mulai melahapnya.
"Rasanya masih aman" ucapnya dengan senyum yang mengembang dengan melahap dengan sangat lahap roti tersebut.
Jasson mengerjapkan matanya akibat matanya yang terkena sinar matahari dan langsung bangun. Dia duduk sebentar dan setelah itu membereskan tempat tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai dia langsung keluar dan kakinya terhenti didepan pintu kamar mandi itu. "Eh sendal?...."
"Ah iya aku lupa jika aku sudah menikah" ucapnya yang baru ingat dengan istrinya.
"Tapi dimana wanita itu?" tanya Jasson yang tidak menemukan istrinya melainkan hanya menemukan sandalnya saja.
"Sudah kenyang seperti ini waktunya kembali keatas dan membangunkan suami" ucap Tiyara dengan meletakkan makanan ketengah dan berjalan kembali menuju tangga.
Jasson tidak menjawabnya dan kembali melangkahkan kakinya kebawah. "Jasson tunggu sebentar" ucap Tiyara dengan meraih lengan kekar itu hingga membuat langkah kaki Jasson terhenti dan menatap kearahnya.
"Rumah sakit tempatmu bekerja saat ini sudah resmi menjadi milikmu, Jadi kau tidak usah bekerja beberapa minggu ini dan...."
"Kau tidak bisa seenaknya saja mengatur hidupku" potong Jasson yang tidak terima dengan menatap tajam wanita itu.
"Aku tidak mengaturmu sayang, Hanya saja aku sudah memesan dua tiket untuk kejepang dan besok kita berangkat" jawab Tiyara dengan senyumnya menatap lelaki itu.
"Tidak, Pergi saja dengan orang lain aku tidak akan pergi, Terlalu banyak nyawa yang akan ditinggalkan hanya untuk pergi bersamamu" balas Jasson dan melepaskan tangan wanita itu dari tangannya dan kembali melangkahkan kakinya kebawah.
"Satu lagi, Maksud dari kau yang mengatakan rumah sakit resmi menjadi milikku apa?" tanya Jasson tanpa menatap wanita itu.
"Rumah sakit itu sudah aku beli dan seratus persen seluruh rumah sakit itu sudah diatas namakan namamu" jawab Tiyara dengan senyumnya meskipun Jasson tidak menatapnya.
"Aku tidak memerlukannya, Jadi kau ubah nama kepemilikan" balas Jasson dan kembali melangkahkan kakinya kebawah.
__ADS_1
"Tidak, Itu adalah maskawin yang aku berikan untukmu, Tidak boleh menolak" teriak Tiyara. Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan terus saja melangkah menuju kedapur.
Jasson yang sudah berada didapur saat ini menuangkan air minum kedalam gelas dan meminumnya sedikit demi sedikit dengan tatapan kosong dia menatap kedepan. "Memang sangat sepi" guman Jasson yang baru sadar jika rumahnya itu sepi.
"Perutku terasa sedikit sakit" ucap Tiyara dengan memegang perutnya dan melangkahkan kakinya terus keatas dan masuk kedalam kamar.
"Ah **** aku tidak memiliki baju disini" teriak Tiyara yang baru saja ingin mandi.
"Dipikirnya rumahku ini hutan seenaknya berteriak?" ucap Jasson yang bisa mendengar teriakan dari wanita itu.
"Tuan" sapa satpam yang kembali kedapur.
"Pergi belikan baju untuk wanita itu" ucap Jasson dengan wajah datarnya.
"Untuk...."
"Wanita yang pulang bersamaku kemarin" potong Jasson dengan wajah datarnya.
"Ah baik tuan" jawab satpam dan langsung berlalu dari sana kembali keluar dan melaksanakan perintah dari tuannya.
Drittrt
Ponsel Jasson berbunyi hingga membuatnya langsung mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang menghubunginya dan itu adalah telpon dari rumah sakit. "Halo" ucap Jasson saat telpon sudah terhubung.
"Dokter anda harus kerumah sakit segera ada pasien yang membutuhkan anda dan hanya anda...."
"Aku akan segera kesana" potong Jasson yang langsung mematikan telpon itu dan kembali naik keatas untuk mengganti baju.
"Yatuhan perutku sakit" ucap Tiyara dengan saat ini memegang sudut ranjang.
Ckleeekkk
Jasson masuk kedalam kamar itu dan tidak memperdulikan apapun yang dilakukan Tiyara dan langsung masuk kedalam ruangan ganti mengganti pakaiannya. "Kau mau kemana? Bisakah kau memberikanku obat?" tanya Tiyara dengan wajah yang mengeluarkan keringat dingin dan tangan yang memegang perut.
__ADS_1