My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Pemandangan apa ini?


__ADS_3

"Ah terima kasih dokter, Oh iya dimana istri anda apa dia ikut?." tanya Zeria.


"Iya dia ikut, Tapi sepertinya dia sedang ketoilet." jawab Jasson.


"Dokter Jasson." sapa dokter Syeri yang langsung merangkul lengan lelaki itu namun Jasson dengan segera langsung melepaskannya.


"Berani sekali lelaki brengsek itu bersentuhan dengan wanita lain, Baru juga beberapa menit ditinggal untuk makan." ketus Tiyara dengan meremas garpu yang ada ditangannya.


Sebuah ukiran bibir tersenyum langsung menghampiri Tiyara. "Nona tangan anda akan terluka jika menggenggamnya terlalu erat." ucap lelaki itu dan mengambil garpu daritangan Tiyara dan meletakkannya diatas meja.


"Ah maaf dokter, Apakah nona tidak ikut bersama anda?." tanya Syeri kepada Jasson.


"Dimana wanita kecil itu?." guman Jasson dengan menyapu seluruh sudut ruangan tersebut mencari wanitanya.


"Bukan urusanmu." jawab Tiyara dengan wajah datarnya.


"Ah maaf, Maaf nona, Apakah anda ingin minum?." tanya lelaki itu dengan menyodorkan anggur kepada Tiyara. Tanpa berpikir panjang Tiyara langsung menerimanya dan menelan anggur tersebut hingga habis.


"Terima kasih." ucap Tiyara dengan wajah datarnya dengan meletakkan gelas diatas meja dengan tangan yang menggepal dan gelas berada di genggamannya.


"Langkah awal berhasil." guman lelaki itu dengan senyumnya.


"Satu."


"Dua." lelaki itu menghitung didalam hatinya sambil matanya menatap Tiyara.


"Tiga."


"Kenapa kepalaku pusing sekali?." tanya Tiyara dan memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Nona anda....."


"Jangan berani menyentuhku." potong Tiyara dengan wajah datarnya saat lelaki yang memberikan minum kepadanya menyentuhnya.


Tiyara melangkahkan selangkah kakinya kedepan namun kepalanya bertambah sakit.


Prangg...


Gelas yang digenggam oleh Tiyara seketika langsung pecah saat wanita itu merasakan pusing. Mata lelaki yang memberikan anggur kepadanya tadi langsung membulat. "Ah kepalaku sakit sekali." teriak Tiyara dengan memegang kepalanya menggunakan tangan yang dipenuhi oleh darah akibat terluka.


"Suara Tiyara." ucap Jasson yang langsung berlari kearah suara.


"Tiyara." panggil Jasson. Wanita yang sudah berjongkok dengan tangan yang mengeluarkan darah dan memegang kepala pertama kali dilihatnya hingga membuatnya ikut berjongkok.


"Apa yang terjadi?." tanya Jasson. Lelaki yang memberikan anggur tadi langsung berlalu dari sana tanpa disadari oleh siapapun.


"Jasson, Tubuhku....Tubuhku terasa panas." ucap Tiyara dengan wajah yang memerah dan nafas yang terasa hangat.

__ADS_1


"Panas?." tanya Jasson dengan meletakkan punggung tangannya didahi istrinya tersebut.


"Iya Jasson, Sangat panas." jawab Tiyara.


"Yasudah kita pulang sekarang." ajak Jasson yang langsung menutupi tubuh istrinya tersebut menggunakan jas yang ia kenakan dan langsung menggendongnya.


"Siapa wanita yang digendong lelaki itu?."


"Eh bukannya itu dokter spesialis jantung yang terkenal itu?."


"Kenapa dia membawa wanita pergi?, Apa yang terjadi kepada wanita itu?."


"Bukankah dokter tampan itu dikabarkan dekat dengan dokter Syeri?."


"Namun siapa wanita yang digendong dokter itu?."


"Pemandangan apa ini?."


"Bagamana mungkin dokter dingin itu melakukan hal yang tidak tidak."


"Kakinya seperti pernah lihat."


Jasson tidak memperdulikan umpatan umpatan banyaknya orang dan terus saja melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. "Apa yang terjadi?." tanya Zania.


"Aku akan menyusul dokter Jasson." ucap dokter Syeri yang langsung berlari menghampiri Jasson.


"Jasson ini benar benar panas." rengek Tiyara dengan melempar jas YSL itu kesembarang tempat.


"Apa yang ingin kau lakukan?." teriak Jasson dan menahan kedua tangan yang mencoba membuka baju itu.


"Ini panas sekali, Sangat tidak nyaman." ucap Tiyara dengan wajah yang terus saja memerah.


"Iya sabarlah sebentar, Aku akan membawamu kerumah sakit." ucap Jasson dengan mengusap kepala wanita itu dan masuk kedalam mobil.


"Dok...." ucapan Syeri terpotong saat Jasson yang langsung menutup pintu mobilnya dan sopir yang langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"**** siapa yang berani memberikannya obat?." umpat Jasson dengan wajah kesalnya karna dia tau jika wanitanya diberikan obat perangsang.


"Jasson sangat panas, Ini benar benar tidak nyaman." ucap Tiyara yang terus saja merengek dengan tangan yang terus mencoba membuka baju itu.


"Maaf itu didepan kenapa begitu lama?." tanya sopir kepada orang yang lewat.


"Sepertinya ada kecelakaan didepan makanya jalanan menjadi macet." jawab orang itu.


"Tuan maaf jalanan sangat macet karna terjadi kecelakaan didepan." ucap sopir.


"Panas sekali, Hiksss." wanita itu langsung menangis membuat Jasson membulatkan matanya saat mendengar tangisannya.

__ADS_1


"Aku akan turun disini, Kau carikan obat penghilang efek rangsangan setelah itu bawa kehotel itu, Aku akan membawanya kesana, Rumah dan rumah sakit terlalu jauh." ucap Jasson dan langsung keluar dari mobilnya tersebut.


Dia langsung menggendong wanitanya itu dan langsung membawanya berlari menuju kerumah sakit yang ada disamping mobilnya terparkir tadi. "Hiksss, Ibu ini sangat panas." ucap Tiyara yang terus saja memberontak mencoba melepaskan gaunnya.


"Sebentar ya." jawab Jasson yang mencari cari kartu identitasnya dan juga kartu kreditnya didalam saku celananya.


"Cepat berikan kuncinya, Kau tidak lihat istriku kesakitan?." ketus Jasson saat pelayan yang terlalu lama.


"Sebentar tuan." jawab pelayan.


"Ini tuan." ucapnya kembali dengan menyodorkan kartu hotel kepada Jasson. Jasson menerima semua kartu yang diberikan dan langsung berlalu dari sana membawa wanitanya masuk kekamar yang sudah disewa.


"Hiksss.." Tiyara terus menangis akibat rasa panas yang semakin panas itu.


Jasson langsung masuk kedalam kamar tersebut dan langsung menuju kekamar mandi dengan pintu sudah ditutup olehnya. "Tahan sebentar." ucap Jasson dengan menyalakan keran air dan mengatur suhu air menjadi dingin.


Dia mencoba air tersebut menggunakan tangannya dan air itu terasa cukup dingin hingga akhirnya dia memasukkan wanitanya dengan perlahan kedalam air tersebut. "Hiksss, Masih panas." teriak Tiyara dengan diiringi oleh tangisan.


"**** dosisnya terlalu tinggi sampai air sedingin ini tidak mebantu." umpat Jasson dengan wajah kesalnya.


"Aku membutuhkanmu, Air ini benar benar tidak mempan." bisik Tiyara dengan nafas yang cukup panas.


"Tidak, Kau ini diberikan....." Tiyara langsung ******* bibir lelakinya tersebut dan tidak menerima penolakan.


"Tidak, Dia sedang tidak sadar, Aku tidak boleh mengambil kesempatan ini." guman Jasson dan dengan sekuat tenaga melepaskan bibirnya dari bibir wanitanya hingga terlepas.


"Jasson aku menginginkanmu." ucap Tiyara.


"Tidak, Kau sedang tidak sadar, Berendamlah dahulu." ucap Jasson dengan melangkahkan kaki menjauh namun dengan sigap Tiyara langsung meraih tangan itu.


Brukkk..


Jasson terjatuh kedalam bathup yang ditempati oleh Tiyara. "Apa kau membenciku sehingga tidak mau menyentuhku?, Aku ini adalah istrimu jadi tidak masalah melakukannya." bisik Tiyara dengan wajah Jasson yang berada didadanya.


"Tidak, Aku tidak akan mengambil kesempatan didalam keadaanmu seperti ini." jawab Jasson yang masih bisa menahan namun tangan Tiyara terus saja berusaha membuka gaun yang ia kenakan.


"Ini sangat panas." ucap Tiyara yang sudah melepaskan Jasson dan terus saja mencoba membuka bajunya. Jasson bangkit dari jatuhnya dan langsung melihat wanitanya tersebut yang bagian atas bajunya sudah terbuka.


"Tutup tubuhmu." ketus Jasson dengan berusaha keluar.


"Aku mohon Jasson." ucap Tiyara yang langsung menarik leher suaminya tersebut dan ******* bibir lelakinya tersebut kembali.


"Tidak, Ini tidak boleh." guman Jasson yang kembali mencoba melepaskan ciumannya namun Tiyara sama sekali tidak mau dan terus saja menekan kepala lelaki itu. Jasson yang terus menolak namun Tiyara yaang terus meminta membuat keduanya melakukan hal yang seharusnya dilakukan sejak lama pada malam ini dengan suasana panas yang hadir dikamar tersebut.


Keesokan harinya.


Jasson membukakan perlahan matanya dan dia langsung menemukan istrinya yang berada didekapannya dengan bagian bahu yang terbuka. "Apa...." Jasson mengingat apa yang terjadi tadi malam dan ternyata dia dan istrinya sudah melakukan hubungan suami istri tadi malam.

__ADS_1


"Ah ****, Apakah dia akan..."


__ADS_2