My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Kau teroris?


__ADS_3

Wanita itu membukanya dan terlihat ada kertas kecil yang berisikan surat dan melihat kertas berikutnya. Matanya langsung membulat saat melihat itu. “Mama.” Panggil Jasson dengan wajah yang masih senang saat melihat ada ibunya didalam ruangan.


Nafas Rere naik turun dengan cepat. “Tiyara mana ma?.” Tanya Jasson dengan wajah bingungnya dan meletakkan makanan buatannya diatas meja.


Rere hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari putranya tersebut. “Mama?.” Panggil Jasson kembali saat ibunya tidak menjawab pertanyaannya.


“Mama kenapa?.” Tanya Jasson kembali dengan wajah bingungnya.


“Kau masih bertanya kenapa?.” Teriak Rere dengan kesalnya sehingga membuat Jasson kaget.


“Bagaimana bisa kau melakukan ini.” Teriak Rere kembali dengan melemparkan seluruh map kepada Jasson. Jasson mengambilnya dan membuka map tersebut.


“Jasson maafkan aku, Aku sudah menghancurkan hidupmu dengan memintamu menikah denganku, Aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya jika kita tetap bersama, Aku memang bahagia jika bersamamu namun itu tidak berlaku kepadamu, Aku tidak bisa egois dengan memikirkan perasaanku sendiri itu sebabnya aku menandatangani surat perceraian yang kau buat, Hehe maaf aku menemukannya di laci kamar mu yang aku huni, Jangan lupa menikahlah dengan wanita yang kau cintai agar hidupmu lebih bahagia. Masalah perusahaan ayahmu dan ayahku aku sama sekali tidak mengetahui hal itu, Sekarang perusahaan milikku dahulu sudah menjadi milikmu anggap saja atas ganti rugi perusahaan papamu yang entah kemana sebab ayah, Aku minta maaf atas nama ayah dan aku juga berharap kepadamu agar kau tidak membencinya apa lagi karna kau berpikir ayah penyebab kematian papamu, Penyebab kematian papamu bukan ayah melainkan Ferdi dia yang menyekap bibi Rere sebelum membunuh ayahku dan papamu. Aku tidak tau kenapa dia membunuh mereka tapi aku hanya ingin kau mengetahui ini dan sekarang hidupku sepertinya sudah tidak memiliki musuh yang hendak melenyapkanku lagi sebab diberita aku masih tidak ada kabar sejak kejadian hari itu jadi kau bisa hidup dengan aman dan nyaman. Maafkan keluargaku sekali lagi Aku mencintaimu.”


“B-bagaimana Tiyara berpikir seperti ini?.” Tanya Jasson dengan mata yang berbinar.


“Kau pikir saja sendiri, Jika bukan karna perkataanmu dia tidak mungkin seperti ini.” Teriak Rere yang kesal sedangkan Dery memilih untuk meninggalkan Jasson dan Rere.


“Ma aku tidak pernah……….”


“Jika bukan karna menikah denganmu aku tidak akan terjebak dalam seluruh kasusmu ini.” Teriakan dari mulutnya baru diingat olehnya.

__ADS_1


Jasson langsung berlari keluar ruangan dan terlihat Dery baru saja masuk kedalam mobil. “Dery.” Teriak Jasson sehingga membuat Dery menatap kepadanya.


“Dimana Tiyara?.” Tanya Jasson dengan mata yang memerah.


“Sudah pergi.” Jawab Dery dengan wajah datarnya dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan Jasson.


“Kemana perginya dia.” Teriak Jasson kembali namun Dery tidak memperdulikannya dan terus melajukan mobilnya.


“Terima kasih ya pak.” Ucap Tiyara dengan senyumnya kepada sopir taxi yang sudah membantunya untuk turun.


“Hem aku lupa jika tidak memiliki paspord dan tidak mengurus semuanya.” Guman Tiyara dengan wajah bingungnya.


“Haisss wanita ini bagaimana bisa dia membatalkan penerbangan tiba tiba.” Umpatan lelaki itu terdengar ditelinga Tiyara sehingga Tiyara menoleh kepadanya.


“Em maaf sebelumnya, Tadi saya tidak sengaja mendengarkan perkataan anda, Apakah tiket itu untuk ke amerika?.” Tanya Tiyara dengan wajah tulusnya.


“Ah iya, Ini benar untuk ke amerika.” Jawab lelaki tersebut.


“Boleh saya membelinya dan apakah seluruh perlengkapannya sudah lengkap? Nanti tinggal ditempelkan saja wajah saya dikartu orang itu.” Ucap Tiyara kembali. Lelaki itu tidak menjawabnya dan malah menatap Tiyara dari atas kebawah.


“Saya akan membayar lebih, Saya memerlukan itu semua sebab benar benar urgent.” Ucap Tiyara dengan mengeluarkan uangnya.

__ADS_1


“Baiklah, Ayo kita masuk.” Ajak lelaki itu menerimanya. Tiyara tersenyum dan mendorong kursi rodanya sendiri dan dilihat oleh lelaki tadi sehingga lelaki tadi mengambil alih untuk mendorong kursi roda tersebut.


“Terima kasih.” Ucap Tiyara dengan senyumnya.


“Ini foto foto saya.” Ucap Tiyara dengan memberikan potonya dan lelaki itu menerimanya dan duduk diatas kursi tunggu. Lelaki itu menempelkan poto Tiyara diperlengkapan perlengkapan tersebut sehingga selesai dia memberikannya kepada Tiyara.


“Ini.” Ucap Tiyara memberikan uang kepadanya. Lelaki itu menerimanya dan menatap lekat Tiyara yang tidak membawa apa apa.


“Apa kau *******?.” Tanya lelaki itu dengan wajah bingungnya.


“Apa wajahku terlihat seperti *******?.” Tanya balik Tiyara dengan wajah bingungnya.


“Hem, Memang tidak namun dengan kau yang mencari tiket mendadak dan tidak membawa apa apa mungkin saja bukan?.” Tanya lelaki itu dengan wajah bingungnya.


“Tidak, Saya bukan ******* ataupun orang jahat saya tidak berniat ingin menyakiti siapapun.” Jawab Tiyara dengan senyumnya.


Jasson berlari masuk kedalam rumahnya. “Tiyara.” Teriak Jasson saat masuk kedalam rumah sehingga membuat seluruh pelayan menatap kepadanya.


“Maaf tuan tapi nona bukannya masih dirumah sakit?.” Tanya Derwin dengan wajah bingungnya saat mendengar teriakan dari Jasson.


“Carikan Tiyara hingga dapat.” Teriak Jasson dan meninggalkan rumahnya. Dia kembali masuk kedalam mobilnya dan menuju kerumah istrinya.

__ADS_1


“Kau carikan Tiyara, Dia pergi dari rumah sakit dan tidak tau kemana.” Ucap Jasson kepada Roky dan langsung mematikan telponnya.


Jasson turun dari mobilnya dan berlari masuk kedalam rumah. Bi Feiy dan Dery terlihat menyeret koper hendak pergi meninggalkan rumah tersebut dengan bi Feiy yang tengah terisak. “Tiyara dimana?.” Tanya Jasson dengan wajah memelas menatap Dery.


__ADS_2