My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
kenakan infus saja bagaimana?


__ADS_3

"Nona" teriak Dery yang datang kerumah sakit itu. Tiyara tidak memperdulikannya begitupun dengan Jasson namun tidak dengan perawat dan juga dokter Syeri yang menoleh kearahnya yang nampak ngos ngosan.


"Kalian tunggu diluar" ucap Dery kepada beberapa pengawal yang mengikutinya dan masuk kedalam ruangan itu.


"Obat tidak akan membantumu sembuh, Disuntuik juga tidak akan sakit, Tenang ya" ucap Jasson kembali yang mencoba menenangkan Tiyara sedangkan dokter Syeri nampak sudah siap ingin memberikan suntikan kepada Tiyara.


"Tidak, Aku tidak mau, Aku baik baik saja, Aku baik baik saja" teriak Tiyara yang terus saja mengulang kata kata aku baik baik saja.


"Nona jika anda tidak disuntik takutnya akan lebih parah penyakit anda ini" ucap dokter Syeri.


"Terserah yang jelas aku tidak mau disuntik, Tidak mau" teriak Tiyara kembali dengan melindungi kepalanya menggunakan jas dokter yang dikenakan Jasson.


"Masuk dan lakukan apa yang harus kelian lakukan" ucap Dery dengan nada tegasnya saat melihat Tiyara yang tidak mau diobat.


"Kenakan infus saja bagaimana?" tanya Jasson dengan mengusap kepala wanita itu sangat berharap agar dia tenang.


"Tunggu" ucap Dery menghentikan para pengawal yang sudah ingin menahan Tiyara. Para pengawal menghentikan langkah kaki mereka dan melihat apa bisa Jasson membujuk Tiyara atau tidak.


"Bukannya itu sama saja dengan disuntik?" tanya Tiyara dengan wajah sedihnya sangat ketakutan akan jarum suntik


Jasson langsung tersenyum menatap wanitanya itu hingga membuat mata para suster dan dokter Syeri membulat namun langsung meleleh melihat senyuman itu. "Tidak, Jika infus akan diletakkan disini" jawab Jasson dengan mengusap tangan wanitanya yang akan diletakkan infus.


"Itu juga disuntik bukan?" tanya Tiyara kembali.


"Hanya ditempel saja disini, Aku pasangkan ditanganmu?" tanya Jasson dengan tulusnya mencoba dengan segala cara agar wanita itu mengikuti ucapannya.


Tiyara terdiam dan menatap lekat wajah lelaki itu hingga akhirnya dia langsung tersenyum lebar saat mmelihat senyum lelakinya. "Baiklah, Tapi kau yang mengenakannya" ucap Tiyara dengan senyumnya.


"Iya" jawab Jasson dengan mengusap kepala itu.

__ADS_1


"Bawa kemari" ucap Jasson dengan wajah datarnya kepada perawat. Perawat langsung mengiyakannya dan membawa seluruh yang ia bawa tadi ke Jasson.


Jasson mengambil infus itu. "Kemari" ucap Jasson dan langsung memeluk wanitanya.


"Jangan menatap kemari" ucap Jasson dengan mengggelamkan kepala wanita itu diperutnya dan menutupnya menggunakan jasnya.


"Em" Tiyara nampak mengiyakannya. Jasson yang merasa wanita itu sudah tenang mengambil tangan kirinya dan dengan perlahan dia mulai memasangkan infus menggunakan satu tangan namun dia kesusahan hingga akhirnya tangannya yang satunya membantu dan Tiyara saat berada tepat didekapannya.


"Nyaman sekali" ucap Tiyara dengan mengusapkan wajahnya ke perut lelakinya tersebut.


"Letakkan disana dan kemarikan obat penenangnya" ucap Jasson dengan memberikan infus itu kepada suster agar meletakkannya ketempatnya yang ada disamping ranjang. Suster mengiyakannya dan mengikuti perintahnya dan setelah itu memberikan obat penenang kepada Jasson.


"Sebentar lagi akan selesai, Bersabarlah" ucap Jasson dengan mengusap kepalanya sebentar dan setelah itu langsung menyuntikkan obat penenang kedalam infus yang mengalir ketubuh wanita itu.


Tangan yang menggenggam erat jas yang dikenakan lelakinya saat ini melemah menandakan obat sudah mulai bereaksi. "Apakah sakit?" tanya Jasson dengan sedikit memundurkan pandangnya.


"Tidak" jawab Tiyara dengan senyumnya sambil mengusapkan wajahnya kembali saat merasakan sangat nyaman memeluk lelaki itu.


Tiyara sama sekali tidak menjawabnya dan hanya membiarkan saja apa yang dilakukan orang saat ini kepadanya. Jasson menganggukkan kepalanya menatap dokter Syeri menyetujui untuk memberikan obat kepada istrinya hingga dibalas anggukan pula oleh dokter Syeri dan mendekat kearah Tiyara. Dia membuka satu kancing baju wanita itu dan menurunkannya hingga lengan dan langsung menacapkan suntik itu ke lengan itu. "Ah" Tiyara nampak kesakitan akan hal tersebut.


"Shut, Shut" Jasson mengusap kepala wanita itu dan Tiyara kembali tenang hingga dokter Syeri mengeluarkan kembali suntikan dari tubuhnya.


"Terima kasih" ucap Jasson dengan wajah datarnya namun nampak kelelahan.


"Sudah menjadi tugas saya" jawab Syeri dengan senyumnya. Jasson tidak menjawabnya dan hanya memasang wajah datarnya menatap wanitanya yang saat ini sudah memejamkan mata.


Syeri yang tidak mendapatkan jawaban menoleh kebelakang dan terlihat ada banyak orang dibelakangnya menggunakan jas berwarna hitam dan kacamata hitam mereka. "Saya permisi keluar dokter, Jika memerlukan saya tinggal panggil saja" ucap Syeri. Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan masih saja menatap lekat wanitanya itu.


"Apa makanan yang dia makan tadi?" guman Jasson dengan tatapan bingungnya menatap wanita itu.

__ADS_1


"Maaf tuan" ucap pengawal saat Dery nampak hendak berbicara. Jasson langsung menoleh kearah suara dengan wajah datarnya dia menoleh kearah Dery.


"Maafkan saya sedikit lancang tadi mengikuti anda saat anda kembali kerumah" ucap Dery mengakui dirinya mengikuti Jasson tadi saat kembali dari ruamh sakit kerumahnya.


Jasson tidak menjawabnya dan menatap tajam kearah lelaki itu. "Saya ingin bertanya, Bagaimana nona bisa menjadi seperti ini? Apakah anda tidak menjaganya?" tanya Dery dengan senyumnya namun tatapan mematikan menatap Jasson.


"Aku memiliki urusan tadi pagi dan tidak menjaganya" jawab Jasson akan pertanyaan tersebut.


"Anda sudah menjadi suaminya dan itu berarti nona Tiyara adalah tanggung jawab anda, Dia tidaklah mudah dekat dengan lelaki namun sedangkan dengan anda dia langsung ingin menikah, Saya tidak tau masalalu seperti apa yang membuatnya menyukainya anda jadi saya sangat memohong kepada anda untuk menjaganya dengan baik dan jangan sampai dia seperti ini lagi" jelas Dery dengan wajah sedikit kesal.


Bagaimana tidak saat Tiyara bersamanya dia selalu menjaga wanita kecil itu dengan sangat baik dan tidak pernah masuk rumah sakit namun saat ini hanya beberapa jam berada dirumah orang asing wanita itu sudah dikabarkan masuk rumah sakit.


"Memangnya apa yang terjadi kepadanya hingga dia seperti ini? Kecuali salah makan obat apa yang terjadi hingga dia memakan obat itu?" guman Jasson yang belum mengetahui jawaban itu.


"Apakah dia salah makan?" guman Jasson kembali.


"Anda seorang dokter mustahil untuk anda tidak mengetahui apa yang terjadi kepada nona hingga dia salah makan obat bukan?" tanya Dery dengan menatap tajam lelaki itu.


"Kau bisa diam?" tanya Jasson dengan wajah datarnya menatap Dery.


"Maaf tuan, Hanya saja saya sangat menghawatirkan nona" jawab Dery dengan seidkit membungkukkan tubuhnya akibat salah bicara kepada suami dari nona nya.


"Aku akan menjaganya dengan baik, Kau tidak perlu hawatir" balas Jasson dengan wajah datarnya dan berdiri dari duduknya saat ini.


"Saya akan berjaga diluar ruangan tuan, Permisi" pamit Dery dengan menundukkan sedikit tubuhnya. Jasson tidak menjawabnya dan mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang ada didalam ruangan tersebut dan menatap lekat istrinya yang tengah terbaring lemah itu.


"Bagaimana bisa aku sangat peduli terhadapnya?" guman Jasson dengan wajah bingungnya.


"Dia adalah orang baru dihidupku namun sepertinya aku sangat hawatir dengannya"

__ADS_1


"Entah masalalu apa yang pernah terjadi terhadap anda dan nona saya juga tidak mengetahui" ucapan Dery terngiang ngiang dibenaknya saat ini.


__ADS_2