My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Episode 104


__ADS_3

“Maaf nona, Tapi…….”


Ding…dong


Bel berbunyi sehingga membuat ucapan Dery terpotong dan semuanya menatap kepintu. “Saya lihat terlebih dahulu nona siapa yang datang, Permisi.” Pamit Dery sopan dan meninggalkan Tiyara dan Yasmin didalam kamar tersebut.


“Apa yang bisa kau makan? Biasanya semuanya bisa bukan kau makan?.” Tanya Yasmin sambil membuka peti es yang ada didapur itu.


“Tidak usah masak, Nanti kita beli saja makanannya.” Balas Tiyara.


“Kau selalu saja membeli makanan, Mungkin karna itu makanya dadamu sering sakit sakit sekarang, Makanya Zhara belajarlah memasak.” Ucap Yasmin dengan wajah ketusnya dan mengeluarkan bahan makanan yang akan dimasak olehnya.


“Cih.” Umpat Tiyara kesal dan hanya diam melihat apa yang dilakukan oleh Yasmin.


“Ra.” Panggil Yasmin.


“Hem.” Balas Tiyara dengan wajah datarnya.


“Kau tidak pernah mencintai orang?.” Tanya Yasmin.


“Pernah, Aku mencintaimu.” Balas Tiyara bergurau.


“Aku serius Zhara.” Ketus Yasmin dengan melototkan matanya kepada Tiyara.


“Aku juga serius.” Balas Tiyara dengan tidak mengalah.


“Maksudku sebagai pasangan yang ingin kau miliki.” Ketus Yasmin yang tau akan Tiyara yang tidak akan mengalah.


Tiyara terdiam.


“Aku mencintainya, Aku sangat mencintainya, Jadi dia harus menjadi milikku.” Ucapannya saat membantah ucapan Dery kembali terngiang jelas dibenaknya.


“Aku mencintamu jadi kau harus menjadi suamiku.”


“Aku membencinya, Karna keluarganya aku kehilangan papaku.” Seluruh hal yang terjadi dimasalalunya bersama Jasson masih saja melekat jelas dibenaknya.


“Hey kenapa kau malah diam bodoh.” Ketus Yasmin dengan meletakkan makanan diatas meja makan.

__ADS_1


Tiyara masih diam hingga Yasmin memberikannya waktu untuk diam sampai akhirnya dia membuka suara sendiri. “Aku mencintainya, Namun dia membenciku.” Ucapan yang keluar dari mulut wanita itu membuat Yasmin terdiam dan langsung menatapnya.


Tiyara tersenyum dan mendorong kursi rodanya ke meja makan. Senyum diwajah itu palsu, Yasmin sangat bisa melihat hal itu namun Tiyara langsung menatapnya dan sadar akan raut wajahnya yang membuat Yasmin termenung menatapnya. “Hey kenapa kau malah mematung disini, Cepat ambilkan piring untukku, Aku lapar.” Ketus Tiyara dengan wajah kembali seperti semula.


“Haisss tidak ada tanda pengirim makanan ini kemari.” Ucap Dery yang sedari tadi mencari siapa pemberi makanan untuk Tiyara.


“Untuk Zhang Yara.” Tulisan itu tertulis rapi diatas makanan tersebut.


“Tapi alamat apartemen nona tidak ada yang mengetahuinya kecuali nona Yasmin, Yang lainnya hanya mengetahui rumah nyonya besar.” Ucap Dery kembali dengan wajah yang masih bingung.


“Aku mohon bawalah kedalam dan beri makan istriku dengan masakan itu, Dia pasti mengingat masakan itu.” Ucap Jasson yang sedari tadi memantau dari apartemennya.


“Jika aku memberikannya kepada nona, Nona pasti akan mencobanya, Namun apakah ini tidak beracun?.” Guman Dery dengan wajah bingungnya dan membuka makanan tersebut.


Dia mencium makanan tersebut. “Tidak ada bau yang aneh, makanannya juga terlihat normal, Mungkin saja kiriman dari dokter sepertinya.” Ucap Dery dan langsung mengeluarkan ponselnya.


Ting


Ponsel Tiyara berbunyi dan dia langsung melihat pesan apa yang masuk. “Nona, Saya mengirimkan makanan untuk anda sebab tadi anda masuk rumah sakit jadi saya kirimkan makanan untuk anda.” Itu isi dari pesan yang diterima oleh Tiyara.


“Apa?.” Tanya Yasmin dengan wajah bingungnya.


“Hey kenapa kau berdiir diluar.” Ucap Tiyara dengan wajah bingungnya.


Wajah yang kesal sebab Dery tidak masuk masuk langsung tersenyum senang saat melihat wanita itu keluar. “Tahan.” Ucap Jasson yang menahan tangannya agar tidak membuka pintu apartemen untuk menghampiri Tiyara.


“Itu makanan?.” Tanya Tiyara dengan menunjuk ke kotak yang ditangan Dery.


“Iya, Bagaimana anda bisa tau nona?.” Tanya Dery dengan wajah bingungnya.


“Kemarikan, Itu dari dokter Gama, Dia yang memeriksaku tadi dan dia mengirimkanku makanan.” Ucap Tiyara dengan meminta barang itu. Dery memberikannya.


“Ayo masuk, Yasmin sudah memasakkan makanan untuk kita.” Ajak Tiyara dengan menarik tangan Dery.


“Baik nona.” Jawab Dery sopan dan mendorong kursi roda Tiyara dan masuk kembali kedalam apartemen.


Jasson membalikkan pandangnya kebelakang dan menatap tajam Derwin yang tengah duduk santai namun Derwin dengan segera menyibukkan diri. “Kau menghubungi Gama agar mengatakan makanan itu darinya.” Ucap Jasson dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Derwin diam beberapa saat sebab ketakutan hingga Jasson menghampirinya baru dia pasrah. “Iya tuan, Pengawal nona tadi terlalu lama memberikan makanan itu ke nona, Takutnya nona akan kenyang makan bersama temannya didalam itu sebabnya saya hubungi saja dokter Gama agar memberikan pesan mengatakan itu makanan darinya supaya makanan juga tidak dingin tuan.” Jelas Derwin singkat.


“Cih.” Umpat Jasson yang sudah tidak tau ingin mengatakan apa lagi.


“Eh.” Ucap Tiyara saat membuka kotak makan tersebut.


“Makanan ini yang sering dimasakkan Jasson untukku dahulu jika aku tidak enak badan atau sakit.” Guman Tiyara dengan wajah datarnya.


“Kenapa nona? Anda tidak menyukai makanan itu?.” Tanya Dery dengan wajah bingungnya sehingga Yasmin yang tengah makan ikut menatapnya.


“Tidak.” Jawab Tiyara dengan senyumnya dan melahap perlahan makanan tersebut.


“Rasanya sama.” Gumannya dengan mempercepat kunyahannya dan makan sangat lahap.


“Tidak pernahnya nona seperti ini.” Guman Dery dengan wajah bingungnya.


“Ra, Aku harus pergi segera, Mama menungguku tadi, Tidak apa kan aku tinggal?.” Tanya Yasmin saat menerima pesan dari ibunya.


“Em.” Jawab Tiyara menganggukkan kepala dengan masih sangat lahap memakan makanan tersebut.


“Yasudah aku pergi dulu, Paman, Yasmin pergi dulu.” Pamit Yasmin kepada Dery dan Tiyara dan langsung meninggalkan apartemen.


“Oiya paman, Jika kau ingin pulang jugs tidak apa apa, Ini sudah sangat larut takutnya bibi tidak berani dirumah sendirian.” Ucap Tiyara dengan senyumnya dan menghentikan sekejap makannya.


“Memangnya nona tidak apa apa jika ditinggal sendiri?.” Tanya Dery yang sedikit hawatir.


“Tidak apa apa, Nanti jika terjadi apa apa, Akan aku hubungi.” Ucap Tiyara dengan senyumnya.


“Saya bereskan ini dahulu setelah itu saya akan pulang.” Ucap Dery dengan membereskan dapur yang tidak terlalu berantakan itu.


Setelah selesai Dery berpamitan untuk pulang dan Tiyara yang sudah kenyang memilih untuk menyimpan makanan yang tersisa kedalam kulkas. Tiyara mendorong kursi rodanya dan menuju kekamarnya, Dia membuka jendela kamarnya dan menuju kebalkon. Dia menatap susana malam yang sangat indah dari balkon kamarnya dan tersenyum lebar.


“Oiya lupa.” Tiyara mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada dokter Gama.


“Terima kasih makanannya dok, Saya sangat suka.” Balas Tiyara dengan menggunakan emoji senyum senang.


“Tuan, Ini.” Ucap Derwin dengan menunjukkan balasan pesan dari Tiyara.

__ADS_1


“Benarkah, Dia memang selalu menyukai masakanku.” Ucap Jasson dengan wajah senang dan gembiranya.


__ADS_2