My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Buna


__ADS_3

“Hey apa yang kau katakan kepada buna, Anak kecil tidak boleh berbicar seperti itu.” Ucap Jasson dengan wajah sedikit kesal kepada Qiao.


“Jasson sudah menikah dan memiliki anak?.” Guman Tiyara dengan wajah sedih dan kebingungannya menatap Qiao yang begitu dekat dengan Jasson dan menatap wanita yang datang bersama anak kecil itu yang tidak ia ketahui siapa itu.


“Buna, Kenapa diam saja?.” Tanya Qiao dengan memegang tangan Tiyara. Tiyara menoleh kepadanya dan setelah itu menoleh pula kepada Quenza yang benar benar tidak ia ketahui siapa itu.


“Kenapa hanya diam?.” Tanya Jasson dengan menyelipkan rambut istrinya ketelinga. Tiyara masih saja diam begitupun dengan Quenza yang juga terlihat bingung akan sikap Tiyara saat ini.


“Nona.”


“Hah, Hah.” Dery masuk dengan nafas yang naik turun dengan cepat.


“Tuan anda tidak bisa…….”

__ADS_1


“Paman.” Tiyara memasang wajah sedihnya menatap Dery sehingga membuat Jasson menoleh kebelakang. Dery langsung mendekat dan Tiyara langsung memeluknya dan dibalas usapan begitu nyaman dari Dery.


“Maafkan saya nona, Saya terlalu lambat menemukan anda.” Ucap Dery dengan wajah merasa bersalah.


“Tidak, Kau kenapa begitu lama datang, Bawa aku pulang.” Ucap Tiyara dengan memeluk erat Dery. Jasson langsung berdiri dengan Qiao yang diturunkannya.


“Tidak bisa, Kau harus tinggal bersamaku, Kau masih istriku.” Ucap Jasson yang tidak terima. Dery menatap tajam lelaki itu dan setelah itu menoleh kepada Tiyara begitupun dengan Jasson dan yang lainnya yang menoleh kepada Tiyara.


“Tidak bisa.” Jasson berusaha melepaskan tangan Tiyara dan mengambil wanita itu dari Dery namun Dery langsung menepis kasar tangan lelaki.


“Apa anda tidak mendengarkannya, Dia tidak ingin bersama anda dan anda bukanlah suaminya, Ayo nona.” Dery langsung menggendong Tiyara dan membawanya keluar dengan cepat.


“Kau tidak boleh meninggalkanku lagi.” Teriak Jasson yang langsung menyusulnya.

__ADS_1


“Tahan mereka.” Teriak Jasson kembali kepada para pengawal namun Dery yang juga membawa pengawal tidak terhentikan langkah kakinya. Pengawal Jasson yang lebih lemah dari pengawal Dery membuat Jasson harus mengejar Dery sendirian.


Dery memasukkan Tiyara kedalam mobil, dan setelah itu dirinya pula yang masuk kedalam mobil. Mobil langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah sakit. “Tiyara.” Teriak Jasson yang mencoba mengejae.


Tiyara bisa mendengarkan teriakan tersebut namun dia tidak memperdulikannya dan hanya menatap keluar jendela. “Tidak usah terlalu keras untuk membuatku kembali Jasson, Aku tidak akan kembali kepadamu dan memaksamu seperti dahulu.” Guman Tiyara yang bisa melihat Jasson yang masih mengejar dari spion mobil.


“Shit.” Umpat kesal Jasson dan mobil berhenti tepat didekatnya dan itu adalah pengawal. Jasson langsung masuk kedalam mobil dan mengambil alih kemudi dan mengejar mobil yang membawa istrinya itu.


“Mami, Buna kenapa pergi bersama kakek tadi?.” Tanya Qiao yang ada digendongan Quenza untuk meninggalkan rumah sakit itu sengan wajah bingungnya.


“Mungkin buna mu ada urusan lain, Kita ke tempat papi terlebih dahulu saja ya, Nanti saat ayah mu pulang baru kita menemuinya.” Ucap Quenza dengan senyumnya dan masuk kedalam mobil.


“Jika dipikir pikir kesalahan Jasson akan membuat Tiyara susah untuk kembali kepadanya, Dari pelacakanku, Jasson menuduh paman Watsons sebagai pembunuh paman Drean dan ingin membunuh anak paman Watsons yang dia adalah Tiyara, Selain itu masih banyak lagi dan Itu cukup keterlaluan, Mungkin jika aku yang ada diposisi itu sudah aku cabik cabik Jasson.” Guman Quenza yang sama sekali tidak ikut campur ataupun membantu Jasson tadi.

__ADS_1


__ADS_2