
Tiyara menarik nafas panjangnya dan memejamkan matanya sekejap setelah itu kembali menatap kepada Dery. “Sudahlah, Pergi kau pulang saja, Kau harus banyak istirahat dan makan makanan yang bergizi jangan sampai kau sakit, Jika kau sakit kasiahan bi Feiy mengurusmu.” Ucap Tiyara dan membuang pandangnya dari Dery.
Dery menatapnya dan hanya ditatap datar oleh Tiyara. “Saya permisi nona, Sekali lagi maafkan saya.” Ucap Dery dengan menundukkan sedikit kepalanya.
Tiyara tidak menjawabnya dan hanya menatap kepergian lelaki tersebut. Jasson menyemprot sedikit parfum dipakaiannya dan menciumnya. “Baru selesai mandi pasti wangi.” Ucap Jasson dengan senyumnya dan keluar dari kamar mandi.
Tiyara menoleh kepadanya dan terlihat rambut lelaki itu basah. “Apa dokter yang merawatku tidak bisa diganti agar kau bisa pulang kerumah dan beristirahat?.” Tanya Tiyara dengan wajah menyedihkannya.
“Em? Kenapa kau meminta mengganti dokter rawatmu? Aku yang akan merawatmu.” Balas Jasson dengan berjalan mendekat tanpa mendapatkan keganjalan sedikitpun.
“Tapi seharusnya bukan kau, Bukankah bisa orang lain dan tidak usah merepotkanmu dengan menjagaku?.” Tanya Tiyara kembali yang masih dengan raut wajah awal.
__ADS_1
“Siapa yang mengatakan bahwa merawatmu merepotkanku?.” Tanga Jasson dengan berjalan mendekat dengan wajah tidak senangnya.
“Aku, Lihatlah tubuhmu semakin kurus sebab kau pasti kurang istirahat dan makan dengan tidak teratur, Kantung matamu juga sangat menjelaskan bahwa kau kurang tidur.” Jawab Tiyara.
Jasson diam dan menatap lekat wanita itu. “Kurang tidur mungkin itu benar tapi tidak dengan yang lainnya, Aku makan dengan baik dan beristirahat dengan cukup jadi kau tidak usah mengatakan hal yang seperti tadi dan meminta agar aku mencarikan dokter pengganti.” Balas Jasson dengan mengusap bahunya.
“Tapi kesehatanmu lebih penting dari apapun, Kau tidak bisa terus terusan seperti ini.” Balas Tiyara pula.
“Kesembuhanmu yang lebih penting, Tentang diriku sama sekali tidak penting.” Guman Jasson dengan mengusap kepala wanita itu.
“Sudah tidak usah banyak pikiran lagi, Sekarang jam istirahat, Kau harus istirahat.” Ucap Jasson kembali saat Tiyara yang hanya diam saja.
__ADS_1
“Aku mengomel kepadanya juga tidak guna secarakan dia adalah dokter dan aku pasti akan kalah jika berdebat masalah ini dengannya.” Guman Tiyara.
“Kau juga istirahat.” Tiyara menjawab perkataan lelaki itu dan langsung dibalas anggukan oleh Jasson.
“Yasudah istirahatlah.” Ucap Jasson lagi dengan membantu wanita itu untuk berbaring namun Tiyara tidak mau dan malah menggenggam tangannya.
“Mari tidur dan beristirahat bersamaku.” Ucap Tiyara dengan wajah merengek kepada Jasson.
“Tidak boleh, Aku nanti akan tidur disana.” Ucap Jasson dengan senyumnya.
“Masih banyak celah untuk tubuhmu disini, Tidak apa apa jika kau tidur bersamaku.” Balas Tiyara. Jasson kembali menolak meskipun dia sangat ingin dan ranjang memang masih ada tempat untuknya dia masih saja tidak mau sebab takut akan ada selang selang yang bermasalah saat dirinya tertidur.
__ADS_1
“Hemp yasudah jika tidak mau.” Balas Tiyara dan melepaskan tangan lelaki itu dan membaringkan tubuhnya dengan membelakangi suaminya.
Jasson hanya membuang nafas panjang dan menarik kursi mendekat kepadanya dan duduk diatasnya. Lelaki itu menatap tubuh wanita yang membelakanginya tanpa kembali menatap kepadanya namun dia tidak memaksa agar Tiyara menatap kembali kepadanya melainkan membenarkan selimut agar Tiyara dapat tidur dengan nyenyak dan nyaman.