My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Terima kasih


__ADS_3

Dia mendudukkan kembali tubuhnya disamping wanitanya yang tengah tertidur itu dan menatap lekat wajahnya. Bibirnya langsung tersenyum, Tangannya mengusap lembut kepala wanita itu sehingga Tiyara yang mendapatkan belaian itu terasa nyaman dan mengusapkan dan mendekatkan kepalanya ketangan Jasson dan Jasson dengan senang hati menerimanya dan memberikan lengan dan dada bidangnya tersebut untuk kenyamanan wanita itu.


“Tidak akan aku biarkan kau meninggalkanku lagi.” Bisiknya dengan memberikan kecupan dipucuk kepala istrinya tersebut.


Ding….Dong


Bel berbunyi membuat Jasson langsung turun dari ranjang dengan melepaskan perlahan tangannya dari kepala istrinya dan setelah itu berjalan dengan sangat perlahan meninggalkan ruang kamar menuju kepintu. Jasson bisa melihat siapa yang datang dan langsung membukakan pintu tersebut.


“Ini tuan alat yang anda inginkan.” Ucap dokter dengan memberikan alat tersebut kepada Jasson.


“Terima kasih.” Balas Jasson dengan senyumnya dan meninggalkan dokter tersebut tanpa menutup pintu apartemen dan masuk kembali kedalam kamar.


Jasson membenarkan posisi tidur istrinya dan meletakkan bantal dikaki istrinya yang tidak terlalu baik itu. Dia menaikkan sedikit rok yang dikenakan oleh wanita itu dan melihat keadaan kakinya yang terlihat baik baik saja namun setelah mengetahui itu dia sama sekali berhenti sampai sana dan memeriksa lebih teliti dan benar saja itu memang sangat baik baik saja.

__ADS_1


Jasson menatap tajam kepintu kamar dan terlihat dokter berdiri disana sehingga dokter sadar dan dia langsung meninggalkan tempat tersebut dan memilih untuk duduk diruang tamu. Jasson membuang nafas panjang. “Maaf ya, Izinkan aku.” Ucap Jasson dengan nada rendah dan membuka kancing baju istrinya untuk mengecek kondisi luka lama itu.


“Sepertinya dia tidak meminum obatnya dengan teratur sehingga masih ada sedikit luka basah disini.” Guman Jasson yang sangat menyadari hal tersebut.


Jasson mengambil obat yang kemungkinan akan bisa membantu menyembuhkan luka itu dan mengoleskannya dengan sangat perlahan agar istrinya tersebut tidak bangun namun itu tidak sesuai dengan harapannya. Tiyara menggeliat dan hendak berpindah posisi tidur namun terhenti disebabkan oleh ada sesuatu yang menghadangnya. Tiyara langsung membuka matanya dan terlihat ada tangan yang berada didadanya sehingga matanya membulat dan memegang tangan itu dan setelah itu melihat siapa pemilik tangan tersebut.


“Beraninya kau.” Teriak Tiyara yang langsung duduk dan mendorong Jasson.


Brakkk


Brakkkk


Kaki yang tidak bisa berjalan akibat lumpuh membuatnya terjatuh tepat diatas pelukan Jasson dengan Jasson yang langsung tersenyum dan mendungus mencium bau tubuh yang sama sekali tidak berubah. Tiyara yang bisa merasakan jika Jasson mendengus langsung berpindah duduk dengan tatapan tajam dihadapannya.

__ADS_1


“Aku tadi memeriksa luka didadamu dan sangat terlihat jika kau jarang memakan obat.” Ucap Jasson dengan menggendongnya dan mendudukkannya kembali keatas ranjang.


“Itu sama sekali bukan urusanmu, Dimana kursi rodaku?.” Tanya Tiyara dengan wajah datar dan kesalnya akan Jasson.


“Belum dibawakan Derwin kemari, Mungkin dia tidak tau tempat apartemenku.” Jawab Jasson dengan mengusap kepala wanita itu namun tangannya langsung ditepis kasar oleh Tiyara.


Tiyara terlihat lihat mencari sesuatu namun dia tidak menemukannya. “Ponselku mana?.” Ketusnya kembali dengan wajah kesal.


“Ini.” Jasson memberikan ponsel itu kepada Tiyara dan langsung diambil olehnya.


Drittttt


“Nomorku jangan dihapus.” Ucap Jasson dengan senyumnya saat mencoba menghubungi ponsel istrinya kembali setelah sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2