My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Dimana ayah Jasson


__ADS_3

“Aku tidak menyangka bu Tiyara akan menjadi seperti ini, Bagaimana bisa ada orang yang membencinya dengan karakternya yang memiliki hati sangat baik?.” Guman bos dengan wajah tidak percayanya.


“Akhirnya kau bangun sayang.” Ucap Rere yng langsung tersenyum senang sebab putranya yang sudah bangun itu.


“Apa Tiyara sudah ditemukan ma?.” Tanya Jasson terlebih dahulu tanpa memperdulikan apapun termasuk dirinya sendiri.


“Sayang nanti dahulu memikirkan itu, Sekarang kau istirahat terlebih dahulu ya.” Ucap Rere yang mencoba menenangkannya.


“Apa Tiyara belum ditemukan?.” Tanya Jasson dengan wajah sedihnya dan menatap Roky dan Derwin yang ada disana.


Roky dan juga Derwin menundukkan kepala mereka. “Bagaimana bisa hanya mencari seorang wanita saja tidak ditemukan.” Ucap Jasson yang kecewa dan menundukkan kepalanya.


“Jasson tenanglah nak, Kita akan menemukan Tiyara dan pencarian Tiyara akan terus dilakukan, Yang terpenting saat ini adalah kesehatanmu.” Jawab Rere dengan mengusap punggung putranya tersebut.


“Bagaimana bisa ma aku beristirahat dengan istriku yang menghilang.” Balas Jasson dengan mata yang berbinar.


“Tidak apa apa sayang, Semua orang berusaha untuk menemukan Tiyara, Kau lebih baik jaga kesehatan terlebih dulu ya nak.” Ucap Rere dengan mencoba menenangkan putranya dengan mengusap bahu lelaki itu.


“Wah akhirnya kita sampai.” Wanita yang mengenakan kacamata hitam dan outfit mewahnya keluar dari bandara.

__ADS_1


“Mama, Dimana ayah Jasson? Mama bilang ingin bertemu dengannya.” Ucap seorang anak lelaki yang ikut bersamanya.


“Haiss bocah ini, Baru juga mendarat, Ayo kita naik taxi terlebih dahulu untuk kerumah nenek dan ayah.” Balas wanita itu dengan senyumnya dan menggendong anaknya dengan koper yang dibantu dibawakan oleh sopir.


“Ke alamat ini pak.” Ucap wanita itu dengan menunjukkan alamat kepada sopir taxi.


“Baik nona.” Jawab sopir taxi dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke alamat yang diberikan Wanita itu.


“Papamu sok sibuk sekali, Bisa bisanya dia menyuruh kita mendarat kebeijing terlebih dahulu, Memang lelaki itu lebih mementingkan bisnis.” Umpatnya dengan kesal.


“Uangnya mama juga yang membelanjakannya.” Jawab anaknya.


“Hey kau ini benar benar…..”


Ponselnya berbunyi sehingga membuatnya mengurungkan niat untuk memarahi putranya tersebut dan mengangkat telpon masuk. “Apakah kalian sudah mendarat sayang?.” Tanya lelaki dari sebrang telpon.


“Em.” Jawab wanita itu dengan wajah datarnya.


“Em? Kenapa wajahmu begitu?.” Tanya lelaki itu dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


“Mama marah sebab papa tidak ikut mendarat bersama makanya wajahnya jadi seperti ini.” Jawab anaknya yang baru berumur 3tahun itu.


“Hem, Akukan sudah bilang dari amerika aku akan langsung terbang ke beijing untuk menemui kalian, Tidak usah marah seperti itu.” Ucap lelaki itu dengan mencoba membujuknya.


“Lapar sekali.” Tiyara mendorong kursi rodanya dengan cukup cepat.


Brakkk


“Ah ****.” Umpat lelaki itu.


“Hey kau kenapa?.” Tanya wanita itu dari sebrang telpon saat suaminya mendesis kesakitan.


“Maaf pak, Saya tidak sengaja sebab saya terlalu terburu buru.” Ucap Tiyara dengan menundukkan kepalanya merasa bersalah. Lelaki itu menatap Tiyara yang duduk dengan kepala yang menunduk itu.


“Siapa wanita itu?.” Tanya wanita dari sebrang telepon namun tidak membuat Tiyara mengangkat kepalanya.


“Tidak apa apa, Lain kali anda harus berhati hati.” Ucap lelaki itu dan meninggalkan Tiyara. Tiyara mengangkat kepalanya dan wajahnya dapat dilihat oleh lelaki yang ditabraknya barusan.


“Yasudah aku sekarang harus pergi ketempat meating, Setelah selesai semuanya aku akan langsung terbang.” Ucap lelaki itu dengan senyumnya menatap istrinya.

__ADS_1


“Cepatlah kemari.” Balas istrinya dan dibalas senyuman olehnya.


“Yatuhan bagaimana bisa seceroboh ini.” Ucapnya dengan memukul kepalanya sebab tidak lihat jalan.


__ADS_2