My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Sayang aku mohon, Bangunlah


__ADS_3

"Aku harus menghilangkan rasa takutku dan melindunginya." sambungnya.


"Dia adalah istriku, Dan aku adalah suaminya, Aku harus melindungi dan menjaga istriku dengan baik." ucap Jasson dengan menggenggam tangan istrinya yang masih belum sadarkan diri itu.


Sudah larut malam Tiyara masih belum menampakkan tanda tanda ingin bangun, Jasson selalu berada di sampingnya, Menggenggam tangannya, Mengusap kepalanya dan memberi kasig sayang penuh kepada istrinya. Menjaga wanita itu dengan sangat baik dan hampir setiap detik memeriksa selang infus takut jika selangnya tersendat.


"Tuan makan dulu." Dery yang sudah lama sampai juga ikut menemani Tiyara dirumah sakit itu.


Hawatir, Ya Dery sangat menghawatirkan wanita kecil yang sudah dewasa itu. "Aku tidak lapar." jawab Jasson dengan wajah datarnya.


"Anda harus makan, Sedari tadi anda belum makan, Hal itu akan membuat nona sedih saat bangun sebab mengetahui anda meninggalkan makan anda hanya karna hawatir kepadanya." jelas Dery mencoba membujuk dengan kasar akan Jasson yang tidak ingin makan.


Jasson masih diam dan menatap lekat istrinya itu dan setelah itu baru menatap Dery. Dery kembali menyodorkan makanan kepada Jasson dan Jasson menerimanya.


Sebelum dia memakan makanan tersebut dia menatap lekat makanan itu. Isi kepalanya saat ini adalah istri, Istri dan istri saja, Dia begitu menghawatirkan wanita itu yang tidak bangun sedari tadi dan terus memeriksa obat takut ada yang salah, Dan ternyata semuanya normal hanya saja istrinya belum juga bangun.


"Tuan makanlah." ucap Dery kembali. Dengan hati yang gelisah dan hawatir Jasson memakan perlahan makanan yang ada ditangannya sambil matanya menatap istrinya yang terbaring tidak sadarkan diri itu.


Lelaki itu membuang nafas panjangnya dan menundukkan kepalanya memakan makanan itu demi kesehatannya. "Aku harus sehat, Jika aku sakit siapa yang akan menjaganya." guman Jasson dan makan makananya dengan semangat.


Jam sebelas malam


Jasson masih terjaga dan matanya terus saja menatap istrinya itu. "Hey bangunlah, Aku sedari tadi menunggumu bangun." ucap Jasson dengan mengusap kepala wanita itu sedangkan Dery dia memilih untuk menubggu di luar ruangan.


"Sayang aku mohon, Bangunlah." Jasson menyadarkan kepalanya diranjang dengan tangan istrinya berada di wajah bawahnya.


"Aku tidak akan melepaskanmu hingga kau bangun." ucap Jasson dengan mata sayu dan perlahan matanya tersebut tertutup.


Dery yang sadar akan jam menoleh kedalam dan terlihat Jasson sudah tertidur dengan tangan Tiyara yang berada di wajahnya. "Tuan semakin memperhatikan Nona, Syukurlah perjuangan nona tidak sia sia." guman Dery dengan senyumnya menatap Jasson yang benar benar memperhatikan Tiyara.

__ADS_1


"Pasti dia kelelahan." Dery kembali menutup pintu ruangan tersebut dan kembali duduk di tempatnya.


Selain kelelahan jam yang sudah menunjuk pukul sebelas setengah malam juga membuat Jasson mengantuk makanya dia tertidur di samping istrinya itu.


Jam dua malam


Penjaga bertukar dan di ganti dengan penjaga baru sebab penjaga sebelumnya di suruh istirahat oleh Dery sedangkan Dery dia masih saja terjaga.


Tangan wanita yang tengah berbaring diranjang itu sedikit bergerak namun tidak membuat Jasson terbangun sebab yang bergerak hanya jari jarinya saja. Matanya perlahan terbuka hingga terbuka seluruhnya Tiyara menatap ke arah tangannya yang terasa berat dan letih itu dan ternyata ada suaminya yang tidur dengan mebggenggam tangannya.


Bibir wanita itu langsung membentuk sebuah senyuman saat melihat hal itu dan mengusap lembut kepala lelaki itu.


Ckleekk


Dery membuka pintu sehingga membuat Tiyara menoleh ke arah pintu. Dery masuk ke dalamnya. "Nona, Anda......"


"Sshhhht" Tiyara meminta agar Dery diam sebab tidak mau suaminya yang tengah tidur itu terganggu.


"Apa ada yang sakit nona? Apa anda lapar? apa......"


"Sejak kapan dia di sini? , Kenapa aku dibawa ke rumah sakit?." tanya Tiyara memotong perkataan Dery.


"Ah, Tuan meminta untuk membawakan anda ke rumah sakit, Suhu tubuh anda tidak normal tadi makanya tuan membawa anda ke mari dan......"


"Em." Jasson mendengar keributan itu dan membuka matanya dan langsung menatap istrinya.


"Kau sudah bangun? Apa ada yang sakit? Apa kau lapar?." tanya Jasson langsung dengan mata yang memerah.


Tiyara tersenyum gemas dan memegang tangan suaminya memintanya untuk duduk kembali. "Aku benar benar sudah bangun, Tidak ada yang sakit dan aku juga belum lapar." jawab Tiyara dengan senyum senangnya akan suaminya yang menghawatirkannya.

__ADS_1


"Kau tidak berbohong kan? Kau benar benar tidak apa apa?." tanya Jasson memastikannya.


"iya aku benar benar tidak apa apa." jawab Tiyara dengan senyum nya mencoba meyakinkan suaminya akan dirinya yang baik baik saja.


"Kau sejak kapan di sini? Apa kau lapar? Apa kau beristirahat dengan baik?." tanya Tiyara yang mulai menghawatirkan suaminya itu.


"Aku baik baik saja, Tidak lapar dan istirahatku juga baik." jawab Jasson dan membuang nafad panjangnya mencoba fokus menangani istrinya yang tengah sakit itu.


Dery masih diam membeku di sana dan Tiyara langsung melototkan matanya kepada lelaki itu dan Dery menganggukkan kepalanya mengiyakan dan meninggalkan mereka berdua di ruang tersebut.


Jasson memeriksa suhu tubuh, Infus dan yang lainnya, Sehingga merasa sudah normal seluruhnya baru dia membuang nafas lega dan kembali mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang ia duduki tadi.


Jasson menatap lekat wanita nya itu dan menggenggam kembali tangan wanita itu. "Kenapa kau malah melindungiku dari tusukan pisau tadi, Kan kau yang kena jadi nya." ucap Jasson.


"Jika kau sakit atau terluka siapa yang akan merawatmu, Aku bukan dokter dan tidak pandai merawat siapapun makanya aku melindungi mu tadi, Jika aku yang terluka kan ada kau yang bisa menjaga dan merawatku dengan penuh kasih sayang." goda Tiyara dengan senyumnya.


"Benrhenti bergurau, Aku serius." balas Jasson dengan wajah Datarnya.


"Aku juga serius, Siapa yang bilang aku main main." jawab Tiyara yang mengatakan hal itu benar dari lubuk hatinya.


Jasson membuang nafas panjang. "Kenapa nafasnya begitu panjang? Tidak ikhlas merawatku?." tanya Tiyara dengan wajah kesalnya.


"Kau ingin makan apa?." tanya Jasson tanpa menjawab pertanyaan istrinya tersebut.


"Memakanmu." jawab Tiyara dengan senyumnya dan mencoba untuk duduk.


"Eh, Mau apa kau." Jasson menahan wanita itu agar tidak duduk.


"Aku lelah berbaring, Aku ingin duduk." ucap Tiyara dengan wajah malasnya. Jasson kembali membuang nafas panjang dan membantu wanita itu untuk duduk dengan Tiyara yang langsung melingkarkan tangannaya di leher suaminya itu.

__ADS_1


"Sering sering lah perhatian dengan ku seperti ini, Aku benar benar menyukai nya." bisik Tiyara dan mencium wajah suaminya itu.


Dengan wajah yang memerah Jasson mencoba tenang sebelum melepaskan pelukan Tiyara darinya dan setelah itu baru kembali duduk dan menghadap wanita itu.


__ADS_2