My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Lebah


__ADS_3

"Kenapa kau meminum obat magh?" tanya Jasson dengan wajah datarnya dan membuang tisyu bekas mengelap peluh Tiyara tadi.


"Hah? Kapan aku meminum obat magh?" tanya Tiyara kembali dengan wajah bingungnya.


"Kenapa kau malah bertanya balik kepadaku? Kau yang meminumnya tadi pagi, Ini" ketus Jasson dengan menunjukkan obat yang diminum oleh Tiyara tadi pagi.


"Ah obat magh ya, Tapi ini bacanya sakit perut" ucap Tiyara dengan menunjukkan bacaan Stomach ache dikotak obat itu.


"Kau tidak membaca didalam kurungnya?" teriak Jasson.


"Apa yang terjadi tuan?" tanya Dery yang langsung masuk saat mendengar teriakan dari Jasson hingga membuat Tiyara menoleh kearahnya.


"Kenapa kau ada disini bajingan tua?" tanya Tiyara dengan melototkan matanya menatap Dery.


"Saya...."


"Berhenti mencoba mengalihkan pembicaraan, Apa yang kau makan tadi pagi hingga membuatmu sakit perut?" potong Jasson akan ucapan Dery dengan menatap tajam kearah Tiyara.


Tiyara langsung menoleh kearah Dery dengan melotot kearahnya. "Saya permisi" pamit Dery dan langsung keluar dengan kembali menutup pintu ruangan itu.


"Cepat jawab pertanyaanku" ucap Jasson kembali dengan wajah datarnya.


"Aku memakan makanan kadaluarsa" jawab Tiyara dengan wajah kesalnya akibat sedari tadi mendengar ucapan tidak enak didengar dari mulut lelakinya itu.


"Bagaimana bisa kau memakannya? Apa kau tidak tau memakan makanan yang sudah kadaluarsa itu akan bisa menghilangkan nyawamu?" teriak Jasson dengan wajah kesalnya.


"Kau tidak memberikanku makan dari kemarin, Kemarin saat aku membawakan makanan kerumah sakit kita juga tidak sempat memakannya" jawab Tiyara dengan wajah kesalnya.


Jasson terdiam sejenak saat mendengar jawaban yang benar itu. "Tapi makanan banyak dikulkas kenapa kau malah mengambil makanan kadaluarsa itu?" tanya Jasson kembali dengan wajah kembali datar.


"Karna aku malas memasak" jawab Tiyara dengan menatap ke sembarang arah.


"Aku tidak tau memasak bodoh, Dirumahku ada bi Feiyang yang selalu memasak untukku" guman Tiyara dengan kesalnya.


"Bagaimana kau malas? Malasmu itu hampir saja membuatmu mati" ucap Jasson yang semakin kesal mendengar jawaban itu.


"Hmmp malah marah, Jika aku jujur pasti dia akan mengejek" guman Tiyara dengan kembali membuang pandangnya dan memilih untuk diam saja.

__ADS_1


Jasson yang melihat wanita itu hanya diam membuang nafas panjang untuk tenang. "Sudahlah, Apa yang ingin kau makan? Aku akan membelinya" ucap Jasson yang kembali memasang wajah datarnya dengan berdiri tegak dengan kedua tangan yang berada dikantong celananya.


"Apa saja yang penting mengenyangkan perut" jawab Tiyara dengan wajah masih saja kesal. Jasson tidak menjawabnya dan melangkahkan kakinya kearah pintu.


"Bukan kau yang pergi membelinya" teriak Tiyara hingga menghentikan langkah kaki Jasson.


"Dery masuk" teriak Tiyara dengan sekencang mungkin hingga Dery bisa mendengarkannya dan masuk kedalam ruangan tersebut.


"Saya disini nona" ucap Dery dengan sedikit menundukkan tubuhnya.


"Belikan makanan untukku dan suamiku" pinta Tiyara dengan menurunkan kakinya dari atas ranjang hingga membuat Dery sontak berlari dan memegang kaki itu dan meletakkannya kembali diatas ranjang.


"Iya nona saya akan pergi membelinya tapi anda jangan kemana mana" ucap Dery dengan menutup kaki Tiyara kembali menggunakan selimut.


"Aku bukan ingin keluar, Tapi membawa suamiku kembali kemari" jawab Tiyara dengan wajah datarnya hingga membuat Dery dengan segera menarik tangan Jasson dan membawanya ke dekat Tiyara kembali.


"Ini, Tuan sudah berada disini, Anda jangan turun dan kemana mana" ucap Dery sehingga membuat Jasson nampak sedikit tertekan karnanya.


"Menggemaskan sekali wajahmu jika tertekan seperti ini" ucap Tiyara dengan senyum yang mengembang gembira melihat Jasson. Jasson langsung menghilangkan raut wajah itu dan kembali memasang wajah datarnya.


"Iya nona saya akan pergi sekarang" jawab Dery dan langsung berlari dari sana keluar dari ruangan itu dan pergi membelikan makanan untuk Tiyara nona nya.


"Duduklah kembali, Tapi duduk dihadapanku" pinta Tiyara dengan melipat kedua kakinya agar Jasson duduk dihadapannya. Jasson tidak menjawabnya ataupun mengikuti ucapan wanita itu dan hanya menatap dengan ttatapan datar saja kearahnya.


"Suamiku yang manis dan tampan aku memintamu untuk duduk sayang" ucap Tiyara dengan memegang kedua lengan lelaki itu dan membawanya duduk dihadapannya dengan dia yang masih duduk.


"Nah jika seperti inikan nampak menggemaskan" ucap Tiyara dengan senyumnya kembali menatap lelakinya yang menurut.


"Kita belum berkenalan, Perkenalkan namaku Tiyara Watsons" ucap Tiyara dengan menyodorkan tangannya kepada Jasson.


"Watsons?" guman Jasson dengan menatap bingung kearah wanita itu.


"Apakah dia mengetahui nama panjang ayah?" guman Tiyara yang nampak sedikit was was.


"Aku sudah tau jika namamu adalah Tiyara" ucap Jasson dengan wajah datarnya.


"Baguslah jika kau tau, Tapi jika tidak tau pun kau namaku panggilanmu kepadaku juga banyak, Seperti sayang, Jony, Sweety......"

__ADS_1


"Diam" potong Jasson dengan wajah datarnya akibat sangat tidak ingin mendengarkan ucapan itu.


"Baik suamiku aku akan diam" jawab Tiyara dengan senyumnya.


"Huh,Huh,Huh, Nona makanan sudah sampai" ucap Dery dengan nafas ngos ngosan akibat berlari agar bisa sampai dengan cepat.


Jasson menerimanya dan melihat makanan yang dibelikan oleh Dery adalah spageti, Burger, Sosis dan banyak makanan lainnya. "Kenapa kau membelikan makanan ini?" tanya Jasson dengan wajah datarnya.


"Kenapa? Apa kau tidak menyukai makanan makanan itu?" tanya Tiyara dengan wajah bingungnya dengan mata yang menatap makanan yang ada ditangan Jasson.


"Pasien tidak boleh memakan makanan ini, Aku akan membelikan makanan lain untukmu" jawab Jasson dan berdiri dari duduknya.


"Eh tidak, Kau tidak boleh meninggalkanku, Biarkan Dery saja yang pergi membeli makanan lain dan kau tetap disini" balas Tiyara dengan meraih tangan suaminya tersebut.


"Dia tidak becus, Sudah tau kau sakit dia masih saja...."


"Permisi ini makanan untuk nona" ucap suster dengan masuk kedalam ruangan itu sambil membawa makanan untuk Tiyara. Tiyara menoleh kearah suster itu begitupun dengan Dery dan juga Jasson.


"Kemarikan" ucap Tiyara. Suster mengiyakannya dan meletakkan makanan tersebut atas meja dihadapan Tiyara yang berada dikasur.


"Kau suster baru ya disini?" tanya Jasson dengan menatap tajak suster itu nampak asing akan suster itu.


"Tahan suster yang baru saja masuk kedalam ruangan ini" bisik Dery akan earphone yang selalu terhubung dengan beberapa penjaga yang mengikutinya.


"Baik" tegas penjaga itu hingga Dery mematikannya kembali dan menatap suster yang ada dihadapannya.


Tiyara menoleh kearah suster itu dan terlihat suster itu nampak gugup. "Apakah benar kau suster baru?" tanya Jasson kembali saat masih tidak mendapatkan jawaban.


"Tidak tuan, Saya sudah bekerja cukup lama disini" jawab suster itu dengan senyum dan kepala menunduk.


"Sial, Bagaimana bisa mereka tau penyamaran gadis itu?"


Tiyara langsung berdiri dari duduknya dan melepaskan infus yang melekat ditangannya saat melihat suster yang hendak mengangkat kepalanya ingin menatap Jasson. Tiyara langsung menutup kepala Jasson itu menggunakan selimut yang ia kenakan tadi.


"Maaf dokter tadi saya melihat lebah dibahu anda, Saya takut itu akan terbang kemana mana dan melukai kami sekitar, Kemari ikuti saya" ucap Tiyara dengan memeperat pegangan tangannya saat Jasson yang mencoba membuka selimut itu.


Jasson menoleh kearah lengannya dan tangannya namun dia tidak menemukan apapun. "Kalian keluarlah nanti kalian akan disengat olehnya jika terus disini" teriak Tiyara dan langsung membawa Jasson pergi dari sana dan masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2