My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Aneh


__ADS_3

“Yasudah bibi aku akan kesana, Sampai jumpa nanti.” Ucap Quenza dengan senyumnya dan mematikan ponselnya.


“Ayo sayang kita kerumah sakit, Ayah dan nenekmu ada disana.” Ajak Quenza dengan senyumnya dan menggendong putranya tersebut.


Sesampai dirumah sakit. Quenza dan Qiao turun dari mobil dan berjalan masuk menuju keruangan yang dikatakan oleh Rere. “Maaf anda ingin kemana.” Tanya penjaga yang menjaga ruangan tersebut.


“Bertemu dengan bibi.” Jawab Quenza dengan wajah bingungnya.


“Aneh kenapa seketat ini penjagaan lingkungan bibi dan Jasson?.” Gumannya dengan wajah bingung.


Tok…. Tok…… tok


Ketuk penjaga perlahan sehingga Rere menoleh kepadanya. “Maaf nyonya, Ada wanita diluar mengatakan ingin bertemu dengan bibinya.” Ucap penjaga dengan sopan sehingga membuat Jasson langsung menoleh kepadanya.


“Apa itu Tiyara? Apa dia kembali?.” Tanya Jasson dengan wajah senang berharap itu benar istrinya.


“Maaf tuan tapi wanita ini bukan nona Tiyara dan dia membawa anak kecil bersamanya.” Jawab pengawal.

__ADS_1


“Siapa? Yang memanggil mama dengan sebutan bibi hanya Tiyara, Kau berbohong kepadaku?.” Tanya Jasson dengan tatapan tajam menatap penjaga.


“Nak benar yang dikatakan pengawal, Dia bukan Tiyara melainkan Quenza.” Jawab Rere dengan memegang bahu putranya mencoba menenanginya.


“Biarkan saja dia masuk.” Ucap Rere dengan senyumnya sedangkan Jasson terlihat kembali murung.


“Bibi.”


“Nenek, Ayah.” Panggil Quenza dan Qiao secara bersamaan saat melihat keduanya.


“Akhirnya kalian sampai.” Ucap Rere dengan senyumnya sedangkan Jasson sama sekali tidak mengubrisnya dan kembali menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.


“Saya bukan ayahmu.” Balas Jasson dengan wajah datarnya dan kembali menatap keluar jendela.


“Aku benar benar tidak menyangka bahwa bibi benar benar masih hidup, Hikssss mami dan papi pasti akan senang setelah bertemu dengan bibi.” Ucap Quenza yang sudah menangis.


“Aku Qiao, Apa ayah melupakanku?.” Tanya Qiao dengan mata berbinar yang menggemaskan. Jasson menoleh kepadanya dengan masih tatapan datarnya.

__ADS_1


“Dimana buna? Bukankah dia bersamamu?.” Tanya Qiao kembali saat tidak menemukan Tiyara.


“Buna?.” Tanya Jasson dengan wajah bingungnya.


“Tiyara yang ia maksud, Bibi selalu mengatakan kepadanya bahwa kau dan Tiyara sudah menikah, Dimana dia?.” Tanya Quenza dengan menghapus air matanya menggunakan tisyu.


Jasson menoleh kepada Quenza dan setelah itu menoleh kepada ibunya. “Keluarlah.” Ucap Jasson dengan wajah datarnya dan kembali mengacuhkan semua orang.


“Apa apaan, Aku baru saja sampai bagaimana bisa kau menyuruhku keluar Jasson?.” Tanya Quenza dengan dengan wajah kesalnya menatap Jasson. Jasson tidak menjawabnya dan tidak memperdulikannya namun Quenza masih saja mengoceh dengan Rere yang mencoba menenangkannya.


“Aku bilang keluar.” Teriak Jasson dengan kesal dan matanya yang berbinar dan nafas yang naik turun dengan cepat menatap Quenza. Quenza diam saat mendapatkan teriakan tersebut namun tidak dengan Qiao yang merasa bingung.


“Apa yang terjadi tan?.” Tanya Roky yang masuk saat mendengar teriakan Jasson.


“Ayo sayang kita keluar saja.” Ajak Rere dengan menggendong Qiao dan menarik tangan Quenza agar keluar dari ruangan itu. Roky menatap kepada Jasson yang sama sekali tidak menatap kepadanya. Dia membuang nafas panjang dan menutup pintu ruangan tersebut.


“Seharusnya kau disini, Kau seharusnya yang merawatku disini, Aku hanya menginginkan kehadiranmu saat ini.” Guman Jasson dengan menatap langit yang sudah mulai gelap itu.

__ADS_1


“Aku benar benar akan menjagamu mulai sekarang, Tapi aku mohon kembalilah, Aku tidak akan menyakiti hatimu lagi.” Sambungnya dengan air mata yang menetes perlahan.


“Ada apa dengan Jasson bi? Kenapa dia berteriak seperti itu bahkan dihadapan Qiao?.” Tanya Quenza dengan wajah kesal dan bingungnya.


__ADS_2