
“Kau carikan Tiyara, Dia pergi dari rumah sakit dan tidak tau kemana.” Ucap Jasson kepada Roky dan langsung mematikan telponnya.
Jasson turun dari mobilnya dan berlari masuk kedalam rumah. Bi Feiy dan Dery terlihat menyeret koper hendak pergi meninggalkan rumah tersebut dengan bi Feiy yang tengah terisak. “Tiyara dimana?.” Tanya Jasson dengan wajah memelas menatap Dery.
“Ayo.” Ajak Dery saat Feiy memperhatikan Jasson.
“Aku mohon beritahu aku dimana Tiyara.” Ucap Jasson kembali dengan memegang tangan Dery namun Dery tidak menjawabnya dan malah menyuruh istrinya berjalan terlebih dahulu.
“Bibi tolong beritahu aku dimana Tiyara.” Rengek Jasson pula kepada bi Feiy.
“Cepatlah.” Ucap Dery kepada istrinya itu dan Feiy melanjutkan langkah kakinya dan masuk kedalam mobil terlebih dahulu.
Dery melepaskan tangan Jasson yang masih memegangnya dan memasukkan barang barang miliknya kedalam mobil dan setelah itu baru masuk kedalam mobil. Dia langsung meninggalkan rumah dengan kecepatan sedang. “Tolong beritahu aku dimana Tiyara.” Teriak Jasson saat Dery sudah melaju.
Bi Feiy menatap kebelakang. “Bukankah tuan pantas tau dimana nona?.” Tanya Feiy.
__ADS_1
“Tidak perlu.” Jawab Dery dengan melirik ke spion mobilnya dan terlihat Jasson tengah berlutut dengan mata yang mengeluarkan air namun hal tersebut tidak membuatnya menghentikan mobilnya dan terus saja melaju.
“Sakit sekali tuhan harus meninggalkan tempat ini.” Guman Tiyara dengan menatap kota beijing dari ketinggian dan memegang dadanya.
“Tapi aku sudah tidak diperlukan dikota ini dan semuanya sudah terselesaikan dan juga tidak ada yang menginginkanku untuk menetap.” Gumannya dengan mata yang berbinar.
Lelaki yang bersamanya tadi menoleh kepadanya. “Anda menangis?.” Tanya lelaki itu sehingga Tiyara langsung menundukkan kepalanya dan menghapus sedikit air mata itu.
“Tidak.” Jawab Tiyara dengan senyumnya dan langsung membuang pandangnya kembali menatap keluar jendela.
“Tuan bangun.” Ucap penjaga yang sudah diberitahu oleh Dery agar menjaga Jasson. Jasson berdiri dibantu dengan penjaga.
“Kami akan membantu mencari nona, Tapi anda harus istirahat.” Jawab pengawal yang juga tidak tau dimana Tiyara sebab tidak berani bertanya.
“Bagaimana bisa aku istirahat dalam keadaan seperti ini, Istriku menghilang separuh hidupku kembali dan separuhnya lagi kembali menghilang.” Ucap Jasson dengan suara yang sedikit meninggi dengan diiringi air mata yang terus mengalir.
__ADS_1
Jasson berjalan menuju mobilnya kembali dan masuk dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat itu untuk mencari istrinya. “Aku tidak bisa melacaknya, Dia tidak membawa apapun saat pergi.” Ucap Jasson dengan menyandarkan kepalanya disetir mobil dengan posisinya tengah berada ditrotoar jembatan.
“Tiyara aku mohon kembalilah.” Ucapnya dengan lemah dan perlahan matanya terpejam dengan mobil yang masih menyala.
“Haisss kenapa Jasson tidak bisa dihubungi.” Ucap Rere yang menghawatirkan putranya yang tengah malam belum kembali.
“Astaga kenapa Jasson tidak bisa dihubungi.” Ucap Roky dengan wajah kesalnya dan masuk kedalam mobilnya. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju kerumah Jasson.
“Hah, Hah.” Tiyara langsung terbangun dari tidurnya dengan wajah kaget sehingga membuat lelaki disebelahnya menoleh kepadanya.
“Apa yang terjadi?.” Tanya Lelaki disampingnya dengan wajah bingung sebab mengagetkannya. Tiyara menoleh kepadanya dan langsung menggelengkan kepalanya menandakan tidak ada yang terjadi.
Lelaki itu tidak bertanya lebih dan kembali memejamkan matanya sedangkan Tiyara dia menatap langit yang sudah gelap dan pemandangan yang cukup indah. “Jangan baik baik saja kan?.” Gumannya dengan wajah sedih hawatir memikirkan suaminya.
“Ada bibi dan orang orang yang mencintainya disekitarnya, Dia pasti baik baik saja.” Sambungnya yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwasanya Jasson akan baik baik saja.
__ADS_1
“Tante Dimana Jasson?.” Tanya Roky yang baru sampai.
“Dia tidak bersamamu?.” Tanya balik Rere yang mulai menghawatirkan putranya.