My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Tidak


__ADS_3

"Apa ada orang lain yang mengetahuinya kecuali kau?" tanya Jasson dengan wajah masih nampak kecewa dan sedikit penasaran.


Tiyara terdiam dan menatap dalam mata yang tengah menatapnya juga saat ini. "Jika benar ada aku merasa tidak becus menjadi suami hingga urusan ini aku tidak mengetahuinya dan itu menandakan aku lalai dalam mengawasi gerak gerikmu" guman Jasson dengan menatap tajam sorotan mata istrinya tersebut.


"Aku meminta bantuan Dery hanya untuk mencari mobil saja bukan? Dia tidak taukan apa yang aku selidiki saat ini? Jadi yang mengetahui tentang ini hanya aku" guman Tiyara yang memang selalu meminta bantuan kepada Dery.


"Tidak, Tidak ada yang mengetahuinya kecuali aku" jawab Tiyara yang yakin jika dia tidak pernah bercerita kepada siapapun.


Jasson kembali diam sejenak dan menatap tajam sorotan mata yang nampak tidak berbohong itu. "Apa kali ini kau benar benar jujur?" tanya Jasson dengan nada rendah dan tatapan tulusnya tidak datar, Tidak menatap tajam atau sebagainya yang sejenis menyeramkan.


"Iya, Aku benar benar jujur, Aku tidak berbohong" ucap Tiyara dengan jari tangannya membentuk dua.


Jasson menatap ketangan wanitanya tersebut dan setelah itu kembali menatap wajahnya yang nampak benar benar jujur. "Baiklah aku percaya, Jika lain kali....."


"Aku berjanji tidak akan berbohong lagi" potong Tiyara yang tau kemana perginya ucapan suaminya tersebut.


Jasson kembali menatap lekat wanita itu hingga akhirnya bibirnya membentuk sebuah senyuman menandakan jika kekesalannya sudah mereda. Tiyara tertawa kecil dan langsung memeluk lelakinya tersebut namun hal itu berbanding terbalik dengan Jasson yang sedikit kaget dan tidak membalas pelukan dari wanitanya tersebut.


"Aku berjanji kepadamu, Jika semuanya sudah selesai nanti akan aku ceritakan seluruhnya kepadamu" ucap Tiyara dengan mendongakkan kepalanya menatap Jasson.


"Berhati hatilah dalam melakukan apapun, Jika membutuhkan aku, Aku selalu bersedia" ucap Jasson dengan mengusap kepala wanitanya tersebut.


"Em, Untuk saat ini belum membutuhkanmu dalam hal ini" jawab Tiyara dengan senyumnya.


"Apakah tuan dan nona ribut didalam sehingga belum keluar dari tadi?" tanya pelayan.

__ADS_1


"Shut diamlah mungkin mereka ada urusan lain" jawab pelayan lain yang kembali bekerja.


"Jasson, Apakah kau bisa mencintaiku sama seperti aku mencintaimu?" tanya Tiyara dengan mempererat pelukannya seperti tidak ingin lepas namun hal tersebut malah membuat Jasson kembali dibuat kaget akan ucapan tersebut.


"Kau tidak mau melepaskanku?" tanya Jasson akan istrinya yang masih terus memeluknya itu dari pada menjawab pertanyaan bodoh itu lebih baik mencari cara untuk mengalihkan percakapan itu.


"Kau tidak menjawab? Pasti tidak bisa ya, Sebenarnya aku tidak ingin melepaskanmu namun kau bau keringat" ucap Tiyara dengan menutup hidungnya menggunakan jarinya dengan mencubitnya dengan tubuh yang sudah tidak berada didekapan Jasson lagi.


Jasson tidak menjawabnya dan mencium bau tubuhnya dan benar saja benar benar bau keringat. "Keluarlah dari kamarku, Aku akan keluar setelah selesai membersihkan diri" ucap Jasson yang kembali dengan wajah datarnya.


"Baik suamiku tercinta" jawab Tiyara dengan kaki yang menjinjit dan mencium wajah suaminya tersebut.


"Ingatlah hanya aku yang boleh menciummu dimanapun itu" ucap Tiyara dengan wajah girangnya dan langsung berlari keluar dari kamar suaminya tersebut dengan menutup pintu saat sudah berada diluar.


Jasson yang awalnya memasang wajah datar saja langsung tersenyum lebar dan memegang wajahnya. Dia langsung menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan handuk sudah berada dikamar mandi.


"Aku baik baik saja, Memangnya kenapa?" tanya Tiyara dengan wajah bingung saat bertanya.


"Ah tidak nona, Oh iya makanan sudah siap didapur" ucap pelayan.


"Baik bibiku sayang, Tiyara mandi dulu abis itu baru makan ya" ucap Tiyara dengan memberikan ciuman diwajah pelayan yang baru satu bulan bekerja ditempat tinggalnya saat ini dan kembali melangkahkan kaki menaiki anak tangga dengan girangnya.


Tiyara masuk kedalam kamarnya sedangkan pelayan yang sedari tadi tersenyum ditambah tersenyum akan keramahan dan kasih sayang yang ditunjukkan secara tidak langsung oleh Tiyara.


"Hah" Tiyara berdiri dibelakang pintu. Matanya sontak terpejam dan menarik nafas panjang hingga bibirnya tersenyum dan kembali membuka matanya.

__ADS_1


"Seperti ini juga tidak apa apa, Hanya aku yang mencintai Jasson sama sekali tidak apa apa asalkan Jasson selalu berada disampingku aku tidak memerlukan balasan cinta darinya dan juga sedikit takut jika nanti dia sudah menyukaiku aku malah pergi meninggalkannya" ucap Tiyara dan kembali memejamkan matanya.


"Ah sudahlah, Saat dia benar benar sudah sampai dititik terakhir untuk bertahan denganku akan aku lepaskan dia" ucapnya kembali dengan senyumnya dan berlalu dari sana masuk keruang ganti mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi.


Tiyara langsung keluar dari kamar mandi dan masuk kedalam ruang ganti. Dia membuka lemari pakaiannya yang cukup besar itu dan mencari mana pakaian yang akan dikenakannya hari ini. "Seperti yang sering aku tonton didrama romantis mereka yang sering berboncengan sepeda dengan pasangannya mengenakan rok dan cardigan atau coat, Tapi mana yang cocok aku kenakan agar terlihat romantis ya?" ucap Tiyara dengan mengekuarkan semua rok diatas mata kaki miliknya begitupun dengan cardigan dan juga coat nya.


"Cuaca diluarkan masih sangat dingin jadi menggunakan rok ini saja yang cukup tebal dengan celana pendek ini didalam, Bajunya jug bagus ini, Ini juga cukup tebal" ucap Tiyara dengan mengambil rok dan baju yang sekiranya bisa sedikit melindunginya dari kedinginan nanti.


"Topi rajut dan syal jangan lupa" ucap Tiyara dengan senyumnya dan mengenakan semuanya kecuali topi dan juga syal yang belum ia kenakan, Kecuali itu semuanya sudah termasuk kaos kaki dan sepatunya.


"Eh tapi jangan sepatu dulu, Kenakan sendal saja" ucap Tiyara dan melepaskan sepatu yang sudah melekat dikakinya dan mengenakan sendal bulunya saja.


"Nah jika seperti ini tinggal turun" ucap Tiyara dengan senyumnya dan keluar dari kamarnya.


Tiyara menuruni anak tangga dan terlihat dua pelayan tengah beres beres dibawah. "Jasson sudah keluar dari kamarnya bi?" tanya Tiyara dengan nada lembutnya.


"Aku baru saja keluar" jawab Jasson dengan membelakangi istrinya karna menutup pintu setelah itu dia langsung membalikkan pandangnya menatap istrinya.


"Baju tebal tebal seperti itu mau kemana kau?" tanya Jasson saat melihat dari atas hingga bawah yang menggunakan baju dan rok tebal.


"Ingin jalan jalan berkeliling sekitar sini naik sepeda bersamamu" jawab Tiyara jujur dengan langsung merangkul lengan kekar suaminya yang terbalut baju besar itu dan senyum yang mengembang.


"Salju masih turun diluar, Tidak boleh keluar" jawab Jasson dengan melangkahkan kakinya menuju kedapur dengan raut wajah terus saja datar.

__ADS_1


"Emm Jasson ayolah, Sepedanya juga sudah ada, Ayo kita jalan jalan, Kau tidak pernah mengajakku jalan jalan mengelilingi daerah sini" ucap Tiyara dengan memelas dan tangan yang terus bergelayut lengan suaminya tersebut.


"Tidak, Cuaca diluar masih cukup dingin" tegas Jasson dan mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang ada didapur tersebut.


__ADS_2