
“Wah siapa itu? Tampan sekali?.” Anak anak yang ada didepan ruangan nampak sedikit gaduh saat seseorang turun dari mobil begitupun dengan Yasmin yang kakinya berhenti.
“Siapa yang mereka maksud?.” Tanya Yasmin dan menoleh kebelakang.
“Sudahlah mereka semua orang yang datang mereka bilang tampan, Ayo masuk.” Ajak Zhara saat Yasmin hendak melihat siapa yang dikagumi banyak orang.
“Iya juga.” Ucap Yasmin dan kembali mendorong kursi roda dan masuk kedalam bersama dengan Zhara.
Jasson sama sekali tidak memperdulikan kebisingan tersebut dan hanya memasang wajah datarnya dan masuk kedalam kampus tersebut. “Hey sini, Sini.” Panggil Frengky dengan melambaikan tangannya kepada Zhara dan Yasmin. Yasmin mendorong kursi roda Tiyara kedekat tempat duduk Frengky dan Yasmin mendudukkan tubuhnya disamping Zhara yang tetap duduk diatas kursi roda.
Cittttt
“Selamat pagi semuanya.” Sapa pembawa acara saat semuanya terlihat sudah hadir.
“Akhirnya anda berkenan datang tuan.” Sapa rektorat kampus dengan bahagianya saat Jasson datang.
__ADS_1
“Silahkan tuan.” Ucap Rektorat dengan senyumnya mempersilahkan Jasson untuk duduk. Jasson mengiyakannya dan duduk diatas kursi paling depan dan hanya menatap datar pembawa acara yang tengah berbicara didepan.
Zhara tersenyum lebar melihat pembawa acara berbicara lantang itu dan setelah itu menundukkan kepalanya. “Pasti akan bahagia sekali jika Jasson ada disini menemaniku.” Guman Zhara saat melihat semua orang didampingi oleh orang tua mereka dan kerabat mereka sedangkan dia tidak ada siapapun yang mendampinginya.
“Ayo cepat, Nona akan wisuda hari ini.” Gesak Rere saat suaminya yang masih belum selesai dengan pekerjaannya.
“Sebentar sayang, Sebentar lagi selesai.” Balas Dery yang terlihat mempercepat pekerjaannya.
Pembawa acara terus menerus memanggil orang orang penting untuk memberikan percakapan hingga Tibalah dimana pemanggilan nama para wisudawan dan wisuda wati dimulai dari tiga dibawah. “Zhang Yara dengan ipk 4,10.” Umum pembaca sehingga membuat Tiyara kembali tersenyum senang.
“Hey nilaimu tinggi sekali.” Ucap Yasmin dengan melototkan mata senang menatap Tiyara.
“Kepada nona Zhang Yara silahkan naik.” Ucap pengumum mempersilahkan Zhara untuk naik.
“Mari aku bantu.” Ucap Frengky dengan senyumnya. Tiyara membalas senyuman itu dan Frengky membantunya untuk naik keatas.
__ADS_1
Brakkkkk
Semua orang yang berada didekat Jasson menatap kepadanya yang berdiri tiba tiba dengan memukul meja namun tidak dengan Zhara yang sama sekali tidak memperdulikannya dan Pembawa acara terus mendorongnya untuk dia memberikan ucapan syukurnya.
“Tuan tenanglah, Acara masih berlangsung.” Bisik Derwin saat Jasson menatap lekat Tiyara yang sama sekali tidak menatapnya. Jasson menatap sekeliling dan benar saja dia menjadi pusat perhatian saat ini hingga akhirnya dia kembali duduk dan hanya disenyumkan oleh para orang besar disekitarnya.
“Apa yang terjadi?.”
“Kenapa tuan Jasson seperti tadi?.”
“Apa yang membuatnya marah?.”
Cukup terdengar ditelinganya orang orang yang mempertanyakan kemarahannya namun dia sama sekali tidak memperdulikannya dan tersenyum lebar menatap istrinya yang sudah ia temukan. “Akhirnya aku menemukanmu.” Guman Jasson dengan senyum senangnya dan mata yang berbinar.
“Saya sangat berterima kasih kepada para pengajar yang sudah memberikan cukup banyak ilmu kepada saya, Saya sangat senang sebab bisa menjadi salah satu siswi dengan nilai tertinggi ya meskipun memang nilai saya yang tertinggi, Hehe.” Ucapnya dengan diiringi tawa kecil setelahnya sehingga membuat Jasson ikut tertawa juga.
__ADS_1
“Saya kembali mengucapkan terima kasih kepada bibi dan paman saya namun mereka mungkin akan telat datang, Biasa mereka orang sibuk, Namun saya memiliki teman yang wisuda bersamaan dengan saya hanya saja dia tidak bisa masuk kedalam nominasi nilai tertinggi.” Ucap Zhara dengan senyum mengejeknya menatap Yasmin.
“Cih bisa bisanya bocah ini.” Umpat Yasmin dengan senyumnya saat disenyumi oleh Tiyara.