
"Sedangkan kita, Kau saja melarangku untuk melihat tubuhmu, Hikssss" sambungnya yang menangis dengan wajah cemberut.
"Hey jangan menangis, Aku tidak bermaksud" ucap Jasson tanpa menyentuh wanita itu.
"Jika tidak bermaksud apa? Kau berteriak kepadaku dan mengatakan aku tidak sopan, Dimana letak ketidak sopanannya? Hiksss" Tiyara kembali berakting menangis dengan menundukkan kepala sambil kedua tangan yang mengusap matanya sendiri.
"Sudahlah jangan menangis, Iya aku memang salah kau memang seharusnya melakukan itu, Tapi..."
"Kenapa?" tanya Tiyara saat ucapan suaminya yang terpotong itu.
"Tapi.." Jasson tidak melanjutkan ucapannya. Wajahnya langsung memerah saat hendak mengatakan yang ada didalam pikiran dan hatinya itu.
"Tapi kau baru pertama kali disentuh oleh wanita?" tanya Tiyara dengan wajah bingung dan penasarannya. Jasson langsung menatap kearah wanita itu dengan wajah yang memerah malu dan hal tersebut sangat bisa dilihat oleh Tiyara hingga membuat wanita itu tersenyum.
"Kau malu ingin mengatakan itu?" tanya Tiyara saat melihat wajah suaminya yang memerah itu. Jasson menundukkan sedikit kepalanya dengan menahan sedikit kesal dan sedikit malu pula.
"Sayang kau tidak usah malu, Yang wanita inginkan memang lelaki sepertimu, Bersih, Tidak pernah disentuh oleh wanita lain begitupun dengan aku" bisik Tiyara dengan tubuh yang sudah mendekat dengan Jasson dan tangan yang kembali merayap diperut suaminya tersebut.
"Kau tidak ada niat mengatakan atau menjelaskan sesuatu kepadaku?" tanya Jasson dengan wajah datar dan tatapan tajamnya menatap istrinya saat ingat akan istrinya yang kabur tadi malam hingga menghilangkan pikiran tadi.
Tiyara langsung menghentikan tangannya yang tengah meraba raba perut suaminya dan menatap bingung kearah lelaki itu. "Mengatakan apa? Dan menjelaskan tentang apa?" tanya Tiyara dengan wajah bingungnya.
"Kau tadi malam sampai dikamarku?" balas Jasson dengan wajah sangat penasaran dan mengharap akan jawaban yang menyenangkan dari wanita yang berdiri dihadapannya.
"Oh itu karna aku tidak bisa tidur makanya kekamarmu" jawab Tiyara berbohong.
"Benarkah? Tapi tadi malam kau nampak menggunakan baju yang sedikit aneh" ucap Jasson kembali saat Tiyara yang mencoba mengelak dan tidak jujur dengannya.
__ADS_1
"Benarkah?" tanya Tiyara dengan wajah bingungnya dan sama sekali tidak nampak jika dia ketakutan ataupun apapun dan benar benar layaknya orang tidak mengetahui apapun.
Jasson diam sejenak dan menatap tajam istrinya tersebut dengan mata yang sedikit menyipit menandakan jika saat ini dia tengah mencoba menyelidiki istrinya tersebut namun sama sekali tidak terlihat kecurigaan apapun dari raut wajah wanita itu.
"Caramu berbohong juga lumayan bagus, Belajar dari mana? Kau tadi malam kabur bukan? Aku hanya meminta sedikit penjelasan kemana kau semalam namun kau menutupinya dengan sangat rapat, Apa yang kau sembunyikan?" tanya Jasson dengan wajah datarnya menatap wanitanya tersebut.
Mata Tiyara langsung membulat saat mendengar pertanyaan tersebut namun dengan segera dia menghilangkan raut wajah kagetnya. "Bagaimana bisa dia tau? Bukannya saat aku pergi dia sudah tidur?" guman Tiyara dengan wajah biasa saja menatap suaminya tersebut.
"Aku akan turun karna sudah selesai olahraga, Temui aku jika sudah bisa menjelaskannya" ucap Jasson saat tidak mendapatkan jawaban dari wanitanya tersebut.
Jasson mengambil handuk kecil yang ia bawa dan mengenakan bajunya dan keluar dari ruang gyn dengan wajah datar dan sedikit kesal dia menuruni anak tangga. "Tuan..." Pelayan nampak mengurungkan niatnya saat melihat tatapan Jasson dan tidak melanjutkan berbicara lagi.
Jasson tidak memperdulikannya dan terus saja berjalan menuruni anak tangga dan masuk kembali kedalam kamarnya. "Beraninya dia berbohong kepadaku, Dia pikir aku ini bodoh sampai tidak tau dia kabur tadi malam?" guman Jasson dengan wajah kesalnya dan menatap keluar.
"Bi, mana Jasson?" tanya Tiyara yang langsung menyusul suaminya saat suaminya turun.
Tiyara langsung berjalan kembali menuju kekamar suaminya tersebut tanpa melanjutkan ucapannya lagi kepada pelayan.
Tok..tok..tok
"Jasson" panggil Tiyara dengan mengetuk pintu kamar tersebut. Jasson menoleh kearah pintu dengan wajah datar dan kesalnya.
"Jasson buka pintunya" teriak Tiyara dengan nada lembut berharap suaminya membukakan pintu tersebut.
Jasson masih tidak menjawabnya dan masih menatap tajam jearh pintu tersebut. "Sayang bukalah" panggil Tiyara dengan nada memelas sambil tangan kecilnya itu mengetuk pintu kamar itu namun Jasson masih tidak merespon sama sekali.
"Suamiku bukalah, Aku akan menjelaskannya" ucap Tiyara yang sedari tadi tidak mendapatkan jawaban dari dalam.
__ADS_1
Jasson langsung berdiri dari duduknya dan berjalan kearah pintu.
Ckleeekk
Jasson langsung membuka pintu kamar tersebut saat mendengar ucapan terakhir dari istrinya namun wajahnya masih saja berekspresikan kesal dan datar. "Boleh aku masuk?" tanya Tiyara dengan senyum yang mengembang menatap suaminya yang marah kepadanya itu.
Jasson tidak menjawabnya dan berjalan kembali meninggalkan pintu kamar masuk kedalam kamar tanpa menutup pintu menandakan jika dia mengizinkan istrinya itu masuk. Tiyara masuk kedalam kamar tersebut dan menutup pintu kamar itu kembali.
Jasson menghentikan langkah kakinya tepat didekat jendela dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. "Aku minta maaf tadi berbohong" ucap Tiyara dengan menundukkan kepalanya.
Jasson tidak menjawabnya dan masih diam saja dan juga tidak menatapnya. "Aku tadi malam pergi ke kediaman lama tanpa memberitahumu" ucap Tiyara kembali yang tidak mendapatkan jawaban.
"Kenapa tidak memberitahuku? Apa yang kau lakukan dikediaman lamamu?" tanya Jasson tanpa menatap wanita itu dan nampak masih sedikit kesal.
"Ada sesuatu yang harus aku selesaikan dan aku belum bisa memberitahu kan nya kepadamu makanya aku diam diam pergi dari rumah" jawab Tiyara jujur dengan kepala masih menunduk merasa bersalah akibat sudah berbohong.
Jasson membalikkan tubuhnya menatap istrinya tersebut dengan kedua tangannya yang ia keluarkan dari saku celananya. Tiyara nampak masih merasa bersalah tidak mengangkat kepalanya. "Aku benar benar minta maaf karna berbohong tadi dan juga minta maaf karna belum bisa mengatakan apa tujuanku kembali kerumah lama kepadamu" ucap Tiyara kembali yang takut suaminya itu marah.
"Kenapa belum bisa membertahuku? Apa kau tidak mempercayaiku?" tanya Jasson yang nampak kecewa akan ucapan istrinya itu.
Tiyara langsung mengangkat kepalanya dan terlihat jelas jika Jasson kecewa akan ucapannya. "Bukan, Bukan seperti itu, Hanya saja aku memang belum siap sebelum semuanya selesai, Jika semuanya selesai akan aku bertahu kau, Aku berjanji" jawab Tiyara dengan mengangkat hari kelingkingnya.
"Bukankah seharusnya suami istri itu harus saling terbuka? Kenapa kau malah belum bisa membertahuku? Apa kau tidak memerlukan bantuanku?" tanya Jasson kembali.
"Bukan, Bukan begitu Jasson hanya saja saat ini aku bisa melakukannya sendiri dan tidak mau melibatkan siapapun didalam urusan ini, Bukan tidak mau memberitahumu atau tidak percaya kepadamu" jawab Tiyara kembali dengan wajah tulusnya benar benar pembicaraannya saat ini tidak ada rekayasa sama sekali.
"Apa ada orang lain yang mengetahuinya kecuali kau?" tanya Jasson dengan wajah masih nampak kecewa dan sedikit penasaran.
__ADS_1