My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Rumah nenek


__ADS_3

“Ada bibi dan orang orang yang mencintainya disekitarnya, Dia pasti baik baik saja.” Sambungnya yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwasanya Jasson akan baik baik saja.


“Tante Dimana Jasson?.” Tanya Roky yang baru sampai.


“Dia tidak bersamamu?.” Tanya balik Rere yang mulai menghawatirkan putranya.


“Tidak, Saya permisi tan.” Pamit Roky yang langsung pergi untuk mencari Jasson.


“Dimana Jasson ya tuhan.” Ucap Rere yang semakin hawatir.


Drittttt


“Bagaimana? Apakah sudah menemukan Jasson?.” Tanya Rere yang malah beralih menghawatirkan putranya.


“Belum nyonya, Ini saya sedang mencoba mencari tuan lagi, Anda harus istirahat sekarang dan tidak perlu menghawatirkan tuan, Saya akan membawa tuan kembali kerumah dalam waktu dekat.” Jelas Derwin.


“Tapi……”


“Saya mohon nyonya.” Potong Derwin.


“Baiklah.” Jawab Rere yang memilih untuk mengikuti perkataan Derwin.


“Mari nona saya antarkan anda kembali kekamar.” Ajak pelayan. Rere mengiyakannya dan berjalan menuju kamar dirumah Tiyara itu sebab dirinya memang tinggal disana sudah sejak pertama kali kembali.

__ADS_1


“Hah, Hah.” Kepala Jasson terlihat menggeleng dengan bersandar disandaran mobil.


“Itu mobil Jasson.” Ucap Roky yang langsung berhenti didepan mobil Jasson dan turun dari mobilnya.


“Benar dia ada didalam.” Ucap Roky dan langsung menuju kepintu yang dimana jendela tidak tertutup.


“Tiyara.” Mulut itu sedari tadi memanggil istrinya.


“Tubuhnya panas.” Ucap Roky saat meletakkan tangannya didahi Jasson.


“Jasson sadarlah.” Ucap Roky yang mencoba menyadarkannya.


“Tiyara.” Panggilnya lagi.


“Tiyara.” Panggilnya kembali. Roky membuang pandangnya dari Jasson dan menghubungi Derwin.


“Kau tugaskan orang untuk menjemput mobil Jasson dijembatan xxxx, Jasson akan aku bawa kerumah sakit, Tubuhnya terasa sangat panas.” Ucap Roky.


“Baik tuan.” Jawab Derwin dan langsung dimatikan oleh Roky. Roky masuk kedalam mobil bagian pengemudi.


“Tiyara kembalilah.” Ucapan itu membuat Roky menoleh kebelakang namun dia hanya memasang wajah biasa saja dan menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu dan membawa Jasson menuju kerumah sakit.


“Em akhirnya mendarat dengan selamat.” Ucap lelaki disamping Tiyara namun Tiyara kembali tertidur tadi.

__ADS_1


“Haisss wanita ini kembali tidur rupanya.” Guman lelaki itu. Lelaki itu menyenggol lengan Tiyara.


“Hey bangunlah, Pesawat sudah mendarat.” Ucap lelaki itu. Tiyara perlahan membuka matanya dan menatap keluar dan benar saja pesawat sudah mendarat dan dirinya tidak menyadari apapun sedari tadi.


“Ah iya, Terima kasih sudah membangunkan saya.” Ucap Tiyara dengan senyumnya. Pramugari datang dengan membawakan kursi roda untuk Tiyara.


“Ini nona kursi roda anda.” Ucap pramugari dengan senyumnya.


“Ah iya, Terima kasih.” Jawab Tiyara dengan senyumnya dan berusaha berdiri dengan satu kakinya dan duduk diatas kursi rodanya. Tiyara mendorong kursi rodanya sendiri dengan sedikit kesusahan.


“Saya bantu nona.” Ucap pramugari menawarkan diri dengan memegang pegangan kursi roda.


“Terima kasih.” Jawab Tiyara dengan senyumnya sedangkan lelaki yang ia temui tadi entah kemana perginya.


“Hem, Dengan uang ini aku hanya bisa menyewa penginapan selama satu bulan, Tapi untuk makan mungkin akan tidak cukup.” Guman Tiyara saat melihat uangnya yang tersisa untuk tempat tinggal saja.


“Iyapun aku kembali kerumah yang ada disini pasti akan bertemu dengan Jasson begitupun dengan jika aku kembali ke kediaman nenek, Toh tante Rere kan mengetahuinya.” Guman Tiyara yang memikirkan hal itu saat sampai.


“Disini sepertinya aku memang harus hidup sendiri, Rumah nenek memang diberikan untuk ibu tapi kerabat mama hatinya begitu buruk, Mereka terus saja mencoba merebut rumah itu dari ibu hingga dapat malah menjualnya, Untung waktu itu ayah langsung membeli rumah itu, Tapi aku tidak mungkin kembali kesana sebab jika aku kembali kesana mereka akan mengenaliku.” Sambungnya dan memberhentikan taxi yang melintas dihadapannya.


“Haisss sudahlah cari penginapan saja.” Gumannya kembali yang sudah mengambil keputusan itu.


“Dimana Jasson.” Tanya Rere yang baru sampai pagi ini sebab diberitahu oleh Derwin.

__ADS_1


“Didalam tante, Jasson hanya demam biasa saja.” Jawab Roky dengan wjaah biasa saja. Rere tidak mengeluarkan suaranya lagi dan masuk kedalam ruangan dan terlihat putranya masih memejamkan mata.


__ADS_2