
“Kau? Kenapa kau bisa disini dan masuk kesini?.” tanya Tiyara dengan suara yang sedikit mengeras.
Jasson berjalan mendekat sehingga membuat tongkat miliknya terjatuh dan dirinyapun juga hampir terjatuh namun dengan segera Jasson langsung meraih pinggang wanita tersebut. “Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa aku tidak boleh memasuki ruangan asistenku sendiri?.” tanya Jasson dengan senyum nakalnya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tiyara.
“Hah?.” Tiyara membulatkan matanya terkager saat mendengar pernyataan dari Jasson.
“Kenapa kaget begitu? Apakah wajahku menakutkan sehingga membuatmu kaget?.” goda Jasson lagi dengan senyum tipisnya.
“Apa maksud dari asistenku yang dikatakan dia barusan?.” guman Tiyara dengan wajah bingungnya dan menatap tajam kepada Jasson.
“Bertanyalah jika ada yang menjanggal dihatimu dan jangan menatapku seperti itu.” ucap Jasson dengan nada rendah dan bibir yang masih tersenyum menatap wanita pujaannya.
“M-maksud asistenku yang kau katakan tadi APA?.” tanya Tiyara yang sedikit gugup namun mengencangkan nada saat mengatakan apa.
“Oh kau tidak tau ya?.” balas Jasson tanpa expresi apapun. Tiyara hanya diam tanpa menjawab perkataan Jasson itu.
“Ya. Kau adalah asistenku.” sambung Jasson lagi saat melihat wanita itu masih saja kebingungan.
__ADS_1
“Tapi aku…….”
“Aku pemilik perusahaan ini, Jadi kau adalah asisten pribadiku.” potong Jasson saat sedikit nyambung dengan apa yang ingin dikatakan oleh wanita dihadapannya.
Mata Tiyara membuat namun dahinya langsung mengerut tidak senang. “Kenapa bisa kau pemilik perusahaan ini?. Bukankah pemilik perusahaan ini adalah……”
“Lelaki tua, Kejam, Sangar dan tidak ramah?.” potong Jasson lagi saat Tiyara sedang berbicara. Tiyara mendongak dan dengan polosnya langsung menganggukkan kepalanya.
“Siapa yang berani mengatakanku seperti itu?.” suara Jasson sedikit mengeras sehingga membuat Tiyara tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya.
“Ah bukan, Bukan itu maksudku.” ucap Tiyara dengan menggelengkan kepala sedikit panik.
“Apa?.” tanya Jasson saat ucapan wanita itu tidak sampai ujung.
“Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi dan akan aku urus segera surat mengundurkan diri.” ucap Tiyara tanpa menatap wajah Jasson sedikitpun.
Mata Jasson sedikit membulat dan tidak terima namun dia berusaha tenang dan menarik nafas panjang. “Itu sama sekali bukan urusanku, Kau sudah menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan ini dan apakah kau lupa isi perjanjian kontraknya?.” balas Jasson dengan menatap tajam wanita itu.
__ADS_1
Tiyara menatap kepadanya dan mengingat isi perjanjian kontrak yang sudah ia tandatangani namun dia sama sekali tidak ingat dan dia langsung menggelengkan kepalanya. “Tunggu disini akan aku ambilkan kontrak yang sudah kau tanda tangani.” ucap Jasson dan langsung meninggalkan wanita itu dan memasuki ruangannya.
“Hah.” terdengar nafas prustasi yang keluar dari mulut Tiyara dan wanita itu langsung meletakkan kepalanya diatas meja.
Jasson berjalan cepat dan memasuki ruangannya. Dia mencari cari keberadaan kontrak yang sudah ditanda tangani oleh Tiyara. “Bagaimanapun caramya kau harus tetap berada disampingku, Kau tidak boleh kemana mana lagi.” ucapnya dengan mencari kesana kemari kontrak tersebut dan menemukannya.
Setelah menemukannya dia kembali keluar dan kembali keruangan Tiyara. Tiyara menatap dirinya yang masuk dan Jasson langsung mendekat kepadanya dan duduk diatas kursi yang ada didepannya. “Ini.” ucap Jasson dengan memberikan kontark itu.
Tiyara menerimanya dan membaca isi kontrak tersebut dengan teliti. Matanya langsung membulat saat membaca poin ke 5 yang tidak membolehkan dirinya resign kecuali dipecat, Jikapun ingin resign harus membayar 10 miliyar agar resign diterima. “Bagaimana……”
“Kau sudah menandatanganinya, Jika ingin melanggar ikuti peraturannya.” potong Jasson dan langsung berdiri dan hendak meninggalkan ruangan tersebut, Namun kakinya terhenti.
“Saat jam makan siang ikuti aku.” ucap Jasson dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.
“Aaaakkkhhhhh bagaimana bisa aku tidak tau jika pemilik perusahaan ini adalah Jasson.” ucapnya dengan prustasi dan kesal.
“Apakah akan selamanya aku hidup dibawah genggamannya, Jelas jelas sudah lama tidak bertemu kenapa tiba tiba aku menjadi anak buahnya. Akkkhhh.” kesalnya lagi yang tidak bisa berbuat apa apa sekarang.
__ADS_1
“Dimana aku mencari uang sebanyak ini agar bisa lepas dari Jasson.” ucapnya dengan wajah sedih prustasinya saat melihat nominal yang ada di kontrak yang sudah ia tandatangani.