My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Mungkin Aku sudah mencintaimu


__ADS_3

Cklekkkk


Pintu terbuka sehingga membuat Tiyara menghentikan perkataannya.


Jasson masuk kedalam ruangan dengan membawakan makanan untuk istrinya tersebut. "Kenapa kau kemana mana." ucap Jasson dengan wajah datarnya menatap istrinya yang sudah kemanamana saat hanya di tinggalkan beberapa menit saja.


"Aku tidak kemana mana, Hanya disini saja." balas Tiyara dengan wajah kesalnya dan langsung berputar balik berjalan menuju ke ranjang kembali.


Jasson langsung menghampirinya dan mengambil tiang infus dari tangan istrinya dan memapah wanita itu menuju ke ranjang. "Au panas." teriak Tiyara saat makanan yang panas itu berada di lengannya.


"Ah maaf." ucap Jasson yang langsung menyingkirkan makanan dari tangannya.


"Saya bantu tuan." ucap penjaga dengan mengambil makanan yang ada pada Jasson. Jasson tidak menjawabnya dan hanya membiarkannya dan kembali membimbing istrinya menuju ke ranjang sedangkan Tiyara hanya diam dengan wajah datar dan kesalnya.


Jasson kembali membantu istrinya untuk duduk di atas ranjang dan penjaga menyodorkan makanan kepada Jasson dan setelah itu langsung berpamitan untuk keluar dari ruangan tersebut.


Jasson mendudukkan tubuhnya dihadapan istrinya tersebut dan membuka makanan yang ia beli tadi. "Mau makan ini?." tanya Jasson dengan menunjukkan makanan yang sudah ia beli.


"Terserah." balas Tiyara sehingga Jasson kembali mengerutkan dahinya namun dia tidak memperdulikannya dan membuka makanan tersebut dan menyiapkan makanan itu untuk istrinya.


"Buka mulutmu." ucap Jasson dengan menyuapi salah satu makanan kepada istrinya. Tiyara menerimanya dengan kasar namun tidak di sadari oleh Jasson.


"Huuueek." Tiyara hendak memuntahkan makanan tidak enak itu dan dengan segera Jasson menampung muntahan istrinya itu.


"Tidak enak." ucap Tiyara dengan tangan Jasson yang kotor akibat muntahannya. Jasson membersihkan tangannya itu dan membersihkan mulut istrinya pula.


"Benar?." tanya Jasson yang kurang yakin.


"Jelas saja iya, Coba saja sendiri jika tidak percaya." jawab Tiyara dengan kesalnya. Jasson tidak menjawab dan mencoba makanan tersebut dan benar saja makanan itu benar benar tidak enak.


"Coba makanan lain ya." ucap Jasson dengan membuka makanan yang lain dan menyuapi istrinya makanan tersebut. Tiyara menerima makanan kedua dan memakan dengan cukup lahap namun dengan wajah masih kesal akan suaminya.

__ADS_1


"Wajahmu terlihat masam sekali." ucap Jasson dengan mengusap sudut bibir istrinya itu.


Tiuara tidak menjawab nya dan malah menatap tajam lelaki itu. "Kau marah tentang tadi ya?." tanya Jasson.


"Sudah tau masih saja bertanya." ketus Tiyara yang semakin kesal.


"Kau kan tau posisi kita di mana dan keadaan mu bagaimana." balas Jasson dengan wajah datarnya.


"Kenapa kau malah memarahiku." ketus Tiyara membalas teriakan dari Jasson.


"Aku tidak memarahi mu, Kau sendiri yang sedari tadi memarahi ku." balas Jasson.


"Sudah pandai kau menjawab perkataan ku sekarang, Dulu kau tidak pernah ingin berdebat dengan ku, Mengapa sekarang semangat sekali kau berdebat dengan ku." ketus tiyara dengan melototkan matanya.


"Itu karna kau yang mengajari nya, Coba saja jika kau tidak pernah menjawab ucapan ku pasti aku tidak akan mengerti berdebat seperti saat ini." balas Jasson.


"Kau Jasson......."


Jasson langsung memasukkan cemilan ke dalam mulut istrinya yang terus saja mengoceh itu. "Makan, Tidak usah mengoceh." ucap Jasson dengan datarnya.


"Kenapa kau tertawa." ketus Tiyara dengan wajah datarnya menatap suaminya yang tertawa kecil itu.


Jasson tidak menjawab nya dan menyembunyikan wajah tertawanya dari istrinya. "Jika di lihat lihat jika kau tertawa tampan mu bertambah." goda Tiyara dengan senyum nakalnya.


"Ekhem." Jasson mengembalikan wajah datarnya.


"Sudahlah, Habiskan makanan mu." ucap Jasson dengan wajah datarnya.


"Em, Kembali mendatarkan wajah?." goda Tiyara kembali.


"Tersenyumlah kembali, Aku sangat menyukai senyuman langka mu itu, Atau kau mau aku membayar senyuman mu itu?." sambung nya kembali dengan mencolek dagu suaminya tersebut.

__ADS_1


"Tiyara sudahlah." ucap Jasson dengan menjauhkan wajahnya dari istri nya tersebut.


Satu jam berlalu.


"Kemari." ucap Tiyara dengan menarik tubuh suaminya sehingga duduk di sampingnya.


Jasson tidak menolak dan mengikuti ucapan istrinya dan duduk di samping wanita itu. "Boleh aku bersandar?." tanya Tiyara dengan tatapan kosong nya.


"Em." balas Jasson. Tiyara langsung menyandarkan tubuhnya di bahu suaminya dan menatap ke luar jendela, Menatap malam yang sangat gelap namun di terangi oleh lampu.


Tiyara merangkul tangan suaminya tersebut dan mengusapkan kepalanya di bahu suaminya tersebut. "Aku belum terlalu baik menjaga mu sehingga tadi kau hampir saja terluka." ucap Tiyara dengan mata ngantuk nya.


"Seharus nya aku yang meminta maaf kepada mu, Aku seharus nya menjaga mu, Bukan kau yang menjaga ku." balas Jasson.


"Aku sudah berjanji kepadamu, Kepada paman dan kepada ayah agar aku menjaga mu, Jadi aku harus menjaga mu bagaimana pun cara nya dan meskipun nyawaku taruhan nya, Yang penting kau aman." balas Tiyara pula.


"Hem? Paman? Ayah?" tanya Jasson dengan wajah bingungnya.


"Em, Paman dan ayah berteman baik, Mengajari semua hal bersama, Belajar bersama, Mencari jodoh bersama hingga meninggalpun bersama, Pertemanan mereka sangat sangat aku iri, Aku menginginkan sahabat seperti paman, Namun aku tidak pernah menemukannya kecuali kau, Selain suami kau adalah teman ku, Aku benar benar mencintai mu, Kau hanya belum mencintai ku makanya kau masih menjadi sahabatku meskipun kita sudah sah." jelas Tiyar dengan mata yang perlahan menutup akibat mengantuk.


"Paman yang kau maksud siapa? Ayahmu meninggal kenapa?." tanya Jasson.


Tiyara tidak merespon sehingga membuat Jasson menoleh menatap wajah wanita itu dan ternyata istrinya sudah tertidur. "Em, Di saat pertanyaan penting dia malah tertidur." guman Jasson dengan menggelengkan kepalanya saat istrinya sudah tidur.


"Bukannya tidak mau mencintai mu, Hanya saja waktu itu kita baru mengenal dan kau langsung mengajakku menikah." guman Jasson kembali dengan menatap wajah cantik itu.


"Tapi sekarang......."


"Mungkin aku sudah mencintai mu, Hati ku benar benar sakit saat melihat kau terluka, Dan hati ku senang saat melihat kau merajuk seperti tadi." guman Jasson dengan tersenyum lebar dan mengusap wajah istrinya tersebut.


"Aku harap kau selama nya akan tetap bersama ku dan tidak meninggalkan ku, Aku benar benar menginginkan itu." Jasson mencium pucuk kepada istrinya tersebut dengan wajah tersenyum lebar.

__ADS_1


Hati yang senang saat melihat istrinya tertidur memindahkan duduknya dan perlahan memposisikan istrinya untuk tidur dengan baik. Mata lelaki itu terus saja menatap istrinya yang tengah tertidur dengan bibir yang tersenyum lebar.


"aiisss, Tuan sepertinya benar benar mencintai nona." ucap penjaga saat melihat Jasson yang terus tersenyum menatap Tiyara.


__ADS_2