
"Sering sering lah perhatian dengan ku seperti ini, Aku benar benar menyukai nya." bisik Tiyara dan mencium wajah suaminya itu.
Dengan wajah yang memerah Jasson mencoba tenang sebelum melepaskan pelukan Tiyara darinya dan setelah itu baru kembali duduk dan menghadap wanita itu.
"Wajahmu memerah." Tiyara kembali menggoda suaminya lagi dengan senyum mautnya. Jassong memegang kedua wajah nya dan memalingkan pandang dari istrinya tersebut.
"M-mana ada memerah." balas Jasson tanpa menatap istrinya itu.
"Em, Coba aku lihat." Tiyara terus saja menggoda lelaki itu dan saat ini dia tengah menarik tangan suaminya agar berhenti menghadang wajah yang merah itu.
"Coba lepas sebentar." paksa Tiyara dengan menarik kencang.
"Tiyara lepaskan." balas Jasson yang tidak mau melepaskan tangannya dari wajahnya hingga Tiyara yang terlalu kencang menarik dan tangan nya yang sedikit licin membuat tubuh Tiyara terpental.
Braakkk
"Ah." teriak Tiyara bersamaan dengan bunyi jatuhnya tiang tempat infus.
"Eh." Jasson menangkap keduanya bersamaan.
Plakkk
"Aiisss." tiang infus kembali membentur kepalanya dengan wajah Tiyara yang saat ini berada di dada bidang suaminya tersebut.
"Nona." Dery masuk dan melihat para majikannya tengah berpelukan.
"M-maaf tuan, Nona." ucap Dery yang langsung kembali keluar dari ruangan dengan mata yang terpejam.
"Haiisss Dery, Dery." ucap Dery dengan memukul kepalanya saat melihat Tiyara dan Jasson yang berpelukan biasa menurut keduanya.
__ADS_1
"Ada apa tuan? apa yang terjadi kepada nona? ." tanya pengawal.
"Tidak apa apa." jawab Dery dengan wajah datarnya dan kembali mendudukkan tubuhnya di atas kursi tubggu di depan ruangan itu.
Jasson dengan segera menempatkan kembali tiang infus dan menatap istrinya tersebut. "Apakah kau baik baik saja?." tanya Jasson dengan memeriksa belakang kepla istrinya sedangkan Tiyara hanya diam dan memperhatikan nya saja.
"Dimana yang sakit?." tanya Jasson dengan menatap wanita itu sehingga membuat keduanya saling bertatapan mata.
Tiyara hanya diam begitupun dengan Jasson yang langsung membeku saat bertatapan mata secara langsung dengan istrinya. Tiyara meraih leher suaminya tersebut dan langsung ******* bibir lelaki itu.
Mata Jasson membulat sedangkan Tiyara terus saja ******* bibir lelaki itu hingga Jasson merasa nyaman akan ******* wanitanya baru Jasson mencoba menikmati bibir istrinya tersebut.
Lelaki itu mendorong kepala istrinya agar dia dapat mencium lebih dalam lagi dengan tangan satunya lagi berada di pinggang wanita tersebut.
"Ah." Tiyara merasakan kesakitan saat Jasson hendak membaringkannya sehingga membuat Jasson langsung tersadar dan melepaskan lumatannya tadi.
"Apa kembali sakit?." tanya Jasson yang seketika langsung hawatir.
"Kau masih sakit, Tidak usah macam macam." ucap Jasson dengan wajah datarnya dan berjalan ke dekat tiang infus dan membenarkan tiang tersebut.
Dia mengecek infus istrinya tersebut. "Hmmp" Tiyara langsung membuang pandangnya dari suaminya dengan kedua tangan yang di lipat di atas perut sebab kesal.
Jasson menoleh ke arahnya dan dia sadar akan wanitanya itu marah kepadanya namun dia tidak memperdulikannya dan mengganti infus baru. "Dia masih sakit, Jadi aku tidak bisa berbuat lebih dan iyapun jika ingin berbuat lebih tidak mungkin." guman Jasson dengan menatap sekeliling ruangan yang di tempati istrinya tersebut.
"Aku belikan makan untuk mu, Kau mau makan apa?." tanya Jasson.
"Terserah." jawab Tiyara dengan wajah kesalnya dan langsung di balas tatapan bingung oleh Jasson.
"Aku tinggal sebentar membeli makan untukmu." ucap Jasson dan melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan istrinya tersebut.
__ADS_1
"Tuan." sapa para pengawal di depan ruangan tersebut dengan menundukkan kepala mereka.
"Saya akan keluar sebentar membeli makanan untuk Tiyara, Tolong jaga dia." ucap Jasson.
"Baik tuan." jawan para pengawal sedangkan Dery dia tertidur di depan ruangan tersebut.
Ckleekkk
Pintu kembali terbuka sehingga membuat para penjaga kembali menatap ke pintu tersebut. "Nona." sapa salah satu penjaga.
"Jasson sudah pergi?." tanya Tiyara dengan menatap sekeliling mencari suaminya.
"Sudah nona, Kenapa?." tanya salah satu penjaga.
"Tidak apa apa, Sejak kapan Dery tidur?." tanya Tiyara saat sadar akan Dery yang tertidur di atas kursi.
"Baru saja tidur nona, Apa anda ada perlu dengan nya?." tanya penjaga kepada Tiyara yang menanyakan apakah Dery sudah lama atau tidak tidur nya.
"Tidak, Masuk kau." ucap Tiyara dan menarik tangan salah satu penjaga dan membawanya masuk ke dalam ruangan nya.
"Bagaimana tadi? Siapa yang mencoba menyakiti Jasson? Apa pelaku mau mengatakan dia suruhan siapa?." tanya Tiyara dengan wajah penasarannya menatap penjaga tersebut.
"Pelaku tidak ingin membuka suara tentang atasannya, Dia tidak ingin mengatakan apapun, Dan seperti biasa dia mengatakan bahwa targetnya bukan anda dan tidak memiliki urusan dengan anda." jelas penjaga singkat.
"Sudah banyak aku mendengarkan jawaban seperti itu dari mereka yang sudah pernah aku kurung, Jika bukan aku siapa target mereka? Tidak mungkin Jasson bukan?." tanya Tiyara dengan menatap penjaga dengan wajah bingungnya.
"Jasson kan tidak terlalu di ekspos dan banyak orang tidak mengetahui dirinya dan......"
Cklekkkk
__ADS_1
Pintu terbuka sehingga membuat Tiyara menghentikan perkataannya.
Jasson masuk kedalam ruangan dengan membawakan makanan untuk istrinya tersebut. "Kenapa kau kemana mana." ucap Jasson dengan wajah datarnya menatap istrinya yang sudah kemanamana saat hanya di tinggalkan beberapa menit saja.