My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Dadamu masih sakit?


__ADS_3

“Iya nyonya, Sepertinya luka yang ada dijantung nona kembali kambuh.” Ucap pengawal.


“Bagaimana bisa? Kau kan selalu menjaganya selama ini.” Ucap Rere yang tidak terima jika mendengar kabar itu sebab dia sudah menemukan Tiyara lebih dahulu dari Jasson dan kemungkinan dari lima atau satu tahun lalu dia menemukan Tiyara yang berada di amerika.


“Maaf nyonya, Dari kemarin nona bersama dengan tuan Jasson dan saya sama sekali tidak melihat keduanya keluar kecuali sekarang.” Jawab pengawal yang sedikit ketakutan.


“Haiss kau ini.” Ucap Rere yang langsung mematikan telpon tersebut.


Jasson mendudukkan perlahan tubuhnya disamping ranjang istrinya tersebut dan menatap lekat wanita itu dengan tatapan menyedihkannya. Tangannya langsung menggenggam kedua tangan istrinya itu. Matanya terpejam dan mencium tangan tersebut dengan pikiran yang kemana mana. “Maafkan aku.” Gumannya dengan mengusap lembut tangan tersebut.


Tiyara membuka perlahan matanya. “Maafkan aku, Aku benar benar akan menjagamu.” Ucap Jasson sehingga membuat Tiyara menoleh kearah suara tersebut.


“Jasson.” Panggil Tiyara saat sudah bangun sebab sudah diberikan pertolongan. Jasson langsung mengangkat kepalanya dan menatap istrinya tersebut.

__ADS_1


“Kau sudah bangun?.” Tanya Jasson dengan mata yang membulat namun Tiyara tidak menjawabnya dan malah mencoba untuk duduk namun Jasson menahannya.


“Tetaplah istirahat, Aku akan memeriksamu.” Ucap Jasson sehingga membuat Tiyara terpaksa mengikuti ucapannya dan berbaring diam diatas ranjang dengan Jasson yang langsung memeriksa kondisi wanita itu.


“Apa dadamu masih sakit?.” Tanya Jasson yang tidak mungkin merasakan hal tersebut. Tiyara langsung menggelengkan kepalanya menandakan tidak sakit.


Jasson merasa istrinya sudah lebih aman dari sebelumnya mendudukkan tubuh kembali diatas kursi yang tadi dan menatap lekat wanitanya itu dengan tangannya yang masih menggenggam tangan wanita itu. “Bagaimana bisa kau tidak teratur meminum obatmu?.” Tanya Jasson dengan lembut sambil mengusap kepala wanita itu.


“Tidak ada waktu.” Jawab Tiyara dengan wajah datarnya tanpa menatap lelaki itu.


“Hey, Aku sudah berbucara denganmu, Apa kau mendengarkanku?.” Tanya Jasson yang terlihat sedikit kesal.


Cklekkkk

__ADS_1


“Ayah.” Terdengar teriakan anak kecil sehingga membuat Tiyara dan juga Jasson menoleh kearah suara. Dahi Tiyara mengerut kebingungan namun tidak dengan Jasson yang menyambut baik anak kecil yang datang itu.


“Hey sayang.” Balas Jasson dengan senyumnya dan langsung meraih anak itu.


“Kau kemana saja kemarin, Qiao selalu mencarimu.” Ucap Wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Quenza.


“Dia menemukan Tiyara?.” Guman Quenza dengan menatap Tiyara yang terlihat bingung.


Jasson menoleh kepada wanita yang duduk diatas ranjang itu dan terlihat wanita itu cukup kebingungan akan suasana saat ini. “Ayah, Apa ini buna?.” Tanya Qiao yang mengetahui wajah Tiyara.


“Sayang perkenal diri dahulu.” Ucap Jasson dengan senyumnya kepada Qiao.


“Buna, Namaku Qiao, Kau dari mana saja selama ini? Ayah mencarimu selalu dan tidak makan dan tidur dengan teratur hanya karna memikirkanmu.” Ucap Qiao dengan wajah polosnya sehingga membuat Jasson langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


“Hey apa yang kau katakan kepada buna, Anak kecil tidak boleh berbicar seperti itu.” Ucap Jasson dengan wajah sedikit kesal kepada Qiao.


“Jasson sudah menikah dan memiliki anak?.” Guman Tiyara dengan wajah sedih dan kebingungannya menatap Qiao yang begitu dekat dengan Jasson dan menatap wanita yang datang bersama anak kecil itu yang tidak ia ketahui siapa itu.


__ADS_2