My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Undangan apa?


__ADS_3

“Maaf tuan tapi anda sudah terlalu banyak menolak undangan dari orang orang apakah anda tidak ingin mencoba menghadirinya?.” Tanya Derwin meyakinkan Jasson.


“Undangan apa?.” Tanya Quenza dengan wajah datarnya.


“Undangan acara wisuda nona.” Jawab Derwin.


“Apa boleh aku melihatnya?.” Tanya Quenza dengan menengadahkan tangannya kepada Derwin.


“Ini nona.” Derwin menyodorkan undangan tersebut kepada Quenza dan Quenza menerimanya dan membukanya.


“Universitas nomor satu di amerika serikat?.” Ucap Quenza dengan mata yang melotot tidak percaya bahwa Jasson mendapatkan undangan itu.


“Amerika?, Bukankah papa juga disana ma?.” Tanya Qiao yang berada digendongan Jasson.


“Iya sayang, Jasson ayolah pergi agar kami pergi bersamamu.” Ucap Quenza dengan senyumnya.

__ADS_1


“Tidak, Derwin yang akan pergi.” Jawab Jasson dengan wajah datarnya.


“Ayah ayolah kita pergi bersama, Mungkin saja setelah menghadiri acara tersebut kita bertemu dengan Buna.” Bujuk Qiao. Jasson langsung menatap kepadanya dengan tatapan bingungnya.


“Ah iya juga, Aku pernah mendengarnya dari bibi bahwa ibunya Tiyara orang sana dan mungkin saja bukan jika dia ada disana?.” Guman Quenza.


“Bagaimana jika kau pergi saja? Itu adalah universitas yang cukup terkenal dan mendunia.” Ucap Quenza dengan menyodorkan undangan kepada Jasson dan mengambil putranya. Jasson menerima undangan tersebut dan hanya menatap tajam kepada undangan tersebut.


“Tidak akan.” Jawab Jasson dengan memberikan undangan itu kepada Derwin dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.


“Haisss lelaki ini, Apakah dia tidak berpikir jika Tiyara ada disana?.” Guman Quenza dengan wajah kesalnya.


“Tidak apa apa, Kita kerumah nenek terlebih dahulu setelah itu kita akan pergi ketempat papa.” Ucap Quenza dengan senyumnya dan membawa putranya pergi meninggalkan perusahaan itu.


“Huh.” Jasson membuang nafas panjangnya dan menatap langit yang berwarna jingga itu. Tangan menyodorkan minum kepadanya sehingga membuatnya menatap kepada tangan itu.

__ADS_1


“Minumlah.” Ucap Roky yang datang sebab dia tau dimana Jasson menghabiskan sorenya.


Jasson menerimanya dan meminum minuman tersebut. “Aku dengar kau menolak undangan dari universitas xxxx?.” Tanya Roky dengan menatap datar kepada Jasson.


“Em, Menghadiri acara seperti itu tidak membuatku menemukan istriku.” Jawab Jasson dengan wajah datarnya dan menatap kesamping.


“Sejak kecil aku sering kemari sendiri dan kesinipun secara bersembunyi bersembunyi.” Senyuman istrinya selalu terbayang dipikirannya sehingga membuatnya ikut tersebut.


“Apa selama kau tidak mengikuti acara acara itu kau menemukan Tiyara? Tidak bukan?.” Balas Roky pula dengan wajah datarnya sebab Jasson yang selalu saja menolak undangan dari siapapun dengan beralasan mencari Tiyara namun masih belum menemukannya hingga saat ini.


Jasson menoleh kepadanya. “Apa kau tidak pernah berpikir bahwa akan menemukan Tiyara di acara acara seperti itu? Meskipun namanya sudah meredup akibat berita kematiannya dia adalah wanita yang cukup baik dibidang menangkap penjelasan orang lain dan cukup ambis untuk mengikuti acara seperti itu.” Jelas Roky singkat.


“Itu tidak akan mungkin, Undangan ini di amerika sedangkan kita sudah mengecek seluruh bandara dan seluruh jam penerbangan waktu itu dan tidak menemukan dia.” Balas Jasson.


“Jasson.” Roky menghadap kearahnya dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


“Kau memang bersih, Suci dan tidak bermain kotor, Kau tidak mengetahui trik orang orang sepertinya menghilangkan jejak dirinya seutuhnya sampai tidak ditemukan oleh siapapun.” Ucap Roky dengan wajah datrnya.


“Bagaimana bisa kau mengatakan itu hal kotor?.” Tanya Jasson dengan wajah datarnya.


__ADS_2