
"Sudah selesai nyonya." ucap pelayan dengan menjauh dari Tiyara.
"Bukankah cukup lancang menyentuh tubuh majikan?." tanya Jasson dengan wajah datarnya membuat pelayan langsung menoleh kearahnya begitupun dengan Tiyara.
"Bibi tadi membantuku mengancing baju, Apa yang kau bicarakan?." tanya Tiyara dengan wajah kesalnya saat mendengar ucapan Jasson.
"Maaf tuan." jawab pelayan dengan menundukkan kepalanya.
"Kau..." Tiyara langsung memotong ucapan Jasson yang hendak marah itu.
"Bibi, Bibi tidak salah, Bibi turun saja ya." ucap Tiyara dengan senyumnya kepada pelayan tersebut.
"Sekali lagi saya minta maaf karna sudah lancang nona." ucap pelayan dengan sopannya dan langsung berlalu dari sana.
"Kenapa memotong ucapanku?." tanya Jasson dengan wajah datarnya.
"Karna kau ingin marah." jawab Tiyara.
"Itu hakku, Dia terlalu lancang menyentuhmu." ketus Jasson.
"Sudahlah Jasson berbicara omong kosong ini, Lebih baik kita cepat pergi." jawab Tiyara yang memilih mengalah saat ini dari pada urusannya tambah panjang.
"Kau selalu saja seperti ini, Memotong ucapan orang dengan sesuka hatimu dan tidak ingin dimarahi atas perbuatanmu." lelaki itu terus mengoceh hingga keluar dari rumah hingga membuat satpam Derwin menatap bingung kearah tuan dan nyonya nya.
"Tiyara apa kau mendengarkanku?." ketus Jasson.
"Sudah puas kau mengomel dari tadi hem?, Apa sudah bisa pergi sekarang?." tanya Tiyara tanpa menjawab ucapan suaminya tersebut.
"Cepat masuk nanti akan terlambat." teriak Tiyara dengan kesalnya dan langsung masuk kedalam kemudi namun dihentikan oleh Jasson.
"Siapa yang mengizinkanmu membawa mobil?, Sopir yang akan membawanya, Masuk kebelakang." ucap Jasson dan langsung masuk kebagian belakang.
Tiyara mengikutinya dan sopir ikut masuk juga kedalam mobil itu dan duduk disamping Jasson. "Cih." umpat wanita itu yang langsung membuang pandangnya saat bertatapan beberapa detik dengan Jasson.
"Berani sekali kau mengumpatku." ketus Jasson. Tiyara tidak menjawabnya ataupun menoleh kearahnya dan terus saja memasang wajah kesalnya.
Sopir langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju ketempat acara hingga sampai keduanya disambut oleh pengawal yang mengawali tamu tamu. Keduanya keluar dari mobil. Jasson memposisikan tangannya agar digandeng oleh Tiyara namun Tiyara tidak sadar akan itu dan melangkahkan kaki lebih awal. "Wanita ini." guman Jasson dengan wajah sedikit kesal dan menyusulnya.
"CEO R.A grup datang kemari?."
"Cantik sekali dia."
__ADS_1
"Elegan sekali, Memang jika wanita berkelas memakai apapun terlihat cantik dan mewah."
"Apa pemilik acara mengundangnya kemari?."
"Setauku dia sangatlah jarang untuk menghadiri acara acar seperti ini."
"Bukankah acara ini tidak terlalu mewah baginya hingga dia datang kemari?."
"Sudah aku duga banyak yang akan mengenaliku." guman Tiyara dengan menarik nafas dalam dalam.
"Hey kau tidak sadar jika kau meninggalkanku?." tanya Jasson yang langsung berdiri disamping wanita itu.
"Siapa lelaki disampingnya?."
"Mereka nampak akrab."
"Lelaki itu tampan sekali."
"Apa hubungan mereka?."
"Apakah itu kekasih pemimpin R.A grup?."
"Para tamu hadirin bisa menuju tempat yang sudah disediakan karna acara sudah akan dimulai." mic berbunyi membuat semua orang yang memperhatikan Jasson dan juga Tiyara bubar.
"Nona Tiyara." terdengar suara lelaki memanggil Tiyara membuat Tiyara langsung menoleh kearah suara.
"Maaf siapa ya?." tanya Tiyara dengan wajah sedikit bingungnya sedangkan Jasson dia hanya memperhatikan dan mendengarkan saja.
"Saya orang tua Zania pemilik acara ini, Ini adalah acara pernikahan anak saya, Kedatangan anda kemari sungguh menjadi sebuah kehormatan untuk saya." ucap lelaki tersebut.
"Oh anakmu, Aku kemari menemani temanku kemari, Anakmu adalah temannya." balas Tiyara dengan wajah biasa saja.
"Ah teman?....."
"Tuan maaf acara sudah mau dimulai tinggal menunggu anda saja." bisik seseorang pengurus acara tersebut.
"Baik baik."
"Nona nanti mengobrol ngobrol lagi setelah ini selesai." ucap lelaki itu dengan senyumnya menatap Tiyara dan langsung berlalu.
"Cih trik kuno untuk mengajakku berinvestasi diperusahaan kecilnya itu?." guman Tiyara dengan senyumnya memperhatikan kepergian ayah dokter Zania itu.
__ADS_1
"Kau mengumpatku lagi?." tanya Jasson dengan wajah biasa saja dan tidak terlihat kecurigaan ataupun raut wajah lainnya darinya.
"Tidak." jawab Tiyara yang langsung membuang pandangnya dari Jasson menatap acara.
"Kenapa kau mengatakan bahwa aku temanmu kepada ayah dokter Zania?." tanya Jasson dengan wajah penasarannya meskipun tidak terlalu penasaran.
"Keinginanku, Mau aku mengatakan kau babuku jika itu keinginanku tidak apa apa." jawab Tiyara yang masih nampak kesal.
"Kau...."
"Jangan membuat keributan disini." potong Tiyara dengan melototkan matanya menatap Jasson.
"Sudah berani kau berbicara seperti itu kepadaku." guman Jasson dengan wajah kesalnya dan berpokus untuk menyaksikan acara pernikahan yang masih berlanjut.
"Mungkin jika kau juga mencintaiku pernikahan kita pasti akan sangat meriah, Namun sayangnya itu hanya harapanku, Kau menikah denganku saja karna paksaan bagaimana kau mau membuat acara pernikahan dengan wanita yang tidak kau cintai." ucap Tiyara dengan senyumnya saat melihat acara pernikahan yang baru kali ini ia saksikan secara nyata.
Jasson menoleh kearahnya saat percakapan pertengahan. "Itu memang kenyataannya." balas Jasson dengan wajah datarnya dan menoleh kembali kepengantin.
Tiyara menoleh kearahnya. Tatapan ssedih menginginkan sesuatu itu yang saat ini ditunjukkan olehnya. "Apa selamanya kau tidak akan mencintaiku?." guman Tiyara dengan wajah menyedihkannya.
"A-aku tidak berani bertanya langsung, Itu sangat menyakitkan jika dia mmenjawab tidak." gumannya kembali dan langsung membuang pandangnya dari suaminya tersebut.
"Kenapa aku sedikit tidak suka dengan ucapannya barusan?, Bukankah memang benar jika aku tidak mencintainya dan aku menikah dengannya karna terpaksa?." guman Jasson tanpa menatap wanita itu dan terus menatap kedepan yang acara masih berlangsung.
"Aku menginginkan pernikahan yang megah juga dengan wanita yang aku cintai, Tapi kenapa dia yang ada dibayanganku?." guman Jasson dengan memegang kepalanya.
"Kau kenapa?." tanya Tiyara dengan memegang lengan lelaki itu.
"Baik para tamu hadirin silahkan dinikmati hidangan yang tersedia." teriak pembawa acara.
"Tidak apa apa." jawabnya dan langsung bberdiri dari duduknya saat acara sudah selesai.
Jasson mencari makanan yang ingin ia makan begitupun dengan Tiyara dengan tempat berdiri mereka yang berbeda dan kehilangan satu sama lain. "Makanan makanan ini sepertinya enak semua." ucap Tiyara dan memakan satu persatu makanan yang ada diatas meja.
"Em." Tiyara nampak menikmati dengan lahap makanan demi makanan yang ada.
"Dimana nona Tiyara tadi?." tanya ayah Zania yang mencari cari keberadaan Tiyara.
"Selamat dokter atas pernikahan anda." ucap Jasson dengan meleberkan sedikit senyumnya kepada Zania.
"Ah terima kasih dokter, Oh iya dimana istri anda apa dia ikut?." tanya Zeria.
__ADS_1
"Iya dia ikut, Tapi sepertinya dia sedang ketoilet." jawab Jasson.
"Dokter Jasson." sapa dokter Syeri yang langsung merangkul lengan lelaki itu namun Jasson dengan segera langsung melepaskannya.