My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Jangan menyentuhku


__ADS_3

Saat lift terbuka dan sampai dilantai kamarnya Jasson langsung keluar dengan Tiyara masih berada digendongannya. Jasson masuk kedalam apartemennya tersebut dan langsung meletakkan istrinya diatas ranjang. “Lepaskan.” Tiyara berusaha untuk kabur namun Jasson menahannya dan menghimpit tubuh kecil itu.


“Jangan tinggalkan aku lagi.” Bisik Jasson dengan mencium leher wanita itu.


“Lepaskan.” Tiyara mendorong tubuh itu dengan sekuat tenaga sehingga Jasson beralih menatap datar kepadanya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Tiyara menatap pula kepadanya sehingga membuatnya langsung tersenyum.


“Kita akan merayakan hari ini, Aku bangga kepadamu, Di universitas yang cukup terkenal kau mendapatkan nilai tertinggi, Mama pasti juga akan sangat bangga kepadamu.” Ucap Jasson dengan mengusap wajah wanita itu namun Tiyara langsung memalingkan wajahnya dari lelaki itu.


“Jangan mencoba untuk pergi lagi dariku.” Ucap Jasson dengan mencium sekilas bibir wanita itu namun Tiyara langsung menutup rapat mulutnya sehingga Jasson kembali menatapnya dengan tersenyum lebar.


Tiyara sama sekali tidak memperdulikannya dan tidak meliriknya sama sekali hingga Jasson duduk disamping wanita itu dan melepaskan hils yang dikenakannya. “Boleh aku melihat kakimu?.” Tanya Jasson dengan sopan kepada istrinya tersebut.

__ADS_1


“Jangan menyentuhku.” Ketus Tiyara dengan kesalnya dan menjauhkan kakinya dari Jasson meskipun cukup sulit.


“Aku hanya ingin melihatnya sebentar, Apa kakimu sudah sembuh atau belum.” Balas Jasson dengan nada rendah dan tersenyum lebar hingga hal tersebut membuat Tiyara luluh namun hanya sekejap hingga akhirnya dia tersadar dan langsung menurunkan kakinya dari paha Jasson.


“Kau tidak berhak menyentuhku, Cepat lepaskan aku.” Ketus Tiyara yang kembali memberontak meminta dilepaskan.


“Kenapa kau terlalu kekeh untuk mencoba pergi dariku? Bukankah kau mencintaiku?.” Tanya Jasson dengan wajah tulusnya.


“Berhenti berbicara omong kosong, Lepaskan aku.” Tiyara kembali memberontak dengan mata yang berbinar saat menatap lelaki dihadapannya saat ini namun dia segera memalingkan pandangnya dan menarik nafas panjang mencoba untuk tenang.


Jasson langsung meraih tubuh wanita itu dan menatap lekat wajah nya yang terlihat begitu tidak ingin bersamanya. “Aku tidak akan menyakitimu, Aku hanya ingin kau kembali.” Balas Jasson dengan mengusap wajah wanitanya tersebut.

__ADS_1


“Tapi aku tidak bisa, Aku mohon lepaskan aku biarkan hidupku kembali seperti sebelumnya.” Ucap Tiyara lagi dengan mata yang berbinar dan perlahan terpejam sebab kelelahan.


“Bagaimana aku akan melepaskan mu? Kau milikku dan selamanya akan menjadi milikku.” Bisik Jasson dan mencium pucuk kepala istrinya tersebut yang sudah terlelap.


Jasson memilik untuk membenarkan posisi tidur wanita itu dan mengecek kakinya terlebih dahulu dan terlihat luka dikakinya sudah tidak ada dan memudar. “Kemungkinan dia sudah bisa berjalan namun hanya perlu dilatih saja.” Gumannya dengan menatap kembali wajah wanitanya tersebut.


“Aku sangat merindukanmu, Jangan tinggalkan aku.” Bisiknya kembali dengan mencium cukup lama pucuk kepala wanitanya tersebut dan meninggalkan wanita itu agar dia beristirahat.


“Halo tuan.” Terdengar suara dari ponsel.


“Ke apartemen sekarang dan bawakan beberapa alat medis kemari, Aku ingin mengecek kesehatan jantung Tiyara.” Pinta Jasson kepada dokter rumah sakit.

__ADS_1


“Baik tuan, Dalam waktu dua puluh menit saya akan sampai.” Jawab dokter tersebut mengiyakan perkataan Jasson. Jasson tidak menjawabnya dan langsung mematikan telpon tersebut dan kembali masuk kedalam kamar.


Dia mendudukkan kembali tubuhnya disamping wanitanya yang tengah tertidur itu dan menatap lekat wajahnya. Bibirnya langsung tersenyum, Tangannya mengusap lembut kepala wanita itu sehingga Tiyara yang mendapatkan belaian itu terasa nyaman dan mengusapkan dan mendekatkan kepalanya ketangan Jasson dan Jasson dengan senang hati menerimanya dan memberikan lengan dan dada bidangnya tersebut untuk kenyamanan wanita itu.


__ADS_2