My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Jangan biarkan dia masuk


__ADS_3

“Jika dipikir pikir kesalahan Jasson akan membuat Tiyara susah untuk kembali kepadanya, Dari pelacakanku, Jasson menuduh paman Watsons sebagai pembunuh paman Drean dan ingin membunuh anak paman Watsons yang dia adalah Tiyara, Selain itu masih banyak lagi dan Itu cukup keterlaluan, Mungkin jika aku yang ada diposisi itu sudah aku cabik cabik Jasson.” Guman Quenza yang sama sekali tidak ikut campur ataupun membantu Jasson tadi.


“Haiss sudahlah, Tidak usah terlalu memikirkan itu, Jika Jasson benar benar mencintai Tiyara pasti dia akan berjuang sehingga Tiyara kembali kepadanya.” Gumannya dengan kembali berfokus kedepan.


Dery turun dari mobil dan kembali menggendong Tiyara begitupun dengan Jasson yang baru sampai ikut turun dari mobil dan mengikuti Dery. “Jangan biarkan dia masuk.” Ucap Dery kepada penjaga yang ada diapartemen tersebut sedangkan Tiyara memilih untuk tidak melihatnya.


“Maaf tuan, Anda tidak diizinkan untuk masuk.” Ucap pengawal mencegah Jasson untuk masuk.


“Jangan menghalangiku.” Teriak Jasson dengan kesalnya dan menerobos masuk namun sayangnya Dery dan Tiyara sudah menaiki lift dan lift sudah berjalan keatas.


Pengawal terus mencoba menahan agar Jasson tidak dapat masuk, Namun skill beladiri yang sudah ia latiu sejak dua tahun terakhir membuat para penjaga tidak dapat melawannya sehingga dia bisa menerobos masuk.

__ADS_1


“Tidak, Dia tidak boleh pergi lagi dariku.” Ucap Jasson dengan kesalnya dan langsung menaiki tangga darurat untuk menyusul mereka.


Dery membuka pintu apartemen dan masuk kedalamnya. “Hah, Hah.” Jasson terlihat ngos ngosan saat sudah sampai tepat didepan kamar Tiyara.


Ding Dong


“Tiyara keluarlah, Aku diluar.” Ucap Jasson dengan bibir yang mendekat ke mic yang terhubung kedalam apartemen.


“Tiyara aku benar benar minta maaf, Aku benar benar menyesal akan kesalahan lalu, Aku mohon maafkan aku.” Ucap Jasson pula. Tiyara mengangkat kepalanya dan menatap Dery dengan mata yang berbinar.


Ya, Wanita itu kembali mengingat hal yang benar benar menyakitinya. “Apa aku terlalu jahat dengannya?.” Tanya Tiyara tanpa meneteskan air mata sedikitpun namun matanya berbinar dan tidak mengatakan kepada Dery bahwa dirinya mengingat hal yang menyakiti hatinya.

__ADS_1


“Tidak nona, Anda sama sekali tidak jahat, Hal ini wajar anda lakukan.” Balas Dery yang benar benar tidak tega melihat mata itu.


Tiyara tidak menjawabnya dan langsung memeluk Dery. Matanya terpejam, Air mata menetes sedikit diwajahnya namun dengan segera dia langsung menghapusnya.


“Tiyara aku mohon, Kembali padaku.” Rengek Jasson diluar dengan tenaga yang sudah mulai berkurang.


Penjaga datang dan langsung menangkap Jasson. “Lepaskan aku.” Teriak Jasson dengan kesalnya. Tiyara sama sekali tidak merespon dan hanya memejamkan kepalanya seperti orang ketakutan dengan masih memeluk Dery.


“Maaf tuan, Anda menganggu ketenangan disini, Lebih baik anda keluar.” Ucap penjaga dengan menyeret Jasson. jasson yang tenaganya sudah mulai menghilang terus mencoba agar lepas dari para pengawal.


“Lepaskan aku, Aku harus membawa istriku kembali bersamaku.” Ucap Jasson terus menerus dengan dirinya yang terus diseret oleh penjaga.

__ADS_1


Tiyara melepaskan pelukannya dari Dery dan mengambil tongkatnya dan menuju kedekat pintu. Dia melihat kamera yang terhubung dengan kamarnya dan terlihat para penjaga menyeret lelaki yang sangat ia cintai. “Aku bukannya tidak ingin kembali, Hanya saja aku tidak dibutuhkan lagi.” Guman Tiyara dengan tangan menyeka air mata yang sempat menetes.


__ADS_2