
Jasson menoleh kearah lengannya dan tangannya namun dia tidak menemukan apapun. "Kalian keluarlah nanti kalian akan disengat olehnya jika terus disini" teriak Tiyara dan langsung membawa Jasson pergi dari sana dan masuk kedalam kamar mandi.
"Saya permisi" pamit suster kepada Dery. Dery menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang dan suster langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dengan diikuti oleh Dery dari belakang.
"Emmmm"
"Dia benar bukan pekerja disini kan?" tanya Dery kepada pengawal yang membekap orang itu.
"Betul tuan, Dia memang bukan pekerja disini" jawab pengawal.
"Bawa dia ketempat biasa dan jangan lupa mengangganti makanan nona" ucap Dery saat pengawal sudah berhasil menangkap penyamar.
"Hey lepaskan selimut ini" teriak Jasson dari dalam selimut itu.
"Sebentar, Aku menangkap lebah itu...."
"Tidak ada lebah, Kau tidak usah berbohong kepadaku" teriak Jasson kembali.
"Benar benar ada lebah tadi, Sebentar" ucap Tiyara dengan menggenggam selimut dibagian bahu ditubuh suaminya tersebut dan membukanya tepat ditoilet dan menghidupkan mesin air.
"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Jasson dengan wajah datarnya akibat kesal ditambah dia jadi berantakan akibat wanita itu.
"Kan aku sudah bilang jika ada lebah didekat kau" jawab Tiyara dengan kembali keluar dari ruangan itu dengan membawakan selimut dipelukannya.
"Nona makanan sudah saya ganti" ucap pengawal dengan membuang makanan awal.
"Kenapa....."
"Sayur yang tadi aku tidak menyukainya makanya mereka ganti" potong Tiyara akan Jasson yang nampak bingung.
"Baiklah cepat makan makanan mu setelah minum obat" ucap Jasson. Tiyara menganggukkan kepalanya dengan senyum yang mengembang dan kembali duduk diatas ranjang.
"Jika orang tadi melihat Jasson apakah dia akan memasukkan Jasson kedalam masalah?" guman Tiyara dengan wajah khawatirnya sedangkan Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan hanya duduk santai diatas kursi yang ada didalam ruangan tersebut hingga saat dia tidak mendengarkan suara sendok yang beradu dengan tempat makan dia menoleh kearah Tiyara.
"Kenapa kau hanya melamun? Kenapa belum dimakan?" tanya Jasson dengan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah wanita itu.
"Iya aku akan makan" jawab Tiyara dan mulai memamakan makanan tersebut dengan pikiran yang dipenuhi kehawatiran.
__ADS_1
Jasson mengambil obat yang dibawakan bersamaan tadi dengan makanan dan melihatnya apakah itu benar benar obat untuk Tiyara atau bukan dan ternyata itu benar obatnya. Dia membuka obat itu dan kembali berdiri disamping wanita yang tengah makan itu. "Duduklah tidak usah berdiri seperti ini" ucap Tiyara saat Jasson yang hanya berdiri diam memperhatikannya makan.
Jasson sama sekali tidak memperdulikannya dan masih saja berdiri disamping wanita itu. "Aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh lelakiku" guman Tiyara dengan dahi yang mengerut dan tangan yang menggepal menandakan wanita itu tengah kesal.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Jasson dengan wajah datarnya saat melihat urat tangan wanita itu yang sudah bernampakan.
"Tidak" jawab Tiyara dengan senyumnya dan kembali melahap makanan yang tersisa.
"Aku keluar sebentar melihat keadaan diluar, Kau jangan kemana mana" ucap Jasson dengan wajah datarnya dan melangkahkan kakinya berjalan keluar dari ruangan tersebut dan terlihat ada beberapa pengawal yang berada didepan ruangan itu.
"Tuan" sapa Dery dengan sedikit menundukkan tubuhnya saat Jasson keluar.
"Aku akan mengecek pasien lain, Jangan biarkan dia kemana mana" ucap Jasson dengan wajah datarnya dan kembali melangkahkan kakinya berlalu dari sana menuju keruangan pasiennya.
"Apakah dia sama sekali tidak mengingat nona Tiyara?" tanya Dery dengan wajah bingungnya.
"Masuk kedalam Dery" teriak Tiyara dengan makanan dari dokter yang sudah habis.
Dery yang mendengar teriakan itu langsung masuk kedalam ruangan itu. "Iya nona saya disini" ucap Dery saat sudah berada diruangan itu.
"Mana makanan yang kau belikan tadi?" tanya Tiyara.
"Bawa kemari, Aku sangat lapar" ucap Tiyara kembali dengan menyingkirkan bekas makan yang ada dihadapannya saat ini.
"Tapi nona, Tuan Jasson tidak mengizinkan anda untuk memakan makanan itu" jawab Dery.
"Dia tidak ada sekarang, Cepatlah bawa makanan itu kedalam aku benar benar sangat lapar kak Dery" balas Tiyara yang langsung memelaskan wajahnya sangat berharap agar Dery memberikannya makan.
"Tapi nona......"
"Kau mau mati hari ini ya sehingga tidak memberikanku makanan?" tanya Tiyara dengan wajah datarnya dengan menatap tajam Dery yang selalu membantah itu.
"T-tidak nona, Saya akan membawakan makanan tersebut kemari" jawab Dery dan langsung keluar dari ruangan itu dan mengambil makanan yang ada dikursi tunggu didepan ruangan tersebut dan setelah itu bergegas kembali kedalam.
"Eh bukannya makanan itu untuk kita?"
"Iya bukannya tuan Dery memberikannya untuk kita tadi?"
__ADS_1
"Mengapa dia membawanya kembali masuk?" penjaga nampak terheran heran akan Dery yang mengambil kembali makanan yang sudah diberikannya tadi namun tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
"Ini nona makanan tadi" ucap Dery dengan meletakkan makanan itu dihadapan Tiyara.
Tiyara tersenyum lebar menatap makanan tersebut. "Terima kasih banyak" ucap Tiyara dengan senyumnya dan membukakan kotak makanan itu dan mulai melahapnya dengan sangat lahap akibat sangat kelaparan.
"Nona pelan pelan makannya" ucap Dery dengan membukakan air yang baru untuk Tiyara.
"Em, Enak sekali" ucap Tiyara dengan wajah senang tampa memperdulikan Dery yang berbicara disampingnya.
"Terserah anda saja nona" ucap Dery yang pasrah dan memilih memperhatikannya nona nya itu makan saja.
"Em, Iya siapa wanita tadi?" tanya Tiyara dengan menelan habis makanannya hingga tersisa bekasnya saja.
"Belum diketahui siapa dia nona, Namun dia sudah dibawa ketempat seharusnya" jawab Dery.
"Jangan mencoba membunuhnya, Biarkan dia mati sendiri ditempat itu" balas Tiyara dan membereskan dengan bersih bekas makannya dengan dibantu oleh Dery.
"Baik nona" jawab Dery dengan mengambil air dan memberikannya kepada Tiyara dengan menempatkan kembali meja makan pasien kesamping.
"Kau bagaimana bisa berada disini? Apa kau mengikutiku kemarin?" tanya Tiyara dengan wajah datarnya.
"Bukan nona, Kemarin tidak ada orang kita yang mengikuti anda, Tadi pagi saya kemari untuk menanyakan keadaan anda kepada tuan Jasson namun dia nampak hawatir dan saya tidak sempat bertanya dan terpaksa saya mengikutinya hingga...."
"Hingga mengetahui kediamannya?" potong Tiyara dengan tatapan tajam.
"Maaf nona, Saya tidak bermaksud" jawab Dery dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak masalah kau mengetahui tempat tinggalnya, Saat aku tidak berada disisinya kau harus menjaganya, Satu helai rambutpun jangan biarkan gugur dari tempat, Apa kau mengerti?" tanya Tiyara dengan wajah datar dan tatapan tajamnya.
"Saya mengerti nona" jawab Dery.
"Nona...."
"Dokter Jasson dalam perjalanan keruangan nona Tiyara" bisik penjaga melalui earphone.
"Tuan Jasson sudah berjalan menuju kemari kalau begitu saya pamit" ucap Dery mengundurkan diri.
__ADS_1
"Ingatlah kau tidak boleh berbicara sembarangan kepadanya, Kau harus menghormatinya sama seperti kau menghormati paman karna dia adalah putranya" ucap Tiyara dengan wajah datarnya.