My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Gelar dan prestasi


__ADS_3

“Saya kembali mengucapkan terima kasih kepada bibi dan paman saya namun mereka mungkin akan telat datang, Biasa mereka orang sibuk, Namun saya memiliki teman yang wisuda bersamaan dengan saya hanya saja dia tidak bisa masuk kedalam nominasi nilai tertinggi.” Ucap Zhara dengan senyum mengejeknya menatap Yasmin.


“Cih bisa bisanya bocah ini.” Umpat Yasmin dengan senyumnya saat disenyumi oleh Tiyara.


“Masih sempat sempatnya mengejek teman, Dasar anak ini.” Ucap ayah Yasmin pula dengan senyumnya sedangkan ibu Yasmin hanya tersenyum mendengarnya.


Setelah berbicara cukup panjang dan membuat orang orang tertawa akan ucapannya dia menundukkan kepalanya dan tersenyum kembali menatap kedepan. “Baiklah baiklah saya akan berhenti, Takutnya ada yang pipis diruangan ini, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semuanya.” Ucap Tiyara dengan senyumnya dan menundukkan sedikit tubuhnya.


“Haiss anak ini bisa bisanya dia berbicara seperti itu sehinga membuat semuanya tertawa.”


“Iya, Dia bergelar magister tapi ucapannya seperti anak anak.”


“Siapa anak ini, Aku tidak pernah tertawa sesenang ini.”


Jasson bisa mendengar orang orang membicarakan hal tersebut dan hanya tersenyum menatap wanitanya yang sudah turun itu. “Dia terlihat sangat baik baik saja.” Guman Jasson dengan senyumnya.


Setelah acara selesai.


“Hey.” Frengky datang menghampiri wanita itu sehingga membuatnya mendongakkan kepalanya.


Jasson terlihat mencoba menghindari para orang orang yang mencoba mendekatinya dengan mata yang terus mencari keberadaan istrinya dikerumunan orang banyak itu.

__ADS_1


“Hey.” Sapa balik Zhara dengan senyumnya.


“Selamat atas gelar dan prestasimu.” Ucap Frengky dengan senyumnya dan menyodorkan paperbag dan juga buket kepada Zhara.


Zhara melihatnya sekejap hingga beberapa waktu dia tersenyum dan menerimanya. “Terima kasih, Selamat juga atas gelar dan prestasimu.” Ucap Zhara balik dan menyodorkan paperbag pula kepada Frengky.


“Aku tidak membawakan buker untukmu, Uangku tidak cukup.” Ucap Zhara dengan senyumnya.


Frengky tersenyum lebar. “Tidak kau memberi apa apapun aku tidak apa apa.” Balas Frengky dengan senyumnya.


“Frengky kemarilah sayang.” Terdengar teriakan yang memanggilnya.


“Ayo ikut bergabung.” Ajak Frengky dengan senyumnya.


“Tidak usah, Aku akan pergi mencari orangku.” Jawab Zhara dengan senyumnya.


“Yasudah aku tinggal, Dah.” Pamit Frengky dengan melambaikan tangannya dan dibalas lambaian pula oleh Zhara.


“Dimana Zhara sayang.” Tanya mami Yasmin kepada Yasmin yang terlihat bingung mencari Zhara.


“Bentar mi, Ini Yasmin….. nah itu dia.” Ucap Yasmin saat menemukan Tiyara yang tertegun sendiri diantara banyaknya kerumunan.

__ADS_1


“Yatuhan dimana istriku?.” Tanya Jasson saat tidak menemukan istrinya.


“Hey kemarilah, Mami dan papiku mencarimu.” Yasmin langsung menyeret kuri roda itu mendekat menuju ayah dan ibunya.


“Anak mami, Nilaimu yang terbaik sayang.” Mami Yasmin langsung memeluk Zhara dan Zhara langsung tersenyum lebar dan bahagia mendapatkan pelukan itu.


“Terima kasih tan.” Ucap Zhara dengan senyumnya.


“Nanti tante bawa kau menuju ke suatu tempat untuk memilih hadiahmu sendiri, Sekarang tante tidak membawa apapun termasuk untuk Yasmin.” Ucap Mami Yasmin dengan senyumnya.


“Tante mengingatku saja aku sudah sangat bahagia, tidak usah memberikan yang lain.” Balas Zhara dengan senyumnya.


“Bagaimana bisa seperti itu? Nilai yang tinggi harus didapatkan hadiah dan harus dirayakan.” Sambung papi Yasmin pula. Zhara hanya tersenyum senang tidak bisa menjawabnya lagi.


“Sudahlah mengobrol mari kita tangkap gambar.” Ajak mami Yasmin dengan antusias dan meminta orang membantu memotretnya.


Setelah selesai dan melakukan beberapa potret Tiyara berpamitan untuk pergi. “Zhara harus mencari bibi dan paman, Mungkin dia juga sedang mencari Zhara.” Pamitnya dengan sopan.


“Yasudah sayang, Nanti kami akan menjemputmu untuk merayakan hal ini.” Balas papi Yasmin. Zhara hanya tersenyum dan langsung meninggalkan tempat itu dan keluar dari ruangan tersebut.


“Jika aku kehilangannya lagi aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.” Ucap Jasson dengan wajah tidak menyerah untuk mencari istrinya dan kembali berkeliling untuk mencarinya.

__ADS_1


__ADS_2