My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Tetangga baru


__ADS_3

“Yasudah aku masuk terlebih dahulu, Dah.” Tiyara meninggalkannya dan masuk kedalam apartemen begitupun dengan Jasson yang langsung masuk kedalam apartemen juga dan mengintip keluar aparteemn.


“Apa dia mengenaliku? Apa dia akan pergi lagi saat mengenaliku? Apa dia akan marah?.” Guman Jasson yang terlihat panik.


“Sedikit aneh tetangga baru itu.” Ucap Tiyara dengan wajah bingungnya.


“Oh iya aku lupa untuk berkenalan, Lain kali saja, Jika kenal hitung hitung menambah teman bukan.” Ucap Tiyara dengan senyumnya dan membereskam tubuhnya yang masih melekat make up, pakaian dan lain lain.


“Diajak bicara seperti tadi saja aku sudah senang.” Ucap Jasson dan membaringkan tubuhnya dengan hati yang sangat gembira.


Keesokan paginya.


“Pagi yang cerah untuk memulai hari baru.” Ucap Tiyara dengan senyum lebar sambil membuka gorden kamarnya. Dia menuju kekamar mandi dan memilih membersihkan tubuh dan bersiap untuk ke tempat kerjanya.


“Wanita itu belum bangun? Apa dia tidak ingat jika hari ini dia masuk kerja.” Guman Jasson yang terus mengawasi depan kamarnya menunggu Tiyara keluar.


Cklekk


Pintu terbuka dan Tiyara mendorong kursi rodanya menjauh dari kamar apartemen dan menuju lift. “Baik dia sudah berangkat saatnya aku.” Ucap Jasson yang keluar juga dari kamarnya dan menaiki lift.


Tiyara menaiki kendaraan umum dengan diperhatikan oleh Jasson dari jauh dan setelah itu kendaraan yang ditumpangi oleh Tiyara diikuti pula oleh Jasson dengan jarak yang cukup jauh.


Beberapa saat akhirnya mereka sampai bersamaan mamun Jasson memelankan laju mobilnya menunggu Tiyara masuk kedalam perusahaan hingga akhirnya dia berhenti tepat di loby perusahaan dan turun dari mobil dengan mobil yang langsung diambil alih oleh penjaga. Jasson merapikan jas yang dikenakannya dan berjalan masuk kedalam perusahaan dengan Tiyara yang sudah tidak terlihat menandakan bahwa wanita itu sudah berada didalam lift untuk menuju keruangannya.


“Selamat pagi.” Sapa Tiyara dengan senyum hangat kepada pekerja lain sebelum memasuki ruangannya. Kartawan lain nampak tersenyum hangat juga dan menyapanya kembali hingga akhirnya dia langsung masuk kedalam ruangannya.


“Cih bocah ingusan, Bisa bisanya kau yang baru masuk sudah mendapatkan posisi itu.” Umpat salah satu pekerja yang kesal sebab jabataannya hanya karyawan biasa.


“Iya, Anak itu keterlaluan, Bisa bisanya dia langsung menduduki posisi manager disini saat baru masuk.” Balas teman lainnya.


“Heh, Lihat saja seberapa betah kau disini bocah ingusan.” Ucap wanita tadi dengan senyum sinisnya.


“Bu, Maaf sebelumnya, Perkenalkan saya Zack yang sementara waktu diutus untuk membantu anda dan lebih tepatnya lagi saya aakan menjadi asisten anda.” Ucap orang yang mengenakan pakaian rapi.


“Ah iya pak, Boleh.” Jawab Tiyara dengan senyumnya. Pekerjaan yang baru diberikan kepadanya dengan cepat diselesaikan olehnya, Selain memiliki otak yang cerdas dia memiliki pengalaman yang cukup banyak sebab sebelumnya perusahaannya bergerak dibidang keuangan juga.


“Sepertinya anak baru ini tidak memerlukan bantuanku.” Guman Zack yang bisa melihat kekampuan Tiyara.

__ADS_1


“Nanti jika memerlukan bantuan tolong hubungi saya segera bu, Ruangan saya tepat dihadapan anda.” Ucap Zack yang tidak enak berdiam diri disana.


“Baiklah nanti jika saya memerlukan sesuatu saya akan mwmanggil.” Jawab Tiyara dengan senyumnya.


Tok..tok..tok


“Masuk.” Teriak Jasson tegas.


“Sepertinya nona Zhang tidak memerlukan bantuan saya tuan, Sebab saya lihat dia mengerjakan semua pekerjaannya dengan sangat teliti dan sesuai.” Ucap Zack dengan menundukkan kepalanya.


“Aku menyuruhmu mengawasinya dan membantunya jika dalam kesusahan, Jika dia belum memanggilmu kau menetap saja diruangan yang sudah aku katakan.” Balas Jasson dengan mata yang berfokus kelayar komputernya.


“Baik tuan, Saya permisi.” Pamit Zack dan meninggalkan tempat itu.


Jasson menatap lepergian lelaki itu dan menghentikan pekerjaannya. “Oh iya, Aku lupa jika dia memiliki pengalaman yang jauh lebih besar dariku dibidang keuangan.” Ucap Jasson yang mengingatnya.


“Ah selesai, Istirahat terlebih dahulu ini sudah waktu makan siang.” Ucap Tiyara dengan menggerakkan tubuhnya yang sedikit pegal.


Tiyara meninggalkan ruangannya dan menuju kantin kantor. “Makanannya terlihat enak enak.” Ucap Tiyara dengan senyumnya menatap pelayan yang bertugas memberikan makanan.


“Ingin ini?.” Tanya ibu ibu itu.


Setelah mengambil makanan, Tiyara mendorong kursi rodanya dan mencari tempat makan, Hingga dia menemukannya dia mendorong kursi rodanya menuju kesana.


Brukkkk


“Ah.” Makanan milik Tiyara semuanya terjatuh kelantai dengan pakaiannya yang basah terkena siraman kuah sayur dan minuman.


“Nona.” Derwin yang terus mengawasinya hendak menghampirinya namun diurungkan.


“Apa kau tidak memiliki mata sehingga menabrakku.” Terdengar teriakan keras dari wanita yang menabraknya sehingga membuatnya mendongak untuk melihat siapa itu.


“Tiyara sabarlah, Ini hari pertamamu.” Guman Tiyara dan membuang nafas panjang dan menunduk hendak mengambil tempat makannya namun kursi roda miliknya didorong.


Brukkk


Tiyara terjatuh kelantai. “Ah.” Kakinya yang masih belum sembuh sempurna terhimpit oleh kursi roda.

__ADS_1


“Wanita liar ini berani beraninya dia.” Guman Derwin yang langsung berdiri.


“Mama, Sakit.” Guman wanita itu yang berusaha mendorong kursi roda itu dari kakinya.


“Nona Zhang.” Zack langsung menghampirinya dan memperbaiki posisi kursi roda dan membantu Tiyara untuk duduk kembali diatasnya.


“Kau ini bagian apa? Berani sekali kau membuli anak baru.” Ucap Zack dengan melototkan matanya menatap wanita yang sudah membuat Tiyara terjatuh dan berantakan itu.


“Kau itu yang siapa, Apa kau tidak tau aku ini siapa.” Balas wanita itu.


“Aku Sharen, Primadona diperusahaan ini, Kau ingat itu,Siapapun tidak ada yang bisa melawanku jika tidak ingin dikeluarkan dari perusahaan ini.” Balas Sharen dengan nada sombong.


“Kau…..”


“Sudahlah, Ayo kita pergi.” Tahan Tiyara akan Zack yang hendak melawan.


“Tapi…..”


“Ayo.” Ajak Tiyara lagi dan Zack mengiyakannya dan mendorong kursi roda Tiyara untuk kembali keruangan.


“Cih.” Sharen terlihat sennag.


“Apa kalian melihatku, Apa kalian ingin bernasip sama dengannya.” Pelotot Sharen kepada semua karyawan disana yang menatapnya.


“Terima kasih banyak, Aku bisa sendiri menuju ruangaku.” Ucap Tiyara dengan senyumnya.


“Tuan, Nona diganggu oleh karyawan bernama Sharen Dweendra dan…….”


“Siapa dia?.” Tanya Jasson yang langsung berdiri emosi saat mendengarkannya.


“Dia hanya karyawan biasa, Dan tadi……”


“Berikan rekaman cctvnya, Dan jangan biarkan Tiyara kenapa kenapa, Tanyakan dengan jelas apa ada yang sakit atau tidak, Jika membutuhkan apapun kau berikan.” Potong Jasson.


“Baik tuan.” Balas Zack dan kembali kedekat Tiyara dan meminta penjaga cctv mengirimkan apa yang terjadi dikantin tadi kepada Jasson.


“Nona, Ini baju untuk anda, Anda bisa mengganti baju anda didalam kamar mandi saja, Saya akan menjaga didepan.” Ucap Zack dengan memberikan paperbag berisikan baju kepada Tiyara.

__ADS_1


“Baiklah, Terima kasih banyak.” Jawab Tiyara dan mengganti pakaiannya.


“Jahitannya terbuka.” Guman Tiyara saat melihat kakinya yang mengeluarkan darah.


__ADS_2