My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Sedikit informasi terkait Tiyara


__ADS_3

Keduanya masuk kedalam rumah dengan pintu dibukakan oleh pengawal dan masuk kedalam kamar Jasson. "Tutup pintunya." ucap Jasson dengan wajah datarnya.


Roky mengangguk mengiyakannya dan langsung menutup pintu kamar tersebut. "Anda sudah pindah kamar tuan?." tanya Roky dengan wajah bingungnya saat ingat jika kamar Jasson terletak diatas.


"Mana berkas yang aku suruh kau selidiki?." tanya Jasson dengan wajah datarnya dan duduk diatas kursi yang ada dikamar tersebut.


"Ah ini tuan." jawab Roky dengan memberikan berkas yang ia siapkan kepada Jasson.


Jasson menerimanya dan langsung membuka amplop besar tersebut dan mengambil kertas yang ada didalamnya. "Beberapa informasi yang saya dapatkan, Nona Tiyara adalah pemimpin perusahaan R.A grup dia memiliki banyak usaha lain seperti beberapa rumah sakit, Restoran, Mall dan juga hotel ternama dichina tuan, Dia juga memiliki asisten yang setia dengannya dan selalu berada disisinya yaitu tuan Dery. Namun saya tidak menemukan identitas tentang orang tuanya." jelas Roky yang terhenti saat nafasnya hampir saja habis.


"Seperti informasi yang saya dapatkan, Identitas keluarga nona Tiyara kemungkinan dirahasiakan sebab saya benar benar tidak menemukan siapa dan dimana orang tuanya." sambungnya kembali.


"Apa yang menyebabkannya menyembunyikan identitas orang tuanya?." tanya Jasson dengan wajah bingungnya.


"Dilihat dari kekuasaan nona kemungkinan karna dia takut pesaing bisnis akan menggila dan menyakiti orang sekitarnya, Namun itu hanya prediksi saya saja tuan sebab yang saya ketahui perusahaan R.A grup sangatlah banyak musuhnya dalam berbisnis kemungkinan besar akan membuat para pesaing mencoba melakukan hal yang lebih untuk melenyapkan pesaing mereka." jelas Roky kembali.


"Pantas saja dia sangat waspada" ucap Jasson dan melihat berkas berkas tersebut.


"Semua orang dinegara ini sangatlah menghormatinya, Dia memiliki otak yang cerdas dan kemampuan yang hebat diusianya yang masih terbilang cukup muda ini, Namun kecerdasan dan kemampuannya itu bukan dari pendidikan, Pendidikan terakhirnya adalah Sekolah menengah atas bukan sarjana ataupun yang lain dan hal tersebut membuktikan bahwa nona benar benar hebat." jelas Roky kembali.


"Nona juga sangat disiplin dengan pegawainya, Dia tidak pernah memandang siapa pegawainya dan yang bersalah tetaplah harus dihukum sesuai peraturan. Tentang kewaspadaan memang harus waspada karna ada beberapa pesaing yang tidak menggunakan cara bersaing yang baik dan hendak melumpuhkan nona dengan cara apapun makanya nona sangat berhati hati, Saya juga mendapatkan info bahwa....."


Tok...tok...tok..


"Jasson, Sayang kau didalam?." teriak Tiyara dari luar kamar Jasson.


"Baiklah terima kasih tentang info yang kau berikan, Selidiki kelanjutan yang lalu dan lupakan tentang penyelidikan tentang Tiyara." ucap Jasson kepada Roky.

__ADS_1


"Suamiku apa kau didalam?." teriak Tiyara kembali saat tidak mendapatkan jawaban sedikitpun dari Jasson.


"Oh iya beberapa waktu....."


"Kirimkan semua yang ingin kau katakan memalui pesan atau tidak besok, Tiyara sudah kembali." potong Jasson dan berjalan kearah pintu dan membuka pintu kamar tersebut.


"Baik tuan." jawab Roky.


Ckleekkk..


Tiyara langsung merangkul leher suaminya tersebut dan bergelayut ditubuh itu. "Aku pikir kau belum kembali." bisik Tiyara dengan menengelamkan wajahnya dileher suaminya tersebut.


Mata Roky membulat saat melihat hal tersebut. "Turun." ucap Jasson dengan wajah datarnya saat sadar akan Roky yang masih disana.


"Ah tuan, Saya permisi untuk pulang." pamit Roky dengan senyumnya.


Tiyara langsung mengangkat kepalanya saat mendengar suara tersebut dan terlihat ada lelaki dikamar suaminya. "Apa yang kau lakukan disini bersama suamiku?." teriak Tiyara dengan wajah kesal dan bingungnya dengan memundurkan tubuhnya.


"Jaga ucapanmu." ucap Jasson dengan melototkan matanya.


"Kau ini lelaki kenapa menggoda suamiku?, Apa wanita tidak ada yang berminat denganmu hah?." ketus Tiyara kembali tanpa menjawab ucapan suaminya.


"Maaf nona tapi saya kemari ada urusan dengan tuan Jasson dan saya bukan ****** penggoda yang seperti anda pikirkan, Saya lelaki normal tidak mungkin saya menyukai sejenis." jelas Roky yang nampak kesal.


"Cih, Benar iitu Jasson?." tanya Tiyara dengan menatap tajam suaminya tersebut.


"Iya benar, Kau saja yang terlalu terburu buru mengambil kesimpulan hingga salah paham seperti itu." jawab Jasson dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Tuan saya akan pulang, Permisi." pamit Roky dengan menundukkan kepalanya dan langsung berlalu dari sana.


"Cih wanita itu, Beberapa video yang aku lihat tentang kesehariannya dimedia online dia terlihat sangar dan datar namun ternyata dia bukan seperti itu." guman Roky sambil berjalan hingga dia masuk kedalam mobilnya.


"Hanya konten murahan dan hal itu membuat semua orang percaya dia elegan dan semacamnya padahal tidak, Berbicara sesuka hatinya dan malah mengira aku ******?, Apa dia pikir aku ini tidak normal?, Aku juga menyukai wanita." umpatnya yang terus saja kesal sambil menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman tersebut.


"Kenapa kau berbicara tidak sopan seperti tadi?." tanya Jasson dengan melototkan matanya menatap wanitanya. Tiyara tidak menjawabnya dan kembali memeluk erat tubuh suaminya tersebut dan menenggelamkan wajahnya kembali dileher itu.


"Bisakah kau memarahiku nanti?, Aku cukup kelelahan hari ini." bisik Tiyara dengan tangan yang melingkar dileher lelaki tersebut.


"Iya aku tidak akan marah asalkan kau turun." jawab Jasson dengan wajah datarnya.


"Bisakah kau memukul atau mengusap perlahan punggungku dan membawaku berjalan dikamarmu sebentar saja?." tanya Tiyara dengan suara rendah dan tidak berdayanya dengan wajah masih berada dileher suaminya tersebut.


"Cih seperti anak kecil saja, Kau ini sudah besar turun." ketus Jasson dengan wajah kesal dan tangan yang sama sekali tidak menyentuh wanita yang ada digendongannya itu.


Tiyara turun dari tubuh lelaki tersebut. "Maaf, Aku tidak ingat jika kau juga kelelahan." ucap Tiyara dengan kepala yang menunduk.


"Aku akan keatas kembali kekamarku." pamitnya yang langsung membalikkan tubuhnya dan langsung melangkahkan kaki lemah menaiki anak tangga menuju kekamarnya.


"Hah?, Aneh sekali dia, Tidak biasanya." ucap Jasson dengan wajah bingungnya.


"Hah." Tiyara membuang nafas panjang dan langsung duduk diatas ranjang yang menghadap kejendela.


"Memangnya salah meminta sedikit perhatian diusia yang sudah tua seperti ini?." tanya Tiyara dengan umur yang masih dua puluh lima tahun.


"Ah sudahlah, Jasson juga bekerja hingga sore hari ini, Mungkin dia kelelahan hingga berbicara seperti tadi, Toh aku juga sebelumnya biasa biasa saja saat kelelahan tidak pernah meminta siapapun membantuku bangkit dan semangat lagi." ucapnya dan kembali menatap kedepan.

__ADS_1


"Tiyara kau biasanya tidak seperti ini, Kenapa hari ini kau sangat terlihat kelelahan?." tanyanya kepada dirinya sendiri.


"Apa dia baik baik saja?." guman Jasson dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamar istrinya.


__ADS_2