My Ekstrovert Wife

My Ekstrovert Wife
Perusahaan R.A


__ADS_3

"Hah?, Tuan Jasson sudah memiliki istri?, Kapan dia menikah?, Aku tidak pernah tau jika dia itu juga berminat dengan wanita." guman Roky yang nampak bingung.


"Mari kita lihat bagaimana bentuk wanita itu, Apakah cantik atau....."


"Hah?." mata Roky membulat saat melihat komputer yang baru saja mencarikan nama Tiyara.


"Ceo muda berbakat, Memiliki segudang kemampuan dan dia memimpin perusahaan R.A dengan usia yang masih 25 tahun?." teriak Roky yang nampak tidak percaya akan apa yang ia baca saat ini.


"Aku pikir namanya tidak ada disitus online, Tapi ternyata dia adalah CEO dari R.A grup?, Perusahaan keungan investasi terbesar di china ini adalah miliknya?." tanya Roky lagi dengan menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Wah pintar juga tuan Jasson mencari istri." ucap Roky dengan senyumnya. Selain melihat kemampuan yang dimiliki oleh Tiyara dia bisa melihat poto poto nadas Tiyara yang ada disitus internet.


"Sudah kaya, Cantik pula." ucap Roky dengan memperhatikan poto demi poto.


"Wait, Tapi namanya seperti nama....."


"Watsons Fredi Jaya, Kau cari anaknya dan bawakan kepadaku, Aku akan membalas dendam ayah dengan melakukan hal yang sama kepada anaknya tersebut."


Ucapan tersebut terus terngiang ngiang dibenak Roky. "Ah iya, Tuan Jasson menyuruhku mencari identitas anak Watsons dan dia namanya Tiyara Watsons." ucap Roky dengan memperhatikan betul hal tersebut.


"Tiyara memiliki insting yang tajam akan orang sekitarnya jadi tidak mungkin jika menyuruh orangku mengikutinya, Waktu itu saja ada orang yang menyamar dia langsung tau sedangkan aku tidak memiliki kecurigaan sedikitpun." guman Jasson dengan memutar mutarkan ponselnya.


"Tapi wanita itu seperti nya sangat waspada, Apa yang telah terjadi sehingga dia sewaspada itu ditambah memiliki banyak sekali pengawal disisinya hanya saja saat bersamaku tidak ada satupun pengawal yang ikut." ucap Jasson dengan wajah bingungnya.


"Nyonya." ucap pengawal dengan menundukkan sedikit tubuhnya.


"Sejak kapan kau memanggilku nyonya?, Aku tidak setua itu untuk dipanggil nyonya, Panggil nona saja." jawab Tiyara dan berjalan dihadapan para pengawal yang ada.


"Bagaimana percobaan kaburmu?." tanya Tiyara dengan mendudukkan tubuhnya diatas kursi yang ada diruangan rumah tersebut.


"Bu Tiyara? S-saya tidak mencoba...."


"Tidak mencoba untuk kabur ya?, Jika tidak mencoba untuk kabur bagaimana bisa orang orangku berada disini?." tanya Tiyara dengan wajah datarnya dan melepaskan kacamata hitamnya.

__ADS_1


Tiyara menundukkan tubuhnya dan mengangkat dagu wanita tersebut menggunakan kacamatanya. "Apa kau tidak ingat dengan ucapanku?." tanya Tiyara dengan menatap tajam wanita tersebut.


"S-saya ingat." jawab perempuan tersebut.


Tiyara kembali duduk sempurna dengan kacamata yang diletaknya disembarang tempat. "Coba ulangi." ucap Tiyara dengan meletakkan pahanya diatas paha lainnya.


"J-jangan mencoba untuk kabur sebelum membayar uang yang diambil." jawab perempuan tersebut yang langsung menundukkan kepalanya akibat takut padahal dia belum diapa apakan.


"Bagus jika kau ingat, Apa lagi yang aku katakan?." tanya Tiyara lagi.


"S-saya tidak bisa kabur kemanapun jika hutang belum dilunaskan." jawab wanita tersebut.


"Kau ingat dengan ucapanku tapi kau masih mencoba kabur, Apa kau sudah bosan berkeliling sesuka hatimu sehingga kau melawan ucapanku?." tanya Tiyara dengan masih saja menatap tajam wanita tersebut.


"S-saya tidak...."


"Mengapa mau mencoba untuk kabur dan tidak membayar hutangmu?, Itu adalah uang perusahaan bukan uang pribadiku." potong Tiyara dengan wajah seriusnya menatap wanita tersebut.


"Saya tidak bermaksud....."


Wanita tersebut terdiam dan menundukkan kepalanya. "Jawab jujur." bentak Tiyara yang sedari tadi diabaikan.


Mata wanita itu terpejam akibat takut. "S-saya tidak memiliki uang untuk membayarnya bu, Makanya saya mencoba kabur." jawab wanita itu dengan kepala masih menunduk.


"Jadi kenapa kau mencuri jika tidak bisa membayarnya?." teriak Tiyara kembali.


"Nona tenangkan diri anda." ucap Dery yang tiba tiba datang. Bukan tiba tiba melainkan baru masuk saat mendengar teriakan Tiyara.


"Jika saya bisa menggantinya pasti saya akan meminjamnya nona dan tidak akan mencuri." jawab wanita itu.


"Hah, Ucapanmu masuk akal juga." ucap Tiyara dengan senyumnya.


"Kau tetap bekerja dikantor, Sebelum hutang lunas kau tidak boleh kemana mana." ucap Tiyara dengan membuang kacamata miliknya.

__ADS_1


"Tapi nona seumur hidup pun saya bekerja tidak akan bisa mengganti uang sebanyak itu." jawab wanita itu.


"Terserah kau, Yang jelas itu adalah uang perusahaan dan harus kau ganti bagaimanapun caranya." balas Tiyara dengan wajah datarnya dan melangkahkan kakinya keluar dari rumah kecil tersebut.


"Jika kau berani mencoba kabur lagi, Aku tidak akan membiarkanmu berada dialam terbuka seperti sekarang ini lagi." tegasnya dan langsung berlalu dari sana.


"Bukankah bos terlalu baik denganmu sehingga kau seenaknya saja seperti tadi?." tanya Dery dengan menatap tajam wanita itu.


"Maaf tuan namun itu kenyataannya." jawab wanita itu.


"Nona." teriak Dery yang langsung menyusul Tiyara tanpa memperdulikan lagi wanita tadi.


"Aku akan pulang, Hari sudah mulai gelap, Takutnya nanti Jasson mencariku." ucap Tiyara dan masuk kedalam mobilnya.


"Satu lagi, Aku mungkin akan jarang mengurus perusahaan tidak seperti dulu, Aku harap kau bisa mengambil tanggung jawab untuk mengerjakan perusahaan." ucap Tiyara dengan menurunkan kaca mobilnya.


"Tapi nona itu adalah perusahaan anda." jawab Dery.


"Tidak hanya aku sendiri yang memilikinya, Kau juga memiliki hak disana, Mungkin setelah semuanya selesai baru aku akan kembali keperusahaan." balas Tiyara dengan wajah datarnya.


"Aku akan pergi." pamit Tiyara yang menyalakan mesin mobilnya dan langsung berlalu dari sana.


"Tuan lihatlah anak anda, Sama persis seperti anda, Melepaskan orang orang yang bersalah dan menghukumnya dengan hukuman seharusnya, Namun sayangnya keadilan tetaplah tidak berpihak kepada kalian dan masih ada saja orang orang yang tidak menyukai orang baik seperti kalian." guman Dery dengan membuang nafas panjangnya.


"Kebetulan sekali saya sampai tuan baru pulang." ucap Roky yang baru saja turun dari mobilnya dan terlihat Jasson baru turun juga dari mobilnya.


"Kau sudah menyelidikinya? " tanya Jasson dengan wajah datarnya.


Satmpan Derwin menoleh kearah keduanya membuat Roky sadar. "Apakah ingin membicarakannya disini?." tanya Roky.


Jasson menoleh kebelakang dan terlihat Derwin langsung tersenyum menatapnya. "Baiklah ayo masuk." ajak Jasson yang melangkah kakinya terlebih dahulu.


Keduanya masuk kedalam rumah dengan pintu dibukakan oleh pengawal dan masuk kedalam kamar Jasson. "Tutup pintunya." ucap Jasson dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Roky mengangguk mengiyakannya dan langsung menutup pintu kamar tersebut. "Anda sudah pindah kamar tuan?." tanya Roky dengan wajah bingungnya saat ingat jika kamar Jasson terletak diatas.


__ADS_2