My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 100 # Sakit nya kontraksi


__ADS_3

Zain membawa Dinda kerumah sakit tanpa memberi tau keluarganya dirumah karena waktu masih menunjukan pukul 03:00 dini hari.


Zain tidak mau merepotkan keluarga Dinda.Dia ingin selalu mendampingi Dinda saat proses melahirkan nanti.


Karena ini adalah moment yang langka bagi nya,mengingat dulu Zain pernah menelantarkan Dinda saat melahirkan.


Zain benar-benar ingin menebus kesalahan yang dulu yang pernah di buat nya.


Dinda sudah tiba berada di dalam ruang persalinan mukul 04:00 pagi.


"Sus... Istri saya mau melahirkan.Tolong untuk di periksa dulu sus."Ujar Zain yang panik kepada suster perempuan yang sedang bertugas.


"Baik pak.Ibu tolong sebelum nya kaki nya diangkat dan ditekuk ya Bu."Ujar Suster jaga itu sembari memasang sarung tangan.


"Baik Sus."Jawab Dinda yang menurut sembari mengangkat kedua kaki nya dan ditekuk.


Zain nampak bingung tentang seruan suster jaga itu.


"Eittss... Tunggu-tunggu,suster mau ngapain itu tangan nya?"Protes Zain panik dan penasaran ketika suster mau memasuk kan tangan nya ke dalam jalur lahir bayi.


"Tuan,saya hanya mau melihat pembukaan jalur bayi."Jawab suster dengan sabar.


"Memang enggak ada cara jalan lain selain mengobok-obok pakai tangan lembah istri saya."Sahut Zain dengan bibir mengerucut.


"Kalau ada jalan yang mudah kenapa harus lewat jalan itu sus."Gerutu Zain kepada suster.


Suster itu pun menghela nafas nya panjang-panjang dan membuat Dinda melotot kan kedua mata nya kepada Zain.


"Aduhhhh... Mas,kamu cerewet sekali.Ini namanya persalinan normal.Dari pada kamu bawel,lebih baik diam mas.Sakit sekali ini rasanya."Ucap Dinda.


"Maafin suami saya sus.Tolong lanjutkan tugas suster ,maklumin saja anak nya sudah mau empat dia tahu nya hanya bikin adonan saja.!"Seru Dinda dan Zain membelalak kan kedua mata.


Suster yang memeriksa Dinda hanya mengulas senyum tipis sembari memeriksa jalan bayi.


"Ibu.Ini masih pembukaan 2 kemungkinan nanti waktu lahir nya sekitar jam 11 atau 12 siang.Ibu boleh miring kekiri atau ke kanan untuk membuat jalan bayi."Ujar seorang suster itu sambil membantu Dinda miring kan badan ke kiri.


"Jalan bayi?Tadi malam saya sudah menggalinya sus,apa sekarang harus membuat jalan bayi lagi?"


"Mas....!"Pekik Dinda kepada Zain.


Suster itu pun menahan gelak tawa nya.


"Kenapa sayang..?"Tanya Zain yang memutari brankar dan menghadap ke arah Dinda.


"Dari pada kamu cerewet terus lebih baik usap pinggang ku yang mulai terasa sakit."Rintih Dinda dan Zain pun mulai mengusap-ngusap pinggang Dinda.

__ADS_1


"Baik Bu Dinda dan tuan saya pamit keruangan dulu setiap beberapa menit nanti akan ada petugas untuk mengecek keadaan Bu Dinda."Kata seorang perawat itu dan Dinda hanya menganggukan kepala.


"Astagfirullah hal adzim.... Sakit nya.Hiks.."Rintih Dinda yang perut nya mulai berkontraksi.


"Sayang... Sabar ya...."Zain yang menenangkan Dinda sembari memegang tangan Dinda dan mengusap keringat di kening istri nya.


"Aduhh... Sakit mas."Rintih Dinda lagi.


Tap... Tap... Tap...


"Ndok,"Ibu Ali yang menghampiri Dinda dengan raut wajah yang khawatir.


"Ya.. Allah sakit nya bukan main Bu Dinda enggak tahan.Hiks..."Lagi-lagi Dinda merintih kesakitan sembari memegangi bagian perut bawah nya.


"Sabar ya ndok,banyak-banyak Istighfar ndok."Ucap ibu Ali.


"Astagfirullah hal adzim...."Ucap Dinda sembari menggenggam kuat-kuat genggaman tangan Zain.


"Ini adalah perjuangan dari seorang ibu melahir kan secara normal ndok."Ucap ibu Ali yang menenangkan Dinda sembari mengusap punggung belakang nya.


"Hiks... Sakit Bu.Ya... Allah ampuni lah hamba mu ini."Rintih Dinda dengan menangis.


Zain merasa tidak tega dengan keadaan Dinda yang terus merintih kesakitan saat berkontraksi.


Dia memutuskan untuk keluar dari ruangan bersalin untuk mencari perawat.


"Baik.Ibu Dinda sudah waktu nya untuk melahirkan secara normal sudah pembukaan terakhir."Ucap seorang dokter kandungan perempuan.


"Suami nya bisa mendampingi di sisi kanan ibu Dinda."Seru dokter lagi.


"Baik dok."


"Ndok,ibu tunggu diluar ya."Ibu Ali yang berpamitan kepada Dinda dan Dinda hanya mengedipkan kedua mata.


"Nak,titip Dinda."Pesan ibu Ali kepada Zain yang menggenggam tangan Dinda.


"Iya Bu.Zain minta tolong bantu doa nya buat Dinda dan bayi nya Bu."Ucap Zain kepada ibu mertua nya dengan kedua mata yang mulai berkaca-kaca.


Ibu Ali mengagukkan kepala nya dan melangkah kan kaki nya menuju pintu keluar.


"Baik ibu Dinda tolong diperhatikan.Silahkan kedua kaki ditekuk kedua tangan berada di lekukan tekukan."Ucap dokter itu seraya membantu Dinda untuk menekuk kaki nya.


"Aduuhh mas hiks sakit...."Rintih Dinda yang menangis.


"Dokter bisa enggak to the point!Istri saya sudah enggak tahan menahan sakit ini."Kata Zain kepada dokter.

__ADS_1


"Sabar tuan.Kita juga harus melakukan proses persalinan ini sesuai dengan SOP tuan."Jawab dokter.


"Baik Bu Dinda.Tarik nafas nya lalu keluarkan secara perlahan.Boleh untuk dilakukan Bu Dinda."Titah dokter kandungan itu.


Dinda pun mulai menarik nafas nya dan di keluar kan secara pelan-pelan.


"Baik Bu.Dinda kita mulai.Tarik nafas nya.... Keluar kan dengan perlahan...."Intruksi dokter dan Dinda pun mengikuti perintah nya.


"Astagfirullah hal adzim... Sakit."Ucap Dinda yang mengeluh kesakitan.


"Tarik lagi ibu Dinda nafas nya,lalu keluarkan secara perlahan...."


"Lakukan lagi Bu Dinda,kepala adik baby nya sudah mulai terlihat."Seru dokter lagi.


"Tuan coba lihat pengorbanan istri tuan yang harus bertaruh nyawanya demi mengeluarkan anak nya."Kata dokter dan Zain mendekat ke arah dokter untuk melihat proses persalinan nya Dinda.


Gemetar....


Kedua mata nya berkaca-kaca melihat kepala seukuran kepalan tangan nya yang akan keluar dari lembah surgawi nya.


Dia pun langsung menghampiri istri nya dan menggenggam tangan istri nya.


"Sakit mas...."Rintih Dinda lagi.


"Sayang... Ayok kamu pasti bisa."


"Tarik nafas nya Bu Dinda... Dan lepaskan dengan pelan."


Dinda menarik nafas nya dan mengeluarkan nya secara perlahan.


"Sayang gigit tangan mas untuk menahan rasa sakit."Ungkap Zain dan menjulur kan lengan nya didedapan Dinda.


Dengan kuat Dinda menjabak rambut Zain dan menyumpalkan lengan Zain dimulut nya dan menggigit kuat-kuat.


"Arkkkkkkkk......"Teriak Zain yang kesakitan.


Dan...


"Oey ... Oey... Oey ..."


Hosh... Hosh... Hosh...


Deru nafas Dinda.


"Awwwww sakit..."Rintih Zain yang lengan nya digigit Dinda hingga membentuk tanda bentuk gigi.

__ADS_1


Bersambung......


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2