My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 69 # Happy birth day


__ADS_3

Hari silih berganti...


Bulan berganti bulan...


Tahun berganti tahun...


Suatu hari disalah satu kota yang tersibuk kedua setelah kota metropolitan...


Suasana malam yang tadinya hening kini menjadi suara keriuhan di malam hari.


Ceklek....


"Happy birth day to you...


Happy birth day to you...


Happy birth day,happy birth day to you..."


Seorang perempuan yang sedang datang dan bahagia menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


Riuh suara dan tepuk tangan dari orang orang-orang.


"Momy..... ?"Teriak ketiga bocah kecil itu yang menghampiri Momy nya di tengah-tengah pintu.


Perempuan itu pun mengulas senyum nya dan mensejajar kan posisinya dengan ketiga bocah laki-laki itu yang sedang berulang tahun.


"Selamat ulang tahun sayang,pahlawan Momy.Rey... Ryo... dan adik Ryu yang ke tujuh tahun."


"Selamat ulang tahun cucu-cucu kakek dan nenek."Seru ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi.


Ketiga bocah kembar anak dari Zain Abigail Abraham kini sudah beranjak umur tujuh tahun.


Ketiga bocah itu anak-anak yang sangat lah aktif dan cerdas.


Dan mereka juga memiliki karakter yang berbeda-beda.


Rey.... Anak pertama yang ikut gen Zain cenderung turun kepada dia,sikap dingin nya yang dingin seperti kutub utara.


Ryo..... Rasa yang perduli dan simpati yang tinggi dan polos itu adalah turunan dari Dinda.


Ryu.... Dia memiliki dua sikap dari Zain dan Dinda.Random... Kadang dingin dan kadang perduli.


Tujuh tahun yang lalu mereka adalah bayi-bayi yang mungil dan menggemaskan dan sekarang mereka bertiga sudah menjadi bocah jagoan buat Dinda.


"Ayo... Bilang apa kepada kakek,nenek dan Mbah uti?"Kata Dinda.


"Terimakasih.. Kakek,nenek dan Mbah uti."Jawab ketiga bocah itu dengan bersamaan.


"Sekarang tiup lilin nya ya..."Seru Dinda menyuruh ketiga anak nya itu untuk meniup kan lilin nya.


"Pintar sekali anak momy..."Kata Dinda dan menciumi pipi anak-anak nya satu per satu.

__ADS_1


"Momy mau kue nya...."Seru sibontot Ryu.


"Ayo sini sama Mbah uti,kita potong sama-sama."Kata mbok Sumi kepada ketiga bocah itu.


"Ye... Ye... Potong kue nya..."Teriak anak kedua yang bernama Ryo itu.


Mbok Sumi bersama ketiga bocah kembar itu pun memotong kue di meja dapur.


Sementara Dinda duduk di sofa bersama ayah dan ibu nya.


"Istirahat lah nak,kamu pasti capek ini sudah malam."Seru ibu Ali kepada Dinda.


"Enggak apa-apa kok Bu,baru jam delapan malam.Rasa lelah dan capek sudah terobati ketika melihat mereka yang nampak bahagia."Jawab Dinda sembari melihat ke arah ketiga putra nya.


"Dinda menjadi merasa bersalah kalau Dinda sampai lupa dengan ulang tahun mereka."Tambah Dinda dengan raut wajah sedih nya.


"Ya sudah ndok,jangan bersedih lagi.Nanti anak-anak mu juga ikutan sedih."Kata Ayah Ali yang ikut berkomentar.


"Iya Ayah..."Jawab Dinda dan mengulas senyum nya.


Adinda Aulia Amanda ibu dari Rey... Ryo... Dan Ryu... Adalah sosok perempuan hebat.


Perempuan yang berusia 27 tahun saat ini adalah sosok perempuan single yang berjuang dan pekerja keras setelah memutuskan untuk pergi dan keluar dari rumah suami nya.


Dia adalah pemilik restoran yang terkenal di kota tempat dia tinggal dan mengadu nasib.


Selama lima tahun,Dinda berjuang sendirian menghidupi ketiga anak dan keluarga nya dengan berjualan aneka kue dan macam-macam nasi.


Suport dari orang-orang tercinta nya seperti ayah,ibu nya dan mbok Sumi sangat dibutuh kan pada saat itu.


"Mana bapak nya?Janda kah?"


Salah satu umpatan-umpatan yang pernah terlontarkan untuk Dinda.


Sakit hati?Pasti!


Mereka belum tau saja.Bagaimana menjadi sosok ganda.Sebagai seorang ibu dan sebagai seorang ayah yang harus bekerja pagi siang malam untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan layak demi anak-anak dan keluarganya.


Karena di era sekarang ini,hidup tanpa memiliki uang terasa hampa.Apalagi dengan kondisi saat itu yang memiliki tiga anak bayi.


Umpatan-umpatan yang ditujukan kepada Dinda dia jawab dengan santai.Dia tidak perlu terlalu pusing memikirkan hal yang tidak berguna.


Bahkan itu adalah cambukan yang harus Dinda garis bawahi.


"Semangat Dinda!Kamu adalah perempuan hebat.!"


Sebuah misi yang harus ditakluk kan oleh seorang Wonder Woman.


Setapak demi setapak ujian mampu ia lalui dengan sempurna walau harus diiringi dengan tetesan air mata dan cucuran keringat.


Hingga tujuh tahun lama nya dia,anak-anak nya dan keluarga bisa merasakan hasil dan jerih payah nya.

__ADS_1


"Momy... Aaaaaaaaaa"Teriak anak tengah itu sembari menghampiri Dinda dan menyuapkan kue tart nya.


"Mphhhhhhhh... Enak nya."Kata Dinda yang mengunyah kue pemberian dari Ryo.


"Terimakasih Momy.Ryo sayang Momy."Ucap Ryo yang memeluk Dinda.


"Rey juga sayang Momy..."


"Mari berpelukan..."Sahut Ryu dan memeluk Momy Dinda beserta ke dua saudara nya.


Ayah Ali,ibu Ali dan mbok Sumi nampak terenyuh dengan suasana saat itu.


"Sudah malam.Waktu nya tidur dan jangan lupa untuk gosok gigi."Pesan Dinda kepada anak-anaknya.


"Siap bos!"Jawab ketiga bocah itu sembari memberi hormat.


"Laksanakan!"Tambah Ryu memutar arah dan pergi menuju ke lantai 2 secara berbaris bersamaan diikuti mbok Sumi.


Dinda beserta kedua orang tuanya nampak menggeleng-gelengkan kepala dan mengulas senyum nya.


"Ayah ibu.Dinda keatas dulu ya..."Pamit Dinda kepada kedua orang tuanya.


"Iya nak istirahatlah."Jawab Ayah Ali.


Dinda pun meninggalkan kedua orang tuanya yang masih mengobrol di ruang tamu.


Sebelum dia masuk kedalam kamar nya,dia selalu mampir melihat ke dalam kamar anak-anak nya.


Ceklek....


Dinda membuka pintu kamar anak-anak nya.


"Sudah tidur mbok mereka?"Tanya Dinda kepada mbok Sumi.


"Sudah Dinda."Jawab mbok Sumi.


"Sekarang,mbok istirahat ya."Titah Dinda.


"Kalau begitu mbok turun dulu ya."Balas mbok Sumi.


"Iya mbok!"


Setelah mbok Sumi pergi,Dinda mencium kening ketiga anak nya satu per satu.Dan merapikan selimut anak-anak nya.


"Selamat malam."Ucap Dinda sembari mematikan lampu kamar anak-anak nya dan menutup kembali pintu kamar.


Dinda pun berjalan menuju ke arah pintu kamar nya.


"Alhamdulillah Ya Allah atas nikmat yang engkau berikan kepada keluarga ku."Kata Dinda sembari duduk di sisi ranjang nya.


Dia pun bergegas pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang sudah gerah itu.

__ADS_1


Bersambung....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2