My Momy My Wonderwoman

My Momy My Wonderwoman
Episode 74 # Penolakan Ortu Ardan


__ADS_3

Hari ini Dinda akan di jemput oleh Ardan untuk makan siang bersama kedua orang tua Ardan dan adik nya dirumah.


Ardan pun sudah datang dan standby dilobby untuk menjemput Dinda.


Diruang kerja Dinda,


"Sinta,jam makan siang nanti saya mau keluar.Ini sudah saya periksa semua laporan keuangan kemarin."Kata Dinda sembari mengembalikan file nya kepada Sinta orang kepercayaan Dinda di restourant.


"Baik,Bu!"Jawab Sinta yang mengangguk.


"Ada lagi yang mau ditanyakan Sinta sebelum saya pergi?"Tanya Dinda sambil mengemasi phonsel nya ke dalam tas.


"Ibu nanti kembali lagi ke cafe?"


"Langsung pulang Sinta,makanya saya minta tolong sama kamu untuk menghandle."Jawab Dinda bergegas berdiri.


"Baik Bu."Jawab Sinta dan berdiri berjalan mengekori Dinda.


"Selamat berkencan Bu... He he he..."Seru Sinta dan ngibrit masuk ke ruang kerja nya.


Dinda hanya menggeleng kan kepala dan mengulas senyum nya sambil berjalan menuju lobby restourant dimana tempat Ardan yang sudah menunggu.


"Bang....."Sapa Dinda kepada Ardan yang duduk di meja kosong.


Ardan menoleh ke arah suara panggilan yang lembut itu.


Lalu diapun mengulas senyum nya,ketika yang ditunggu sudah berada di depan nya.


"Beautiful....."Gumam Ardan.


Dinda pun mengulas senyum nya.


"Masih mau disini atau berangkat?"Tanya Dinda kepada Ardan yang terdiam berdiri menatap Dinda.


"Let's go!"Jawab Ardan dan berjalan menuju tempat parkir yang di ikuti oleh Dinda.


Ardan menyalakan mesin mobil nya.Suasana di kota metropolitan urutan kedua itu memang begitu panas.


Ardan yang fokus menyetir mobil menatap kedepan dan sedikit mencuri pandangan nya ke samping dimana Dinda duduk berada disebelah nya.


Dinda yang terlihat gugup.


Terlihat dari cara duduk nya dan raut wajah nya.


"Dinda,are you ok?"Tanya Ardan.


"Iya bang."Jawab Dinda sembari mengusap-ngusap kedua telapak tangan nya yang terlihat berkeringat dingin.


"Udah,enggak usah gugup seperti itu."Ucap Ardan yang menenangkan Dinda.


"Ya bang,Dinda sudah berusaha untuk tetap tenang.Tapi perasaan Dinda merasa takut saja."Jawab Dinda.


Ardan pun menghentikan mobil nya tepat didepan rumah Ardan.

__ADS_1


"Sudah sampai kah bang?"Tanya Dinda sembari menatap ke arah Ardan yang melepas safety belt nya.


"Iya.Yuk kita turun."Ajak Ardan dan Dinda mengangguk.


Ardan dan Dinda pun berjalan menuju rumah.Banyak asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Ardan,karena Ardan adalah orang kaya.


"Selamat siang tuan muda."Sapa salah satu asisten rumah tangga Ardan saat membuka kan pintu.


"Selamat siang,mbak mama dan papa ada?"Tanya Ardan kepada asisten rumah tangganya.


"Ada tuan muda.Mereka sudah menunggu tuan muda dan nona."Jawab nya.


"Oh,makasih mbak ya."Ucap Ardan kepada asisten rumah tangga nya.


"Dinda ayo masuk."Kata Ardan yang mengajak Dinda untuk masuk kedalam rumah nya.


Dinda pun mengangguk dan mengikuti Ardan berjalan disamping nya.


"Assalamualaikum....?"Sapa Ardan dan Dinda bersamaan setelah sampai di meja makan.


"Waalaikum salam."Jawab kedua orang tua itu sembari berdiri menyambut Ardan.


"Mama... Papa,kenalin ini Dinda namanya."Kata Ardan sembari mengenalkan Dinda.


"Dinda Tante,"Kenal Dinda sembari mencium punggung tangan mama Ardan.


"Dinda Om,"Kenal Dinda kepada papa Ardan sembari menangkup kedua tangannya didepan dada.


"Papa Ardan!"Jawab nya.


Aya adalah adik dari Ardan.


"Ayo duduk dulu Ardan dan ajak Dinda untuk duduk."Seru mama Ardan.


"Terimakasih Tante,"Ucap Dinda dan Ardan pun membuka kan kursi untuk Dinda.


Setelah mereka duduk,mereka pun mulai mengambil nasi dan lauk-pauk nya.


"By the way kak Dinda mengenal kak Ardan dimana?"Tanya Aya dengan gaya ceplos nya.


"Di resto."Jawab Dinda sembari mengulas senyum nya.


"Resto....?"Ulang mama Ardan.


"Iya pa... Dinda memiliki restourant dan cafe di kota ini."Jawab Ardan sembari menyendokkan nasi.


"Terus tinggal dengan siapa?"Tanya mama Ardan.


"Dinda tinggal dengan kedua orang tua ,bude dan ketiga anak Dinda Tante."Jawab Dinda.


"Anak.....???"Seru papa mama Ardan dan adik nya yang terkejut.


Ardan pun terkesiap terpelongo dengan seruan ke dua orang tuanya beserta adik nya.

__ADS_1


"Iya anak Tante!"Tambah Dinda.Dan menghentikan makan nya dengan menutup sendok dan garpu nya.


Dinda pun melipat kedua tangan dia atas meja.


"Maaf Tante,om.Sebelum nya saya sudah pernah menikah dan memiliki ketiga anak laki-laki yang sama usia nya tujuh tahun.!"Jelas Dinda.


"Single parent?"Tanya mama Ardan penasaran.


"Sebenarnya tujuh tahun yang lalu saya pergi dari rumah suami saya karena suami saya menikah lagi dan memaksa saya untuk tinggal seatap bersama madu nya.Singkat cerita saya pergi merantau ke kota kedua metropolitan dan bertemu dengan Ardan."Jawab Dinda tegas.


"Status pernikahan?"Timpal Aya yang kepo.


"Aya....??"Seru Ardan yang menatap Aya.


"Enggak apa-apa bang,mereka biar tahu kehidupan Dinda.Biar tidak ada yang tertutupi."Sanggah Dinda yang menoleh ke Ardan.


"Maaf kalau untuk status pernikahan saya belum memiliki serifikat cerai dari suami saya,tapi saya segera mengusahakan untuk mengurus nya."Jawab Dinda.


"Tante,mohon izin Dinda mau ke toilet."Kata Dinda kepada mama Ardan.


"Oh iya silah kan.Dari sini lurus saja."


Dinda berdiri dari kursi nya dan dia berjalan menuju ke toilet.Langkah nya terhenti ketika dia merasa ada yang mengganjal dengan diri nya.


Dia menghentikan langkah nya,lalu berbalik menuju ke arah meja makan dan bersembunyi di balik hiasan guji yang besar.


"Putus kan Dinda Ardan!"Seru papa Ardan.


"Pa...??"Rengek Ardan.


"Ardan!"Pekik mama Ardan.


"Kamu sadar enggak Ardan?Dia masih menjadi status istri orang!Janda bukan Istri juga bukan.Anak nya juga tiga!"Tambah mama Ardan.


"Ardan enggak memperdulikan itu ma!"Sahut Ardan.


"Dia masih status istri orang!"Sahut papa Ardan.


Melihat perdebatan antara Ardan dengan kedua orang tua nya,membuat Dinda merasa bersalah.


"Seharus nya aku sadar."Batin Dinda dengan raut wajah sedih nya.


Dinda pun menghela nafas panjang nya dan berjalan menuju ke arah meja makan.Dia berusaha menampakan diri nya yang dalam keadaan baik-baik saja,walau hatinya sebenar nya sedih karena penolakan dari keluarga Ardan.


Bersambung....


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Maaf kk author update nya kemaleman,karena masih sibuk dengan even anak author🙏


Jangan lupa like dan dukungan nya 🤗


Give Dinda vote ya karena besok adalah hari Senin.

__ADS_1


Terimakasih selamat istirahat.


__ADS_2